Abu Dhabi Tour

Selalu ada cerita menarik kalau jalan-jalan. seperti biasa kalo weekend aku sempatkan untuk menghabiskan waktu di luaran dengan suami entah itu di dalam kota Dubai saja atau menyempatkan untuk keluar dari kota Dubai. Seperti hari ini aku dan suamiku untuk memilih pergi ke Abu Dhabi untuk spend waktu, seharusnya hari Jumat, karena dayoff-nya mid-east adalah Jumat tapi karena kebetulan tourist destination yang kami ingin tuju sedang tutup hari Jumat maka kami pilih bertour ria hari sabtu pagi sebelum suamiku bergegas untuk gig di malam harinya.

Jam 9.30 sebuah jemputan kijang Inova menjemput kami di hotel tempat kami stay selama ini, kami tidak berdua saja, di dalam mobil sudah ada turis dari Spanyol yang satunya tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Mobil ini adalah khusus mobil yang membawa para turis yang ingin menikmati keindahan kota Abu Dhabi, cukup hanya membayar 250dirhams/orang atau sekitar Rp. 600.000,. Perjalanan dari Dubai ke Abu Dhabi sendiri memakan waktu 1 ½ jam dengan melewati Sheikh Zayed Road. Ada 6 titik tourist destination yang kami tuju, yaitu; Abu Dhabi Magnificent Corniche, Heritage Village, Emirate Palace, Sheikh Palace, Sheikh Zayed Mosque dan terakhir stop di Marina Abu Dhabi Mall.
Tourist destination pertama yang kita datangi adalah ini adalah Sheikh Zayed Mosque salah satu mesjid terbesar di Dunia, mesjid yang berkapasitas 40.000 ini terbuka untuk umum dalam arti bisa dikunjungi oleh any religi namun dari pihak pengurus mewajibkan setiap pengunjung wanita menggunakan “abaya” atau pakaian muslimah sebagaimana layaknya untuk memasuki mesjid pada umumnya, sedangkan untuk kaum adam sendiri tidak diwajibkan asalkan rapih dan tidak menggunakan celana pendek ala turis. Menyaksikan para turis yang datang berbagai Negara menggunakan “abaya” membuatku geli sendiri, karena terlihat compang apalagi jika melihat para turis China atau Jepang menggunakan “abaya”, suamiku malah terlihat jadi kayak orang timur tengah sama halnya bule-bule lain yang menggunakan “abaya”. Hehehe
Menyaksikan keindahan mesjid ini sungguh rasanya tak cukup hanya 30 menit (karena kebetulan setiap tempat yang akan kita singgahi hanya punya waktu 30 menit itu perjanjian awal denga pihak travel-red). Tapi toh sudah sangat puas bisa berkunjung di mesjid ini dan menggunakan “abaya” di dalam mesjid.
Tourist destination selanjutnya yang kami kunjungi adalah Emirat Palaca Hotel, ini salah satu incaran para turis untuk dikunjungi, namun sayangnya para turis tidak dibebaskan berada di dalam area hotel hanya bisa mengambil gambar dari luar, agak kecewa awalnya karena dari pihak travel tidak memberi info mengenai hal ini, tapi tak apalah sudah melihat dan masuk pekarangannya saja sudah cukup, bagaimana dengan orang yang tidak bisa melihat dari dekat sama sekali ;-) setelah puas memotret kamipun bergegas meninggalkan Emirat Palace Hotel.

