Hmmm senangnya bisa merealisasikan keinginan, yakni desert safari . Sebenarnya desert safari sudah aku utarakan kepada suami tercinta seminggu setelah aku berada di Dubai, karena menurut beberapa teman yang pernah berkunjung ke Mid-East bilang; “jika ada kesempatan untuk ke Negara Mid-East, sempat untuk melakukan desert safari”.

Jum’at hari ke 26 di bulan Maret, setelah 2 hari sebelumnya aku melakukan reservasi ke Dubai Safari Tours (DST), karena aku yang kebetulan dipercaya in charge untuk ngurusin desert safari kali ini, jadi harus cukup terorganisir jangan sampai ada yang kelewat, dan sesuai dengan kesepakatan dari pihak DST akan menjemput kami di hotel pada jam 3.30pm, tapi karena harus menjemput 3 penumpang lainnya di daerah Sharjah, maka jadilah kami dijemput jam 4pm dengan konfirmasi sebelumnya.
Melihat mobil yang menjemput kami, tidak seseuai di website ( Toyota landcruiser, spcial made for dune bashing-sedangkan mobil-mobil yang menjemput kami hanya mobil merk Toyota model Inova, ga mungkin kan di pake buat dune bashing, bisa mencret itu mobil hehehe) aku sempat bertanya dengan driver yang menjemput kami, “ is it the car that we gonna use desert safari?” “no madam..we’ll change with another truck” jawabnya sambilnya menyuruh kami membagi diri, karena satu car hanya cukup 6 person sedangkan kami ada Sembilan, maka tiga Norwegian itu mebagi dirinya ke mobil lain yang sudah berpenumpang 3 Australians. Sambil memasuki mobil aku masih bertanya2 “truck? Ko truck sehh..?? karena aku masih penasaran aku bertanya lagi dari jok paling belakang…”what did you mean, “we’ll change with another turck?” “the truck, madam..the truck special for dune bashing…katanya lagi dengan logat Indianya yang sangat kental..dan seperti biasa suamiku menegur..”don’t ask too much sayang..trsut him..we’re going to desert now and we gonna change a special car for desert safari”, yang lainnya ikut meng-iyakan saja. Tapi karena mungkin aku orang yang sangat berhati2 bahkan over hati2 jadi bawaanya curiga mulu..”jangan-jangan” hehehe. suasana humoris di mobil sedikit menghilangkan kekhawatiranku..Bismillah..Insya Allah kita sampai dan semuanya akan baik2 aja 
Menempu perjalanan kurang lebih 30 menit dari hotel ke tempat di mana kita harus ganti “truck” katanya, aku ga tau pastinya nama tempat itu..yang jelas banyak mobil yang sedang diparkir..fiuhhhh mobilny keren-keren dan hampir semua pimiliknya bersorban semua;-) tiba di tempat penggantian “truck” kami ditanya sama driver mau tunggu di mobil atau di luar? ya tetntu saja bule2 termasuk suamiku tentunya dengan senang hati menunggu di luar karena matahari yang bersinar terang adalah saatnya menjemur diri, sementara aku pikir2 sejenak..ngelihat ke luar uhhh panasnya minta ampun..gila gurun gitu lho..jam 4.30 sore sini…matahari masih kenceng banget booo..bisa meleleh neh eike punya perawatan muka hahaha, tapi akhirnya keluar kandang juga..menikmati pemandangan disekliling sambil menahan triknya sinar matahari
Ketika 15 menit kami menunggu tapi si “truck” yang dimaksud belum jua datang, sedangkan yang lainnya sudah nanya-nanya “where’s the car? Where’s the car? Where’s the car” is hot here” sebagai pelaku tukang reservasi hmmm…adatku kambuh lagi dehh..aku coba mendatangi si driver yang sedang kongkow dengan beberapa driver lainnya..karena mungkin suamiku nglihat aku bersungut mengampiri si driver dan khawatir aku ngomong keras maka beliau ngekor di belakang…” jangan2 darah bugisnya keluar lagi neh istriku” hehehe… “when do you think..the cars are coming?” “on the way madam” jawabnya…mukanya lugu matanya redup, jadinya aku ga tega kalo ngomong lebih, tapi aku bilang geneh “if I know that we have to wait and change the car, we gonna go with another tour ” tega ngga ????? si driver berdiri dan minta maaf..suamiku bilang “ sayang, you don’t need to say that..they didn’t know anything..they just drivers, sometimes you can be so bodoh!” tapi beberapa dari mereka yang juga menunggu bilang…”yeahh but they are suppose to organize, so we don’t need to wait and west time like that!” see…..!!!!
