Behind the Scene of My 8 Weeks Pregnancy!


Bagaimana ya rasanya, pernikahan-mu sudah hampir memasuki usia 7 tahun tapi belum juga memiliki momongan? Orang di sekeliling-mu sibuk mengusulkan ini dan itu supaya kamu bisa memiliki momongan, dari mengusulkan-mu ketukang pijat aka dukun beranak sampai meminta-mu melakukan proses bayi tabung? #WTF!

Lalu dalam “ketidak pedulian-mu” menanti momongan #baca;let it flow!, kamu didiagonasa positif hamil, Bagaimana reaksi-mu? Follow the story below! ;) :P :D
Setelah sebulan penuh menghabiskan liburan bersama keluarga suami di Kanada, kami tiba di tanah air pada tanggal 14 Januari 2015. Masih dengan sedikit jet lag, aku kembali menunaikan kewajiban diri sebagai karyawan sehari setelah ketibaan.

Januari bulan Januari oh bulan Januari bulan ini seharusnya aku kedatangan “tamu regular” tapi mungkin karena lelah berlebihan atau terlalu banyak jalan sehingga terlupakan dan hampir tidak ingat sama sekali kalau seharusnya “ia” datang bulan ini?? Tapi kemana “ia” ko’ tak kunjung datang? Sementara semua tanda2 sudah ada, dari PMS, sakit sana sakit sini sampai dengan sakit bo***** nggak enak badanlah bawaannya uring2an, hmmmmm???

Tanggal 24 Januari tepatnya hari Sabtu aku terbangun sedikit telat karena kepala tiba2 pusing, badan rasanya berat banget, tapi aku paksakan untuk tetap bangun karena harus sholat shubuh, sebelum ke kamar mandi ambil air wudhu, aku menuju kotak P3K yang selalu tersedia di Apartement mungil-ku, bukan untuk mengambil obat sakit kepala tapi untuk mengambil test pack yang aku beli beberapa bulan lalu, aku dilanda rasa penasaran di pagi hari yang menggugah-ku untuk melakukan test “iseng2 beruntung” di pagi hari. Terus terang, aku tidak tahu seperti apa isi dari test pack ini :D, ternyata ada mangkuk kecil di dalamnya, aku coba baca cara menggunakannya dengan teliti, dan setelah beberapa menit, aku hampir melompat dari kamar mandir dan berteriak memanggil suamiku yang masih tertidur pulas. “Sayannnnnggg, I’m pregnant!”/ “what’s going on?”/ “I’m pregnant, look! (sambil menunjukan hasil dari test aku yag bergaris dua)/” come down sayang, don’t freak out!” aku memeluk suami-ku, rasa senang, panik, kaget campur menjadi satu. “let’s see go to see a doctor then”/ “wait until tomorrow sayang”/ “ok then if you say so!”. Sambil mengucap syukur berkali-kali aku kembali melangkah ke kamar mandi untuk mengambil air Wudhu untuk sholat Shubuh.

Hari minggu tanggal 25 Januari, aku terbangun cukup pagi, aku kembali melakukan test dengan alat test pack yang sempat aku beli kemarin, masih merk yang sama namun aku beli yang sedikit lebih bagus ;) hasilnya tetap sama, oh Allah! Aku benar2 hamil? Kali ini aku bangunkan suami dengan pelan dan bilang: “sayang, I’m really pregnant!” / “ya sayang, if you’re pregnant, you’re pregnant! Don’t panic, we have to go to see to doctor to make sure everything is fine!”/ “sigh! Aku kembali memeluk suami-ku, senang, dan kaget tak percaya aku ternyata bisa hamil juga, ya Allah, terimakasih!