Heritage Village adalah tujuan kami selanjutnya, namun sebelumnya kami ke sana kami melewati Abu Dhabi Palace tapi lagi2 kami tidak bisa berheti apalagi mengambil foto karena memang bukan Tourist Destination atau bukan untuk umum, aku sempat mendengus sejenak apalagi menyaksikan driver melarikan mobil cukup kencang, aku sempat menegurnya; “heyyy we are not in a rush! Can you just driver slowly” kataku dengan nada yang cukup tinggi..baru lah driver turunan india tersebut memelankan laju mobil. Tak selang beberapa lama kami sampai di Heritage Village, tempatnya nggak terlalu luas, Cuma ada satu restoran dan dari restoran tersebut kita bisa menyaksikan olah raga air diantaranya jet ski, beberapa counter penjual souvenir, beberapa contoh rumah peternak unta dan satu ladang peternakan, tak begitu ingin lama di tempat ini lalu aku dan suamiku memutuskan keluar dari area Heritage Village menuju mobil dan rupanya Turis Spanyol yang bersama kami juga sudah menunggu. Kami lanjutkan ke area Abu Dhabi magnificent corniche yang tidak begitu jauh dari Haritage Village, di sana kami bisa menyaksikan laut lepas, Indah!
Jam 1 teng! Saatnya lunch saatnya ke Marina Mall tempat terkahir yang kami kunjungi untuk Abu Dhabi tour kali ini. Seperti biasa Mall ya Mall tempat belanja bagi yang punya uang atau window shopping bagi yang sedang berhitung;-). Sebelum melirik sana sini, kami menuju sebuah restoran aku lupa catat namanya, tapi yang jelas restoran low-mid class tempatnya nice dan makananya sangat enak apalagi risolesnya hmmm nyum..nyumm;-) kami melepas lelah sejenak dengan memesan makanan ringan sambil ngobrol ringan dengan suamiku, dan yang pastinya said “ I love you sayang, thank you sayang” LOL. Setelah menyantap makanan, kami lanjutkan untuk mutar-mutar mall ya sekedar window shopping niatnya, namun di lantai 3 suamiku berhenti di shop Al-Mar’ah, shop ini menjual khusus abaya perempuan, aku keheranan melihat suamiku berhenti pas di depan shop sambil menatapi patung yang sedang menggunakan abaya bercorak biru, indah seh kelihatannya di patung ya belum tentu indah di aku;-) “ nice ya sayang”, kata suamiku..karena aku nggak begitu tertarik dengan abaya ya aku mengangguk2 saja “ you wanna go to see in side?” tanyanya lagi…”for?” tanyaku kembali..”who knows you like and you want to buy” katanya lagi..hu?? kalau saja di Zara atau di Mango berhenti tanpa bertanya pun aku sudah nyosor ke dalam hehe, well aku tak mau ambil pusing aku ikut saja maunya suamiku tercinta..semoga suamiku faham neh abaya lebih mahal dari pada baju kaos yang aku mau beli di Zara. Benar saja pas aku cek harganya 400dirhams atau sekitar Rp. 900.000-an tapi katanya diskon 20% jatuhnya jadi 320dirhams atau sekitar Rp.800.000-an nggak jauh beda selisihnya, tetap saja harga segitu kalau buat abaya mahal mungkin kalau boot langsung ditarik tuh hahaha, tapi tiba2 aku berpikir kenapa nggak coba punya abaya sekali2 gitu..”I’ll try deh sayang” kataku pada suamiku yang masih termasygul2 dengan abaya2 yang dipajang. Well, cuman satu pertanyaannya pas nglihat aku menggunakan abaya tersebut, “do you like it?” malu2 aku menjawab “ya sayang” but sayang do you have money for this price?” tanyaku berbisik “I have money for abaya but not another boot” jawabnya singkat. LOL!! So, another clothe for my baggage! Tak hanya itu..lazensa diskon besar2an rupanya, rasanya tak legapun hati kalau ada pakaian dalam yang didiskon tapi tak membeli meski barang secuil 2 cuil sampai 3 cuil ;-) another paper bag in my hands…pulang saatnya pulang! Kami bergegas keluar dari Marina Mall karena khawatir mereka sudah menunggu dari tadi, ah 2 turis Spanyol itu juga rupanya masih berdiri menunggu.
Dalam perjalanan dari Abu Dhabi ke Dubai akan menempuh waktu yang sama 1 ½ jam, kami melewat 2 calon Island yanga sedang di bangun oleh pemerintah UAE yakni; Al Saadiyat Island and Yas Island, Al- Saadiyat sendiri akan dibangun resindence mungkin seperti Jumeirah Park di Dubai, masih dalam pembangunan dan rencananya 2018 sudah kelar..nah lho kalo 2012 gimana dong hehe, sedangkan untuk Yas Island ini sendiri masih kelanjutan dari Yas Island Circuit, ini juga akan menampilkan atraksi seperti Warner Bros Movie World, taman tema film oleh Warner Bros, Ferrari World, hotel termasuk Yas Marina Hotel, sebuah taman air, dan Yas Mall. Karena belum ada pemandangan yang nyata makanya kami hanya melihat dari mobil saja. Tapi sungguh indah tur hari ini, berharap bisa kembali lagi ke Abu Dhabi pada waktu dan di lain kesempatan  Amin

Cerita hari ini 20/10/10

Bangun jam 5 sore tidur dari jam 10 pagi sampai-sampai sholat Dhuhur dan Asharpun aku jamak;-) aku tahu ini lebih baik daripada tidak sama sekali, dan tidak bermaksud mengada-ngada karena benar-benar ketiduran.