Tidak lama kemudian, dua “truck” datang dan drivernya menghampiri kami..lagi2 aku heran ko nama yang di website tidak sesuai dengan mobil yang menjemput kami ya?..selidik punya selidik ternyata satu grup atau satu team jadi ga perlu worrymadam!!”..masuk “truck” pasang seat belt karena kami akan melakukakan dune bashing selama 20 menit.. ( berdasarkan yang aku baca, driver khusus desert safari harus punya license special for dune bashing, jadi ga perlu khawatir) dan bener juga sepanjang perjalanan kami ke camp ( karena camp adanya di tengah2 gurun di mana kita bisa melakukan aktivitas lainnya di sana seperti ride camel, heena painting, Arabian costums, dinner dan menyaksikan pertunjukan belly dance) kami melakukan dune bashing, cukup bikin spot jantung, but that was really fun..really fun! Sayangnya kami tidak bisa mengambil foto sendiri pas dune bashing. Dalam perjalanan ke camp, kami juga sempat berhenti beberapa menit untuk sesi foto-foto, terus mampir di camel farm..sambil berfoto tentunya, kami mampir tidak begitu lama, lalu kami lanjutkan kembali ke arah camp. Kurang lebih 5 menit dari camel farm mobil yang membawa kami sudah sampai di area campwow a lot of people..!
Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai di camp adalah melihat2 pastinya, kalo aku seperti biasa memperhatikan orang yang lalu lalang di depan aku hehehe..hmmm dari mana semua ya ini people ko banyak kaleee…ada orang Indonesia lagi ga ya?…pandanganku tersapu di setiap penjuru camp tapi sepertinya aku tidak menemukan gaya-gaya orang Indonesia..xexexexe. Riding a camel, heena painting , dan shisha kami lakukan secara berantri, meskipu harus antri panjangn suasananya tetap fun, semua pengunjung terlihat gembira bersuka ria..mungkin karena irama lagu-lagu mid-east yang terdengar syahdu membuat para pengunjung merasa bersuka cita seperti itu. Selanjutnya sambil menunggu dinner dan belly dance, suguhan unlimited soft drink juga menemani duduk2 santai kami di sore berganti malam itu, tapi aku tidak mau sekedar berdiam saja di tempat, aku coba keliling camp, melihat-lihat yang perlu dilihat dan mencoba yang perlu di coba..sampai akhirnya aku sampai di shop yang menjual pernak-pernik mid-east plus arabian costum, aku coba dong Arabian costum-nya, tapi pas aku mau ambil foto..eh ga boleh sama si penjual, “for sale” katanya..karena aku selalu ingin mengambil foto di setiap moment jadinya aku belilah satu buah scarf yang harga awalnya 25dirham atau sekitar 68Rp tapi akhirnya aku tawar jadi 15dirham atau sekitar 40Rp..lumayan buat gaya-gayaan ala Giring Nidji hehehe, yeeeeee baru deh si penjual mempersilahkan aku ambil foto dengan busana ala Cleopatra, canggih juga neh siasat marktingnya orang arab, gumamku..hahahaha
Menikmati BBQ dinner dengan suasana lagi-lagi sungguh rasanya nikmat banget, bukan makanannya yang begitu nikmat.. tapi suasananya, tak henti-hentinya aku bilang sama suamiku; “am happy…am happy…am happy”. After dinner...kami disuguhkan belly dance, sungguh indah tarian perutnya, selain penarinya memang cantik..badannya pun sangat gemulai ya ialaaaaah kalo keras ga mungkin jadi penari..jadi penjaga unta aja kaleee hehe..season 1, season 2, dan season 3, dan tiba season di mana si belly dancer mengajak para pengunjung untuk menari bersamanya..ini season special for ladies only..eh si penari ngelihat ke arahku..dan mengajak-ku naik panggung…waduh naik ga..naik..ga?? tapi yang lain sudah bersorak “come on”..“come on lina” yo wis bengeut..benguet dahhhh..yang penting aku bisa megang tubuh indah penari itu wakakakaka…but honestly I don’t even know how to dance…I suppose to ask my friend Lingkan if I know that before hehehe..tapi karena aku orang Indonesia, ya aku mengikuti gaya kebanyakan orang Indonesia saja..”bisa ga bisa yang penting exisssss!!! Hahahaha…see the video!!!
Well, kami menyudahi desert safari kami hari dan malam itu dengan full of fun..really..really fun..so, I would like to special thank to my lovely husband Francois Laperle, Patrice and Aya, Maylissa and Geoffrey, the new friends from Norway (Goeffrey’s friends anyway) Pablo, and two other friends..ups once again I forgot the name…it’s lil bit hard to remember..but really thank you!..you guys are sooo cool…special to my husband..you’re my man! Hehehe