Hari Senen tanggal 26 Januari aku ke kantor seperti biasa. Aku mulai searching doktert kandungan yang paling popular dan banyak bicarakan di google, ada beberapa nama yang tampil: dr Eka Putra SPog, dr. Ali Sungkar dan dr Suharjanti dan beberapa dr. kandungan dari rumah sakit lain, aku coba telp ke Brawijawa Hospital tempat dr. Ali Sungkar praktek kebetulan juga aku pernah cek 2 kali sama beliau jadi mungkin akan lebih mudah berkomunukasi jika sudah pernah ada record sebelumnya dengan beliau, namun sayangnya hari Senen beliau tidak praktek, prakteknya hari Selasa. Aku telp ke MMC dimana dr Eka Putra dan dr. Suharjanti praktek, aku coba tanya kebagian pendaptaran, jika saya mau ke dokter kandungan di MMC, dr siapa yang kira-kira bisa direkomendasikan buat aku? perempuan yang di balik telp bertanya : ibu hamil? Anak keberapa? Aku jawab..aku jawab, lalu ia kembali bilang : mungkin ibu bagusnya ke dr Eka Putra, beliau bagus dan senior di MMC. Alright then! Aku daftar dan kebagian jam 6 sore, tepat! Aku bisa menemuinya setelah pulang kantor.

Jam 5pm teng! Aku langsung mabur dari kantor menuju MMC bersama suami, tak sabar meunggu apa kata dokter? Syukurnya tidak ada macet  dan bisa sampai ke MMC tepat waktu, ah ternyata masih ada pasien lain sehingga aku sedikit menunggu, menunggu cemas-cemas penuh harap sambil terus mengucap “bacaan islam”, diam-diam aku terus lihatin hasil di test pack yang bergaris dua, ya Allah aku hamil? oh kayak nggak percaya!

“ibu Erni Herlina Munir!” yups, that’s me! Huff dokternya benar “senior sekali” :D /apa kabar dok? (aku menyapa duluan berusaha menghilangkan rasa gugup aku dan ingin membuat senyaman mungkin dengan dokter ini soale sudah cukup tua..:D)/ baik..baik..silahkan duduk, gimana..gimana? ada yang bisa dibantu?/ iya dok, dari hasil ini (sambil menunjukan 2 test pack kepada beliau) aku sepertinya positif, kami mau memastikan lagi dok, dan ingin cek “keadaanya”/ iya baik, bisa ke ruang sebelah sana, kita coba cek dulu ya,/ aku mengikut dan meminta suamiku mengikut juga, aku diminta berbaring dibantu suster, dr Eka mulai melakukan USG perut, oh My God! Beneran aku hamil! Aku kembali ke meja dan berhadapan dengan dokter, / gimana dok?/ iya ibu hami! Dan kelihatannya bagus kandungannya/ oh Alhamdulillah!/ how many week is that? (suamiku bertanya)/”it’s about 6 weeks!” mendengar dokter bilang 6 minggu, aku dan suamiku saling berpandangan, sementara dokter sibuk mempersiapkan resep obat yang akan diberikan pada-ku, dan jadwal control berikutnya adalah taanggal 28 Februari 2015.

Hari Rabu tanggal 28 Januari aku ke Semarang tepatnya ke Jepara untuk urusan kerjaan selama 2 hari, aku senang banget, Karena aku tidak merasa apa2 kecuali memang aku harus lebih banyak berhati-hati, Dan kembali tiba di Jakarta juga dalam keadaan sehat wal-afiat.

Hari berganti hari, aku bawaannya rasa happy saja, aku tidak merasa mual, rasanya aku lebih tenang, merasa lebih sehat tak mengeluh, sampai suamiku bilang: “if I knew that when you’re pregnant you never  complain, I would’ve make you pregnant before!” aku tahu suami-ku bercanda saja ;) aku memang merasa lebih banyak bersyukur dan juga tak henti2nya aku mengelus perut-ku dan mengajaknya bicara: “kamu harus kuat ya nak, kamu pasti jagoan mommy!” L L L
Hari Minggu tanggal 8 Februari, aku berangkat ke Pekalongan dalam rangka menghadiri acara pernikahan anak Walikota Pekalongan, lagi2 aku merasa bersyukur karena aku merasa sehat2 saja dan kembali mengajaknya bicara sambil mengelus2nya: “yang kuat ya nak, yang sehat ya!”. Hari Senen tanggal 9 Februari aku kembali ke Jakarta bersama seorang teman kantor menggunakan kereta api dan kami dihadang banjir besar di daerah Gambir di pusat Jakarta, tak ada satupun taxi atau bajaj yang mau membawa kami ke area kantor kami di daerah Thamrin, terpaksa kami jalan kaki dari Gambir ke Thamrin, cukup memakan waktu dengan genangan air yang cukup tinggi, lagi-lagi aku merasa baik-baik saja, sesampai di kantor aku sholat dan berdoa untuk kesehatan-ku dan kesehatannya “didalam”.