Well, bukan cerita di atas yang aku mau tulis……
“sayang, after praying we ‘re going go the GYM, ok”. Ucapku pada suami sambil memasang kudung sholat, namun aku lihat suamiku tak bergeming mungkin masih dalam keadaan mengawang-ngwang.
Tak selang berapa lama aku menyelesaikan sholat jamak-ku (Ashar-Dhuhur), hp-ku bergetar tanda sebuah sms. yups sebuah sms dari seorang, sebuah sms ajakan; “makan di burjuman mall yuk Lin”, aku tak langsung membalas karena tida punya planning mau makan apa di luaran sana yang ada di pikiranku pergi ke gym dan makan di restoran hotel dengan suami sebagaimana biasanya.
tapi setelah meminta pendapat sama suami, (ya ampiun makan di luar aja harus minta pendapat hehe) aku sambut ajakan temanku ini, pergi dinner di salah satu restoran Italy di Burjuman Mall. Aku langsung berkemas memberesi diri sehingga tak perlu menunggu jikalau dia tiba-tiba muncul di depan kamar, dan benar saja bel pintu kamar berbunyi, aku pastikan dia sidah di depan kamar.
Aku cancel nge-GYM, aku tidak dinner di hotel dengan suami tapi aku pergi dengan seorang teman untuk dinner di Burjuman mall. Tidak cukup makan waktu lama untuk mencapai Burjuman Mall dari hotel tempat aku tinggal, cukup menyebrang saja sekitar lima sampai sepuluh menit. Sepanjang jalan dari hotel ke Burjuman Mall, kami sudah saling becerita saling terbahak atau mungkin mentertawakan orang-orang local Negara ini yang matanya juling karena melihat kita berdua yang super sexi hahaha
Setelah mutar sana mutar sini sampailah kami ke sebuah restoran Itali yang biasa aku kunjungi dengan suamiku jikalau kami sedang tidak ingin menyantap makanan hotel, aku sangat menyukai salmon peper lemon yang ada di restoran ini sangat lezat dan harganya pun tidak terlalu mahal. Sepertinya temanku pun menyukai tempat ini, kami memesan tempat untuk berdua dan kami memilih untuk memojok karena tentu saja kami ingin makan sambil bercerita ;-) 100% bukan bergossip.
Sambil menunggu orderan, maka mulailah cerita untuk didengar..banyak cerita yang dia ungkap padaku, mulai dari cerita mantan pacarnya, suaminya, selinkuhannya, dan beberapa laki2 yang mencoba menggodanya, sesekali keluraganya. Aku tahu dia tidak sedang mengarang cerita, dia sexi, cantik, sangat ellegant punya penghidupan yang sangat memadai syukurnya sangat bisa diajak humble, tapi jangan pernah coba tahan dia untuk spend money ratusan dollar untuk di bar;-)
Sambil mendengar aku mencoba menelaah setiap ceritanya, sesekali aku dengar suara sms di HPnya. Aku tidak begitu tertarik denga kisah mantan pacarnya sebelum menikah, aku cukup tertarik dengan kisah suaminya yang sabar, baik dan tentu saja banyak uang: “Lina, aku harus hati2 juga lho sama suamiku kalo tertarik dengan perempuan lain, dia memang tidak ganteng tapi kan duitnya banyak” katanya padaku saat itu. Kupingku akan terpasang dengan sempurna jika ia mulai bercerita mengenai selingkuhannya yang sekejap mataku memang ganteng. Meski sebenarnya sudah tidak ada hubungan apa2 tapi aku tahu dia masih excited jikalau dia bercerita mengenai selingkuhannya, terkadang berkaca2 matanya bercerita tapi aku tahu diapun saat ini sangat bahagia dengan suaminya. Makanya ia memutuskan perselingkuhan tersebut karena ingin fokus dengan suaminya tanpa harus memikirkan orang lain.
Temanku ini adalah tipikal yang sangat cuek, santai, masa bodoh, dan sangat hidup! Dia tak pernah mencoba menutupi perselingkuhannya dengan siapapun kecuali dengan suami tentunya. “mba, you have good life, very nice husband, cari apalagi?” Tanyaku saat itu, “tahu!” katanya singkat. Yeah memang kita tidak menyadari kenapa kita berselingkuh? Karena banyak alasan orang berselingkuh, ada karena uang orang berselingkuh, ada karena kepuasan bathiniyah orang berselingkuh, ada karena buat having fun untuk menetralisir rasa jenih dengan suami atau istiri jadinya berselingkuh tapi apapun alasannya, berselinkuh itu adalah salah, buka begitu bukan?
Well, dia memang bercerita apa adanya, tanpa ada beban, karena dia memang bukan tipikal yang harus dibebani. Sambil menyelesaikan sisa makanan kami, cerita demi cerita berlanjut sesekali aku selingi cerita-cerita lucu atau cerita tentang seseorang yang kami anggap lucu ;-).
Dinner malam itu selesai dan kami melanjutkan untuk berkisah, “tapi yeah ada dalam diri selingkuhanku yang aku temukan tapi tidak aku temukan dalam diri suamiku”, ujarya tiba-tiba ketika kami sedang mampir di smoking arean. Nah ini juga mungkin salas satu alas an orang berselingkuh..ada sesuatu yang lebih di diri kali-laki atau perempuan lain yang mana tidak ada dalam diri pasangan kita. Lalu aku berpikir dalam hati akankah suatu saat nanti aku atau suamiku tidak menemukan sesuatu tapi ia atau aku temukan pada orang lain sehingga terjadi perselingkuhan, entahlah!
Anyaway setiap manusia sudah tercipta dengan kisahnya masing-masing, dan setiap orang sudah punya jalannya untuk menikamti kebersamaannya dengan pasangan. Semga kita semua sama-sama menikmati cara kita masing-masing untuk menjalani hidup 