Dubai, 27 March 2010

"gue mau ke toilet dulu, ya"

Setelah hampir 2 bulan aku di Dubai, finally aku mencoba turun dari ranjang di malam hari dan mencoba mengendus-ngendus ke tempat suamiku selama ini mencari nafkah ;-) itupun setelah sedikit bersengit lidah dengan sang suami..karena pakaian yang ingin kugunakan tidak sesuai dengan hasrat hatinya… hehehe

Rock Bottom, nama café plus club plus restaurant tempat suamiku dan ke enam temannya yang lain menjual kebolehan..restaurant (aku selalu menyebutnya restaurant Rock Bottom karena hampir setiap malam kami dinner di sini) tempat ini memang selalu ramai dikunjungi, karena selain club terbaik katanya juga sangat selektif dalam menerima pengunjung, meskipun selektif tetap saja banyak yang berkunjung dan yang dijamin yang datanga adalah pilihan, katanya begitu :-)

Wow..bener juga malam ini ramai banget..karena kebetulan ladies night, club jadinya bejibun dipenuhi para ladies dan tentunya para pria-nya dari yang berkulit hitam sekali, hitam manis, dari yang putih sampai yang pucat pasi ada di sini. Aku sengaja datang pada the second set, karena selain tidak mau berlama2 di club aku juga kan harus sholat Isya dan ngaji dulu hehehe (ini tetap harus diutamakan xexexe), well, sebelum naik ke stage suamiku Francois Laperle (lihat statu-ku, red xexexe) mencoba memperkenalkan aku ke beberapa costumer regularnya..uh cantik-cantik..salah satunya cewek Australia namanya Gadis (tadinya aku ingin menulis nama aslinya tapi kata suami sebaiknya jangan, karena even pun ga ada kaumnya yang membaca dan mengerti tulisan ini tetap saja tidak etis menulis nama asli seseorang tanpa konfirmasi..hmmm saran yang baik) dia seorang model finalis Australia Next Top Model kalo ga salah??, karena menurut suamiku dia pengen ketemu aku, makanya doski sumringah banget pas ketemu aku, “hey…you look so gorgeous..ah finally I see you!” di lain perbincangan: “are you coming from Indonesia? I know Indonesia lil bit and I would like to visit Indonesia one day..Indonesian people are friendly and you too, look so lovely (gorgeous-nya dan lovely-nya ga ngarang ya hehehe dan syukurnya dia hanya mengetahui kalo orang2 Indonesia itu sangat ramah..pantatku sudah agak kebat kebit neh kalo sudah doski nanya Indonesia juga terkenal korupsinya kan? Hahaha).
Selain itu ada Dara (nama samara juga neh) cewek turunan India, mantan model..tapi nasib naas sempat menimpanya, kecelekaan mobil merenggut karirnya di dunia model, ya agak parah memang kalo lihat wajahnya tapi asli badannya keren banget, sisa kecantikannya pun masih terlihat, berbicara sangat elegan tersenyum dan tertawa seperti diatur mungkin materi2 manner yang pernah dia terima masih membekas;-) dan malam ini rupanya dia sedang merayakan keberhasilannya karena setelah 2 tahun terkukung dan berusaha mati2an cari kerja, mungkin kayak aku dulu kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, akhrinya berhasil mendapatkan pekerjaan..aku ga tau pastinya pekerjaan apa? Aku hanya mendengar announcing dari stage kalo sang mantan model itu sedang bersuka cita
Well, mari melanjutkan acara clubbingku yang singkat ini..posisi-ku berada agak jauh dari stage, karena tepat di depan panggung sudah dipenuhi para ladies yang sedang bersuka cita, lagi pula kalo aku ambil posisi paling depan aku ga bisa merhatiin orang-orang dong…aku datang ke Rock Bottom kan hanya untuk jadi pemerhati saja sambil menikamti orange jus yang aku dapat secara cuma2, di sampingku ada dua teman, satu teman suami yang baru dating dari Kanada satunya istri dari teman suamiku..aku ikut dance mengikuti irama lagu tapi sebenarnya aku ga bisa dance, ya karena ga mau terlihat kayak patung aku jadinya ikut2an gerakin kaki, tangan dan kepala hehehe