Hari Rabu tanggal 11 Februari, aku ke kantor seperti biasa, tapi sebenarnya jika aku sadar dan berhati-hati lagi, hari ini adalah berawalnya tanda-tanda aku akan kehilangannya L. Sore harinya menjelang sholat Ashar, aku melihat sedikit flek keluar, lalu aku coba bicara sama teman kantor, dia tanya: “banyak nggak?” aku bilang, hanya titik saja. Lalu dia bilang, mungkin nggak apa2. Aku sedikit lega dan kembali ke meja-ku sambil searching di google mengenai flek pada saat hamil, tak ada yang perlu dikhawatirkan pada dasaranya dari berita yang aku baca sehingga sore dan malam pun berlalu.

Hari Selasa tanggal 10 Februari, aku melakukan aktivitas seperti biasa, dan pada sore hari menjelang sholat Ashar aku kembali mengalami hal yang sama tapi kali ini lebih banyak, aku sudah mulai panic dan khawatir, aku bercerita pada teman yang sama sambil memperlihatkan ********** kepadanya, ia meminta aku memcoba cek ke dokter. Sebelum aku telp ke MMC aku telp ke suamiku untuk datang menjemput-ku, mendengar berita yang aku sampaikan, suamiku kaget. Selanjutnya aku telp ke MMC, dr. Eka rupanya tidak praktetk hari Kamis, jadi aku bertanya dokter siapa yang praktek? Katanya di balik sana, dr. Suharjanti, oh iya nggak apa2, aku daftar ya! Lagi2 aku kebagian jam 6.30pm sd jam 7pm, seperti biasa jam 5 teng aku langsung pergi dari kantor menuju MMC. Setiba disana, aku tak cukup lama menunggu karena aku memang sampai tepat waktu, karena mungkin aku buru2 atau kebiasaan-ku berjalan cepat, dr Suharjanti menegur; “eit, yang masuk ke ruangan ini umumnya orang hamil lho!” (katanya sambil tersenyum ramah keibuan)/ iya dok…./ aku duduk sambil menarik nafas/ gimana ibu Herlina?/ iya dok, saya hamil 6 minggu tapi aku ada sedikit ada pe*********..(sambil memperlihatkan sisa yang aku simpan barusan setelah dari toilet)/ ohh..lumayan banyak ya../ hmmmm..iya dok..ucap-ku dengan nada sedih. Dr Suharjanti mencoba membaca record data pemerkisaan aku dengan dr. Eka sebelumnya, aku melihat beliau manggut-manggut./ sudah di USG?/ sudah dok, tapi baru USG dari perut saja…/ kita coba USG transvaginal ya…/ duh apa itu dok?/ yok kita coba lihat…/ aku dituntun oleh seorang suster, aku diminta buka ****** dan diminta naik ke kursi yang belum pernah aku lihat sebelumnya karena selama ini kalau aku cek ke dokter kandungan aku hanya melakukan USG dari perut. Sambil menutup muka,antar malu dan geli dr Suharjanti melakukan tugasnya sesekali membuka suara: /” bagus ini, darahnya juga sudah nggak ada, posisi janin bagus, Rahim masih tertutup”/ mendengarnya aku sungguh lega, sambil kembali menggunakan ******-ku, aku kembali ke meja semula, sang dokter mencoba menerangkan dalam bahasa Inggris biar suami-ku juga mengerti. Iya! Tidak ada apa2, aku kembali ke apartemen-ku sambil menbawa begitu banyak tambahan obat dari dokter dan control kembali 2 minggu lagi kalau tidak apa2.