Hari yang indah....

Telat bangun bisa-bisa semua rencana jadi terbengkalai tapi sykurnya tidak meskipun dalam beberapa jam bersama pangeranku mimik mukanya sama sekali tidak enak untuk ditatap
Part 1
Bertemu dengan seseorang yang sebenarnya aku sudah temui kemarin (14 Oktober 2010-red) namun pertemuanku kali ini untuk memastikan saja makanya aku ingin suamiku ikut serta, tidak ada cerita panjang di sini..ingin berterima kasih saja karena sudah memuji dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diriku (fisicly-red) juga karena sudah memberikan tawaran, namun Alhmdulillah ini bukan jalanku, ini bukan piihan buat aku, ini bukan impianku, jadi aku dan suamiku hanya bisa berterima kasih saja.
Bold
Part 2
Burj Khalifa At the Top tour, meski agak telat dan suamiku masih saja manyun, tapi semuanya penuh dengan fun. Setelah membeli tiket masuk untuk 2 orang seharga 100dirhams/person atau sekitar $28 USD atau sekitar IDR 250.000, kami ikut mengantri dengan banyak turis lainnya yang mungkin datang dari berbagai Negara tapi sepertinya ada orang local juga itu bisa terlihat dari pakaian yang digunakannya yakni “Abaya”. Mengantri di tengah orang banyak, aku berusaha mengajak berdamai dengan suamiku dengan berfoto2 di statue Burj Khalifa yang ada di samping antrian, Alhamdulillah “works” kami keluar dari antrian dan berfoto2 di sana, setelah itu kami berlari-lari kecil membuat antrian lain..senang bisa lihat suamiku tersenyum lagi. “just don’t make me wait because you woke up late” katanya. Hehe rupanya beliau kesel karena menunggu aku terlalu lama akibat telat bangun. Berhasil masuk antrian, satu persatu pengunjung di double check seperti sedang mengantri di imigrasi airport..oh God semoga kali ini aku tidak terstuck karena sunblock yang aku bawa dalam tas kecilku hahaha.
Oh rupanya antrian tidak berhenti di situ, satu persatu para pengujung, perorangan, pasangan atau rombongan di foto oleh photographer Burj Khalifa, tentunya dengan semangat aku bergaya dong hehe, setelah selesai kami diberi secari kertas yang berisi nomor photo kami nanti jika mau diambil after tour. Habis foto, sudah agak lega karena tidak perlu mengantri lagi kami juga bebas mengabil gambar sana-sini, sebelum menuju lift kami melewati satu lantai dengan menggunakan escalator, di escalator 2 step di bawahku seorang bule tak henti menatapku “ga perlu dibilang GR ya hehe” mungkin saja tertarik dengan bootku atau T-shirt yang aku gunakan, tak berhenti menatap, dia menyapa, “ are you coming from Thailand?” tanyanya..”oh no, I am Indonesian” jawabku singakt sambil memegang tanga suamiku ;-), “ oh really? you look like thailandese…coz I had Thai girl before” ucapnya lagi, suamiku mengerutkan keningnya, untugnya kami sudah sampai di 1st level dan segeara memisahkan diri dari bule tersebut, kami mebuat antrian lagi untuk masuk lift, bukan karena liftnya satu membuat kami mengantri tapi karena pengujungnya bejibun..