Sebenarnya aku ga begitu konsen dengan dance aku sendiri, aku malah sibuk geser sana geser sini setiap kali ada orang mau mendekat ke aku..sampai akhirnya aku terhimpit pada empat manusia, tiga cewek satu cowok..satu diantaranya sama bule ganteng, si bule matanya tertuju ke aku..si cewek langsung menyapu wajah si bule dengan tangannya dan langsung mendelik…hmmmm kayak2nya aku hafal banget neh kelakuan dan delikan mata genehhh…terus dia berbisik2 kepada kedua temannya yang cewek, karena mungkin si cowoknya sudah mabuk berat, temanya yang agak padat ngelirik aku..hmmm lirikan itu agak2 familiar di aku neh..yang satunya lagi manis sexy senyam senyum ditahan kayak senyum ngeledek…waduh darah bugisku kayakya sedang diuji lagi neh tapi karena mengingat ini tempat suamiku mencari nafkah..waduh tahan..tahan..tahan..secara bersamaan bule dari belakangku menyapa,. “hey, are you alone?” menyapa kencang sekali di telingaku karena menyapa biasa tidak cukup mampu mengalahkan alunan musik…”noooooo…am coming with my friends..sapaku kembali sambil menunjuk kea rah dua temanku, aku tau suaraku pasti kekecangan karena dia sempat mengorek kupingnya …aku mencoba mendekat salah satu temanku dan membisik “we have to move and be closer to the stage ” tapi dia bilang “ it’s ok here…” ok dehhh, yo wis aku jadinya tetap berdiri sambil gerak2 badan di tempat yang sama, karena aku juga ga mau ujuk2 nyoplang sendiri dekat panggung..walhasil bule itu bergeser sediki lebih menyamping…dan cewek manis dan sexi itu sedang ngedance habis-habis-an lagi2 aku coba menilik2 cara nge-dancenya..ya ampiunnn ko aku familiar banget ya dengan gaya dance gini??? (ala Dewi Persik getooo duehhhh) Waduh ko aku jadi merhatiin orang geneh yakkk….eh namanya juga pemerhati ya kerjanya merhatiin xixixixi
Alunan musik terdengar kencang dan semakin kencang, aku, dan kedua temanku hanya bisa saling berbisik jika kami ingin membicarakan sesuatu. Akhirnya the second set sudah selesai, tentu saja hening sejenak kecuali suara manusia yang terdengar sebelum DJ memutar musiknya.. ”gue mau ke toilet dulu, ya” tiba2 saja aku mendengar ada seseorang yang menggunakan bahasa tercintaku..nah lho siapa ya???? Wakakakakakakaka ternyata gadis-gadis yang mendelik dan tersenyum ngeledek kepadaku itu cewek-cewek Indonesia tohhhhh..wakakakaka rasanya pengen banget bilang “coba ya kelakuan nyinis2in orang itu disimpan aja di Indonesia karena di sini ga berlaku” tapi salah satu temanku sudah menarik tanganku untuk segera menghampiri personil Soul Out Band, lagi pula kalo aku lakukan itu bisa2 kami semua masuk jail, diportasi dan di banned 6 tahun ga bisa masuk wiyalah UAE hahaha..
Apa ya yang sebenarnya ingin aku sampaikan lewat tulisan ini? Mungkin:
1. Harus tetap berbangga karena rupanya Indonesia masih dikenal sebagai Negara yang penduduknya ramah-ramah, gorgeous- gorgeous dan lovely-lovely…;-)
2. Dari sekilas cerita tentang Dara yang aku dengar dari suamiku dan teman2nya..bahwa sedikit ingin mengingatkan kita kalo kecantikan dan badan bagus bukan modal satu2nya, tapi kebesaran jiwa dan semangat hidup adalah salah satu penunjang untuk bisa survive
3. yang punya sifat suka sinis sama orang lain dan suka sok merasa cantik sebaiknya disimpan aja kalo mau pergi ke Negara orang, karena dipastika tidak berlaku..makanya sifat sinis aku simpan baik2 di kulkas pas aku mau berangkat ke Dubai..hehehe