Sejak hari itu, aku memang selalu mengalami pen******* kecil2an tapi aku belum begitu khawatir dan masih melakukan aktivitas hari2ku seperti biasa, sampai pada hari Kamis tanggal 12 Februari aku mengalami pen******* yang cukup banyak, aku langsung telp ke MMC dan karena sudah cukup malam, aku terpaksa dikirim ke ruang labor dan ditangani sama bidan dan dokter jaga, aku diberikan obat yang dimasukin ke a***, dan juga obat panahan pen*******, aku ditanya: /”ibu Herlina, kami mau telp dokter, kira2 mau dokter siapa? Karena kami lihat ada dr Eka dan dr. Suharjanti…/ nanti ada cek dalam2 lagi ya sus? Kalau gitu dokter Suharjanti saja ya….(doh nggak kebayang aku dicek2 dalam2nya sama dokter laki2..:D)/ iya baik, kami akan coba telpkan dr. Suharjanti../ tak lama kemudian suster mungil yang bernama Mentari mendatangi-ku dan bilang: /”mohon maaf bu, dr berhalangan datang, tapi kita coba kasih obat ini dulu ya, kalau memang masih ada pen****** beliau akan paksakan datang…./ ya terpaksalah malam itu aku bermalam di ruang labor ditemani suami. 

Keesokan harinya, Alhamdulillah pen******* berhenti, jadi aku boleh pulang, dan minta kontrol lagi hari Selasa tanggal 17 Februari 2015.
Tadinya aku memang santai tapi ternyata mulai khawatir, tak henti2nya berdoa dan membaca doa yang sekiranya bisa dibaca, aku tidak mau kehilangan janin ini Tuhan; ya Allah, berikan kesehatan keselamatan dan kekuataan kepada-ku juga kepada janin-ku, itu salah satu yang acapkali aku panjatkan sepanjang jalan sepanjang aku menarik nafas, sambil terus mengelus perut-ku dan mengajaknya berbincang : please..kuat ya nak! Kamu jagoan mommy! ingat nggak? Mommy main snow sliding, mommy main ice  skating, mommy ajak jalan2 muterin kota Amsterdam berjam2 jalan kaki, penerbangan yang panjang dan jauh, kamu pasti sudah sudah ada di dalam perut mommy, kamu kuat sayang, kareka kamu pasti jagoan mommy, kamu pasti kuat seperti mommy..please kuat ya bertahan ya! :( :( :(

Meskipun aku diliputi rasa cemas dan khawatir, aku masih saja tak mau berhenti dari semua kegiatan, aku ingin tetap terlihat kuat dan baik2 saja dan memang sepertinya begitu, sampai hari Selasa tanggal 17 Februari pagi aku dikabari kalau dr. Suharjanti sakit dan tentu saja tidak bisa datang, jadi mungkin bisa dilakukan hari Kamis pada tanggal 19 Februari, aku bilang: iya baik! Tapi apa hendak dikata jam 12 siang aku kembali mengalami pen******* yang sudah cukup parah, aku panik dan gemetaran aku langsung telp ke labor dan disarankan datang segera, tanpa babibu aku langsung menuju ke ruang labor MMC, aku ditangani langsung dengan bidan yang sama, dan langsung menelp dr. Suharjanti, samar2 aku dengar dr. Suharjanti bertanya: dokter yang praktek hari ini? Sang bidan menyebut beberapa dokter salah satunya dr Kencana Shinta, pas mendengar nama dokter disebut rasanya aku mau langsung bilang: “iya nggak apa2 dr Shinta saja!” tapi rupanya dr. Suharjanti menyarankan ke dr. Shinta saja dahulu sementara beliau sakit dan benar2 tidak bisa datang. Tanpa menunggu lama lagi, suster mungil yang bernama Mentari mengantar aku ke ruang praktek dr. Shinta, aku sering juga mendengar nama dr. Shinta pernah juga direkomendasikan sama teman yang satu apartemen, katanya bagus, suaminya bule sangat perhatian dan memang benar, pas melihatnya, langsung adem saja rasa khawatir hilang sejenak, berbicara seperti teman, begitu juga ketika meminta aku untuk kembali melakukan USG transvaginal, uhhh lagi2 aku harus menga******** untuk keduakalinya, beda dokter beda cara, dr Shinta sambil melakukan tugasnya sambil mengajak bicara yang ringan, mulai dari tinggal dimana? Usia pernikahan? Usia berapa tahun? Lahir bulan apa? Tak terasa, semua sudah dicek tanpa terasa.