2-3 menit menunggu, akhirnya kami kebagian masuk lift, seorang petugas mengantar kami. Pada awalnya aku sama sekali tidak tahu ke lantai berapakah kita berhenti ini? , ko’ rasanya cepat banget sampainya kayak ke lantai 25 wisma BNI 46 gitu *hehemissmyexoffice.com*,kami sudah berada di lantai 124 Burj Khalifa dari 240 level pengunujung hanya diperbolehkan di lantai 124, menurut info yang aku dengar, untuk ke lantai 240 hanya diperbolehkan untuk hal yang penting dan bayarannya pun jauh lebih mahal. Well, berada di lantai 124 saja aku sudah excited, apalagi pas lihat view ke bawah..wow amazing.. indah sekali! (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)

Sedang klik sana klik sini, eh si aki di escalator ketemu lagi..hehe “can I take a picture of you?” tanyanya nah lho, Francoisku langsung mendekat dan segera membidik kearahku ;-) anyway lots of fun at the top, seorang bule kecil yang dari tadi rupanya merhatiin aku, mendekatiku dan bilang “nice T-Shirt” karena aku tidak mungkin memberikan T-Shirt yang aku pakai padanya, dia meminta orang tuanya memotret kami berdua, lalu aku minta juga suamiku memotret kami berdua..lucu..lucu LOL (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)
Setelah puas berkeliling di lantai 124, memotret yang perlu dipotret, kami memutuskan untuk segera turun karena kami masih ada rencana lain segera kami mengambil antrian kembali untuk masuk lift namu kali ini tidak perlu menunggu lama, lift segera terbuka seorang petugas mengantar dan suamiku mulai menutup kupingnya..;-) sekilas saja kami suda berada di bawah, tentu saja pintu masuk dan pintu ke luar berbeda, tak lupa mampir bergaya dulu di depan sebelum bener2 keluar dari area Burj Khalifa, melihat pemandangan2 sana sini, photo2 para pendiri dan pemilik..cekk..cekk..tiba posisi mataku tertuju pada photo seorang perempuan huhhh aku lupa catat namanya dari wajanya sepertinya American black tapi entahlah yang jelas posisi nya Communication Manager, ohhhh seharusnya aku di posisi itu hahaha..once again aku tertakjub2… bisa lihat mimik aku di album FB “hari yang indah bersamanya”) hehehe
Puas melihat dan memandang, kami benar2 memutuskan untuk mengakhiri tour hari ini, sambil jalan bergandengan menuju escalator, seorang petugas menegur “madam, you can see your picture in front of the lobby” katanya sambil tersenyum..ohhh saking exceitednya aku hampir lupa kalo kita sempat difoto sebelumnya..untung saja kertasnya ga hilang..sampai di tempat yang di maksud, aku melihat beberapa pasangan sedang antri dan banyak sekali foto yang dipajang, “how much do you think, we have to pay for the pict, sayang?” Tanya suamiku..”hu? how much??? Do we need to pay for that pict?” tanyaku kaget, belum hilang gaket-ku, tiba2 aku dengan soarang bule berkata, “200 dirhams? Oh I don’t think so!” katanya sambil berlalu mengajak pasangannya. Karena mungkin si petugas sudah mengenali aku lewat T-shirt yang aku gunakan, dia langsung memberikan foto kami yang sudah didesain indah;-) mungkin sekedar ingin me-makesure atau ingin berbasa-basi aku bertanya lagi, “how much?” “200dirhams” kata petugas tersebut..200dirhams sekitar 500riburupiah mungkin?, aku tatap photo itu lagi..kayaknya ga begitu sempurna, maksudya harganya hahaha..tapi suamiku bertanya “you wanna take it, sayang?” hmmm NO! LOL..kami juga berlalu seperti pasangan2 lainnya yang tidak berminat mengambil foto mereka atau mungkin kemahalan sama seperti aku ;-) well, Burj Khalifa At The Top tour is done, saatnya kami keluar kandang dan melanjutkan rencana berikutnya.