wassalam

It’s more than a month aku di Dubai mengikuti tour suamiku dari Negara satu ke Negara lainnya..dan bulan depan dipastikan akan berpindah lagi ke Negara lain, sebagai follower sejati pasti ngekor ...
Honestly, I am starting to falling in love with my condition…ya mungkin karena suamiku tak henti2nya memberiku support, apa lagi aku punya kegiatan baru yakni menulis dan menulis tanpa perduli apakah itu enak dibaca atau sekedar numpang lewat saja sebagai pelepas dahaga rasa rinduku pada aktifitas yang ingin aku raih kembali.
Selain itu, aku juga sudah menemukan teman-teman Indonesia di sini dan tentunya makanan Indonesia. Beberapa hari lalu aku pergi ke Deli Singapur restaurant Indonesia yang ada di Dubai, pemiliknya adalah orang Singapur keturunan Indonesia, tukang masaknya pun asli jawa. syukurnya tidak terlalu jauh dari tempatku, jadi kemungkinan setelah malam itu aku akan kembali berkunjung ke sana lagi dan menikmati makanan Indonesia sambil menikmati celoteh-celoteh warga Indonesia yang bekerja di Dubai yang setaiap malamnya kongkow di sana…
Seorang teman Indonesia banyak bercerita padaku tentang banyak hal mulai dari kehidupan pribadinya sampai dia mengadu nasib ke Negara Dubai, ya aku pernah bilang beberapa waktu lalu bahwa setiap penduduk Indonesia yang meninggalkan Indonesia dengan harapan sebuah nasib yang baik adalah para penduduk yang merasa kecewa atau putus asa dengan lapangan pekerjaan di Indonesia, dan bukti itu kembali di depan mataku, banyak pekerja dari Indonesia yang sebenarnya hanya digaji beberapa dirham di Negara ini tapi mereka bahagia, sangat bahagia dan aku bisa melihat kebahagian itu dari mata mereka, kalian tahu kenapa? Karena mereka merasa telah berbuat sesuatu untuk bangsanya!
Aku bukan salah satu penduduk Indonesia yang pernah kecewa atau mungkin boleh aku katakan aku belum pernah merasa dikecewakan oleh negaraku, meskipun aku merasa tidak selalu baik2 saja di Negaraku sendiri. Aku ada di sana dan di sini karena mengikuti cintaku…bukan lantaran kecewa, bagaimana mungkin aku merasa kecewa jika setiap saat aku selalu merindukan untuk kembali ke negaraku.
Oh ya, aku belum pernah merasa berbuat sesuatu untuk bangsaku, belum..sampai detik ini! tapi percayalah aku adalah warga yang baik dan aku tidak berusaha menceritakan kejelekan bangsaku kepada warga Negara lain! Aku tetap memuji negeraku meskipun media sana sini atau manusia-manusia lain bercerita bahwa Indonesia adalah Negara penuh korupsi, Negara dengan banyak penduduknya jadi pembantu di luar negeri, Negara yang banyak wanitanya dinikahi secara siri atau dinikahin secara kontrak oleh warga lain (makanya pemerintah mau mengelurakan UUD “jaminan 500 juta buat pria WNA untuk menikahi WNI) atau banyak lagi cerita-cerita lain tentang Indonesia selain karena penduduknya yang super duper ramah…aku tetap diam berusaha menyembunyikan dari mereka atau bahkan berusaha menyembunyikan muka..ah aku tidak perlu merasa malu dengan Indonesiaku, setiap Negara punya ceritanya sendiri, dan aku tidak sedang bercerita tentang Negara lain aku sedang bercerita tentang negara Indonesia. Tapi aku merasa sedih dengan orang-orang yang berusaha bercerita ke warga lain bahwa Indonesianya begini dan begitu, kenapa harus bercerita kepada orang lain? Mereka tidak sedang bertanya ko? Kalaupun mereka tahu Indonesia bobrok..biarlah mereka tahu dengan sendirinya karena sudah cukup banyak media yang bercerita tentang Indonesia, para jurnalisnya pun dibayar untuk membuat berita itu…Aduhhhh..aku jadi sewot nehhh!!!