Hasil dari dr Shinta pun sama dengan dr Suharjanti sebelumnya, bahwa  posisi janin bagus Rahim pun masih tertutup yang berarti masih bisa dipertahankan. Pulang dengan perasaan lega.

Tanggal 18 February kembali berkantor seperti biasa, bahkan hari itu aku terlampau sibuk rasanya, sorepun menjelang, aku minta izin pulang lebih awal karena rasanya kurang sehat. Jam 17.00 aku tiba di Apartemen dan tiba-tiba saja, aku kembali mengalami pen******* luar biasa, aku tidak tahan melihat darah yang begitu banyak keluar. Aku kembali diantar ke MMC.  Jam 19.00 kami tiba di Rumah Sakit dan langsung ke ruang labor, seperti biasa para suster menangani  dengan cekatan. Salah suster aku dengar menelepon dr Suharjanti, karena aku memang meminta dr Suharjanti, namun dr Suharjanti masih sakit sehingga beliau tak bisa hadir, dan beliau memandatkan kepada dr Shinta lagi tapi dr. Shinta sudah berada di Bogor dan tidak memungkinkan kembali lagi ke Rumah Sakit, seorang suster datang pada-ku dan bertanya: “ibu Herlina, bagaimana kalau kami panggilkan dr. Eka, dokter pertama ibu?” “dr. Eka ya? Aku sebenarnya ingin dokter  perempuan, sus..” suami-ku ikut bicara: “ sayang, man or woman they are all the same, you need a doctor now!” ya baiklah suster aku manut saja!

Tak lama, dokter Eka muncul, lho ko’ bisa secepat ini datangnya beliau? Ah rupanya beliau tinggal tak Jauh dari MMC, beliau menyapaku dengan ramah, mengajak-ku berbincang-bincang ringan setelah mendengar keterangan dari suster mengenai keadaanku, “kita cek dulu ya bu Herlina” kata dokternya, “doh.. cek apa ini dokter?”/ “kita coba kandungan ibu” (hmmmm..God! beneran juga aku harus ditangani dokter laki2, gumam-ku dalam hati). Aku masuk ke ruang  yang  biasa digunakan untuk melahirkan, aku dicek kembali seperti yang telah dilakukan oleh dr. Suharjanti dan dr. Shinta dan hasilnya? Sama! Posisi janin tepat di tempatnya, rahim masih ketutup, jadi? Masih bisa dipertahankan. Lalu suami-ku bertanya apa sebenarnya yang menyebabkan adanya pendarahan? « ini disebut pendarahan implentasi yakni menempelya sel telur pada dinding rahim sehingga bisa menyebabkan flek atau pendarahan. » dan pendarahan ini biasanya dianggap normal karena katanya 20 % sd 30 % kehamilan mengalami pendarahan dan 80% bisa tetap dipertahankan sampai melahirkan.