Part 3
Duduk santai sambil ngobrol hal2 yang bermnafaat dengan suami inilah yang selalu aku tunggu, tidak tergesa2 karena harus segera ke stage, tidak buru2 karena ada itu dan ini..tapi ya namanya suami cari nafkah..harus berbesar hati jika terabaikan;-)
Ngopi-ngopi di Town Delli Café salah satu café yang ada di teras Dubai Mall, aku tiba2 saja suka nongkrong di café ini, selain pemandangan bagus, foodnya enak kebetulan café ini juga hampir sebagian waiter and waitress-nya orang Indonesia, supervisor dan Managernya orang Indonesia, aku sempat ngobrol2 ringan dengan managernya, “ karywannya banyak orang Indo, KKN ya?? ” Tanyaku saat itu sambil bercanda..”ya begitulah mba,” jawabnya sambil senyum2 penuh arti. KKN dalam hal membatu boleh lah ya hehehe
Anyway, cukup lama aku dan suami nongkrong di café tersebut, banyak cerita yang kami galih, banyak hal yang kami diskuskan, meski di tempat tidur juga kami sering diskaskan hal tersebut, tapi happy aja rasanya selalu bisa diskus dengan suami dari hal yang kecil sampai yang benar2 kita harus bicarakan secara serius, misalkan kalau beli rumah, sebaiknya di Pondok Indah atau di Kemang atau kita beli rumah Krisdayanti saja ya? Hahahahaha

Part 4
Nonton Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, sebenarnya ini film filihan terakhir karena film yang kita mau tonton sebenarnya Devil atau Resident Evil "After Life" 3D tapi jadwal yang kita seharusnya datang sudah terlewati yang akhirnya pilihan kita jatuh Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, was good enough..menonton film ini buat aku, excited..bored..excited..bored lagi tapi setelah 140 menit berlalu akhirnya aku jatuh cinta sama Soren si burung kecil yang lucu itu hihihi

Part 5
Hmmm…shopping-shopping alas istri pemain band hehe tak beranilah masuk LV atau Prada cukup tahu diri eike;-) Manggo ata Zara sudah cukup senang ko’ melihat mimik muka suamiku juga terlihat senang ketikan aku masuk counter Zara dan Manggo berarti uang di dompetnya cukup hanya untuk di dua tempat tersebut LOL
Yeah, tidak banyak yang dibeli, sekali lagi cukup tahu diri sebagai istri pemain band segala sesuatunya harus diperhitungkan, baik budget shoppingnya mau pun baggage pas mau pulang nanti..;-) tapi cukup senang, bukan cukup tapi sungguh senang.
“we home now, sayang?” Tanya suamiku..”yeah I think so…” jawabku sambil senyam-senyum puas karena sudah dua tentengan di tangan;-) “ hmm..don’t you want to come to see the Gold Souk?” Tanya lagi..”why? do you want to buy me some gold or diamond?” tanyaku kembali yang pastinya dengan nada bercanda, sambil memicingkan matanya beliau menarik tangaku menuju escalator ke arah Gold Souk (Souk=Market –red) sesampai di Gold Souk, sebelum mutar sana mutar sini kami sempat berfoto ria di area Gold Souk karena viewnya cukup indah untuk dipotret apalagi kalau ada aku disana LOL, kami juga mampir di toko Arabian parfume beli buat emak dan seeorang teman 
Anyway, aku tak berplanning untuk beli ini mungkin juga suamiku tapi entahlah mungkin malaikat apa yang membisik di kupingya, sampai akhirnya terbelilah sepasan giwang kecil nan manis yang berpermatakan berlian, ya ampun pas aku lihat harganya, wah bisa buat bayar 4 bulan sewa kamar kita yang di Prapanca neh sayang.. maaf mungkin ini berlebihan ceritanya tapi sungguh ini indah sekali, suamiku tidak bertanya atau banyak bicara dia hanya bilang “this’s for your real wedding gift, sayang” ya Tuhan..sudah banyak gift2 yang ia berikan dan cincin tunangan waktu itu juga sudah lebih dari cukup..oh Allah terima kasih untuk suamiku yang baik ini, bukan karena berliannya..betapa ia selalu ingin buat aku bahagia meski aku kadang tak menyadari dan masih saja suka complain dengannya.
Ending yang sungguh indah di weekend ini

Dubai 15th October 2010