am I a good wife..really good wife?

Mencintai orang yang mencintai kita tidak selalu mudah, selalu saja ada yang membuat kita berpikir kembali atau bertanya pada diri sendir, apakah saya benar2 mencintai pasangan saya? atau apakah pasangan sayang benar2 mencintai saya dengan sepenuh hati dengan segala apa adanya?
sharing dengan orang lain tentang sebuah hubungan kita dengan pasangan kita tidak selalu menemukan titik terang bahkan kadang menemukan kebuntuan dan bahkan parahnya lagi terkadang pikiran2 bodoh mampir di benak.
aku mencintai suamiku dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan segala ke GR-an aku yakin bahwa diapun mencintaiku dengan segala kelebihan dan kekurangan-ku, namun memang begitu adanya, dia sangat mencintaiku. namun saja dia pernah bilang; "sayang, I love you much and much and it's never change, just my pattient will be limeted" ya, suamiku memang penyabar dan sangat baik, semua orang yang pernah mengenalnya selalu bilang begitu, tapi dia juga manusia biasa yang selalu punya keterbatasan, seperti kesabarannya yang mungkin sudah hampir habis untuk mengatasi-ku. Dia selalu mengagumi sebagai istri yang baik, good heart, beautiful (that's his own opinion, coz I am his wife;-) ) tapi juga aku tidak bisa menolak itu, aku memang istri yang baik, tapi otak iblis di kepalaku kadang muncul sehingga menimbulkan kelakuan2 negatif yang membuat suamiku seperti hendak kehilangan kesabaran.
ketika kami santai, pertanyaan konyol, kadang muncul; "am I good wife?" dan jawabanya sama seperti ketika kami pertama kali bertemu; "you're good girl, you gonna be a good wife and you're good wife and now you're still good wife".

Si Sanguinis sedang terasing

Aku tidak tahu bagaimana memulai tulisan ini, tapi sepertinya ingin memulainya dari jauh-jauh hari sejak aku merasa kesepian, merasa di dunia lain dunia yang sama sekali tidak aku kenal, dunia yang memaksaku terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa…

Berdasarkan buku yang aku baca tepatnya Plus Personality, di mana buku tersebut memaparkan empat karakter yang ada dalam diri manusia, Sanguinis popular, korelis kuat, melankolis sempurna dan plegamatis damai, dari ke empat karakter tersebut, aku adalah sanguinis popular, dari namanya saja tentu si sanguinis selalu ini popular, sanguinis selalu ingin jadi pusat perhatian,sanguinis ingin selalu bahagia, sanguinis selalu ingin bicara dan hura-hura.

Tapi apa jadinya jika si sanguinis berada di lingkungan yang tidak mengenalnya, apa jadinya jika lingkungan tidak menganggapnya, apa jadinya jika si sanguinis tidak lagi popular, apa jadinya jika si sanguinis hanya duduk di pojok sebagai pendengar dan sekekali2 ikut tertawa mendengar pembicaraan, sambil menunggu gilarannya untuk berbicara, tapi kesempatan itu tidak pernah ada karena terpotong oleh pembicara-pembicara yang lain. Oh sanguinis sedang kesepian!

Si sanguinis sedang merindukan dunianya, di mana dia bisa berbicara dan orang-orang yang ada di sekelilingnya mendengar dan terpukau dengan pembicaraannya. Si sanguinis sedang merindukan di mana dia bisa terbawa terbahak2 dengan sepenuh hati, oh sanguinis sepertinya sedang bermurung..

Akan kah si sanguinis popular ini tiba-tiba berubah jadi Korelis, Melankolis, atau Plegmatis???