Well….Kata dokter aku boleh pulang, bed rest at least one week, berbekal obat2an yang lebih banyak, aku pulang dengan perasaan lega, aku juga merasa lebih enak. Jam 20.30 aku keluar dari Rumah Sakit dan karena merasa lapar dalam perjalanan pulang, aku meminta suami-ku untuk berhenti di Plan B Spanish Restaurant yang ada di kawasan Senayan, kami pun mampir makan malam di sana, aku hanya makan Salmon plus hot limon tea untuk minumanku (apa ada yang salah dengan makanan itu?), kami memang tidak berlama2 di sana karena perut-ku mulai mulas sehingga kami buru2 pulang, jam 22.30 tiba di Apartemen, aku tidak sempat lagi cuci muka sikat gigi, perut-ku sudah sangat mulas luar biasa, suami-ku bolak balik nggak jelas, aku keringatan menahan rasa sakit yang luar biasa. Suamiku minta aku berbaring dan memeluk-ku, sejenak aku merasa nyaman dan tertidur, tapi tak bertahan lama, perut-ku rasanya kayak diremas2 sakit sekali, Allahu Akbar! Lailahaillah! Lahaula Wala Quwata Illa Billah Hil Aliyil 'Azim! Kenapa sakit begini Tuhan? Aku benar2 merasakan sakit yang luar biasa dan aku hanya bisa mengucap dan terus mengucap sampai pagi menjelang.

Jam 06.30 aku berangkat ke Rumah Sakit masih dengan perut mulas, aku tak berhenti menangis, menangis antara menahan sakit dan memikirkan the worst case scenario happen L. Jam 08.00 kami tiba di Rumah Sakit, aku tidak sanggup lagi berjalan sehingga harus menggunakan kursi roda.

Aku kembali ke ruang labor, ditangani seperti biasa tapi kali ini lebih ketat, aku diinfus untuk penahan sakit kontraksi katannya (ya ampun, ini toh namanya kontraksi?) aku tidak tahu jika kontraksi itu begini sakitnya. Tak lama kemudian dr. Eka muncul dan bilang: “ apa yang ibu alami saat ini sebenarnya ciri2 miscarriage, tapi kita tetap usahakan yang terbaik ya bu, pokoknya ibu kita tangani dulu ya, kita usahakan yang terbaik”  huff aku tak tahan untuk tidak menangis mendengar ucapan dr. Eka. Aku sudah tidak diizinkan ke kamar mandi, mau pipis atau mau BAB harus di pispot, sementara dr. Ekan masih berada di samping-ku memberikan wejangan ringan sambil menepuk2 ringan kaki-ku. Setelah rasa sakit “kontraksi”-ku hilang, dr. Eka pamit sebentar, aku memang tidak merasakan sakit apa2 lagi, makanya aku minta suamiku pulang dulu untuk istirahat.  Namun selang beberapa waktu aku mengalami pen******* terus menerus justru rasanya semakin banyak, suster 3 kali bolak balik membuang isi pispot  sampai ke 4 kalinya aku rasakan ada sesuatu yang jatuh ke pispot “plukkk!” oh Tuhan perasaan-ku sungguh sudah tidak enak, oh janinku keluar suster! teriak-ku. Suster mengambil pispot dan aku melihat suster memasukan sesuatu ke dalam toples kecil, dr. Eka muncul lagi dan bilang dengan wajah sangat menyesal: “bu Herlina, janinnya nggak bisa dipertahankan lagi!”  ya Allah, tumpah sudah air mata-ku, dr. Eka kembali memberi wejangan, ah aku sebenarnya nggak suka ditangani oleh beliau pada awalnya tapi akhirnya jatuh suka juga jadinya, mungkin karena beliau bukan hanya menangani aku secara ke kedokterannya tapi mungkin juga beliau mencoba menempatkan dirinya sebagai seorang bapak kepada anaknya. I’m gonna keep him for my next pregenancy I think ? ;)     
my first testpack

Begitulah, cerita demi cerita dari hari pertama aku tahu diriku hamil sampai akhirnya kehamilanku berkahir pada tanggal 19 February jam 10.00 di MMC Jakarta. Semua seperti mimpi!


Tentu ini menyedihkan meski pada awalnya kehamilan ini bukan hal yang diprogram tapi mendapatkannya adalah kebahagian yang luar biasa dan kehilangannya pun adalah hal yang menyedihkan.

Karena menurut dokter, kandungan aku baik-baik saja, Rahim aku juga Insya Allah tidak ada masalah dan kemungkinan besar bisa hamil lagi
my secont testpack
dalam 3 bulan ke depan, jadi sekarang harus lebih berhati-hati senantiasa jaga diri lahir dan batin sehingga sehatnya juga lahir dan batin. Amin YRA!





6 weeks

8 weeks



its clean no more emberio :(

#akuinginhamillagi
#hamilituindah
#hamilitukebahagian


The Story behind my short trip To NEW YORK CITY – USA

December 23, 2014 at 11:17pm
Pernah mendengar jika mengurus VISA USA untuk kita orang Indonesia, ribet dan sering ditolak? aku sering banget mendengarnya,   bahkan teman2 yang sudah well travel sekalipun pernah ditolak VISAnya, #ngeringeriserumendengarnya. Aku banyak minta informasi dari teman juga membaca via blog atau informasi tertulis dari komunitas2, salah satunya  ‘Komunitas Perkawinan Campur’.

Well, aku pernah mau mengajukan VISA USA  pada tahun 2010 ketika mau ke Kanada, tapi melihat antrian yang ada di luar gerbang Kedutaan membuat aku sudah ngeri duluan, padahal salah satu petugas di Kedutaan Kanada sudah memberikan informasi bahwa: “ jika sudah memilik VISA Kanada biasanya VISA USA_nya bisa langsung diapprove”, info tersebut kurang begitu jitu buat aku, aku mundur sebelum perang :D dan akhirnya aku ke Kanada tanpa VISA USA.

the view from 86 floor of Empire State Building
Tahun 2014 ini, setelah diskusi yang agak panjang dan planning dalam waktu lama, akhirnya kami benar-benar memutuskan untuk mengunjungi keluarga suami-ku di Kanada. Lalu suamiku bilang, “if you wanna take a chance, go to US Embassy and get your visa!” mendengar ucapannya: eh emang loe pikir gue ini siapa? dengan gampangnya bisa dapat visa USA? #pesimisduluanL. Tapi finally dengan sedikit ragu aku coba apply visa USA di Kedutaan Amerika di Jakarta.  Setelah melewati proses yang cukup panjang, 3 tahap antrian, dengan jumlah applicants ratusan orang. (tahap 1. Antri di depan gerbang kedutaan, waktu itu aku kebagian jam 7 pagi, tahap kedua, di depan loket, di mana kita harus menyerahkan passport, jadwal wawancara dan form DS-160 yang sudah dilengkapi, bisa via web US Embassy atau juga via agent yang menyediakan, waktu itu aku isi form via Artalex, studio foto di Sabang, di tahap ini kita harus cukup waspada karena cukup penentu untuk tahap berikutnya, ketika ditanya, visa transit atau visa tourist, jangan ragu untuk jawab visa tourist! Aku menunggu dengan cemas2 dungu, tapi syukurnya ketemu teman bicara namanya Dewi dia mau mengujungin adiknya yang sedang study New York ketegangan terhapuskan untuk sementara waktu, sampai datang seorang ibu ke samping kami, beliau ini dosen Stastik di sebuah Universtas Swasta di Jakarta,  beliau mulai mengangkat pembicaraan, dan beliau juga bercerita kalau beliau sudah 2 kali ditolak Visanya! Alamaaaak!  Padahal sekilas ibu ini terlihat keren sekali, pakai jilbab modis, dari ceritanya juga bukan orang dari kalangan bawah (dan benar ketika kami keluar bersama, beliau dijemput sopirnya dengan mobil keren, lalu salahnya di mana waktu itu?). Dari cerita punya cerita, akan ada tiga kertas yang akan kita terima tergantung dari hasil interview dengan petugas kedutaan, 1. Kertas kuning, itu berarti ditolak mentah2! 2. Kertas pink, berarti dokumen kurang lengkap! 3, kertas putih, your visa has been approved! Dari beberapa applicant yang aku perhatikan memang ada yang keluar membawa kertas kuning, pink dan juga putih, DOH! Tambah deg2a ane dibuatnya :D.

Dari tahap finger print ke proses interview memakan waktu cukup lama. Tapi akhirnya kelompok aku dipanggil juga, kelompok 54! dengan jumlah anggota 6 orang, 2 orang dari  perusahaan BUMN (terlihat dari Seragam yang digunakan) 2 orang anak dan ayah yang mau sekolah di USA, 1 ibu yang sudah cukup tua dan tidak bisa sama sekali bahasa Inggris, ketika ditanya A dijawab D akhirnya petugas dengan terbata2 menggunakan bahasa Indonesia, tapi salutnya semua dokumen yang diminta oleh petugas tersedia dengan lengkap dan berhasil mendapatkan kertas putih, rupanya beliau mau mengunjungin anaknya di USA. Jadi di kelompok aku tak satupun yang menerima kertas kuning atau pink alias Visa mereka diapprove semua. ( oh ya, di kedutaan Amerika, kita interviewnya berdiri, kita ditanya apa dan dijawab apa semua yang antri di belakang kita akan mendengar termasuk kalau kita ditolak..:D)nah tiba giliran aku, Dewi rupanya berada di loket samping aku, dia memberi kode “good luck” aku tersenyum.

Officer: “Erni Herlina Munir?”
Me: “yes I am”
Officer:  “have you been to USA before?”
Me: No! it will be my first visit!”
Officer: “why now? and what city/place you’re going to visit in USA?”
Me: “I’m going to visit my parent in law in Canada in December and I’d like to Visit New York!”
Officer:  “oh..you have Canadian family?”
Me:  Yes! My husband is Canadian and I’m going with him!”?
Officer: ah ok! How long you’ve been married?”
Me:  “Six years!” (Sambil senyum2 evil huff enam tahun sudah!)
Officer: “can I see your marriage Certificate?”
Me:  “Sure!” Sambil menyodorkan buku nikah dari KUA :D, dia menilik2 foto di buku nikah sambil sesekali melihat ke aku ;) tak lama kemudian…….
Officer: ”congratulation! Your visa has been approved, the process will take 2 or 3 days and we’ll send the passport to your address!”
Me: THANK YOU MS!

eh..uh..ah segitu doang? Hahaha!  Dokumen2 lain ko’ ngga diminta? #happyjumping! And in 2 days I got my passport with US Visa on it for 5 years, YAY!

Pada awalnya kami mau ke New York dengan teman2 suamiku atau dengan orang tuannya, karena kebetulan Drive License-nya untuk di Canada sudah expired sementara untuk perpanjang SIM di Kanada tidak semudah memperpanjang SIM di Jakarta, jadi cari teman biar kita bisa lewat darat, tapi akhirnya nggak ada yang bisa, mama mertua bisa,tapi papa mertua nggak bisa karena passportnya expired dan dia malas ke Montreal untuk ngurus,  walhasil kita putuskan pake Tour saja

Judul Tournya: “De Sherbrooke à New York”. Kami start dari Sherbrooke  jam 4 Shubuh dengan lama perjalanan sekitar  6 s/d 8 jam, dengan rute: Sherbrooke – Magog – Stanstead – USA :  Vermont – New Hampshire – Massachussets – Connecticut – New York!
Jam 5 shubuh kami tiba di Immigration border Kanada – USA di Vermont, semua peserta tour menuju Duty Free lalu ke ruang Imigrasi, karena aku satu2nya peserta dari Asia, suami-ku minta supaya kami berdua masuk paling belakang, khawatir aku akan diinterview lama, karena lagi2 mendengar, jika Imigrasi USA ketat banget memperlakukan first visitor, jika dianggap mencurigakan atau kelihatan ragu menjawab pertanyaan yang diajukan, mereka akan melacak latar belakang kita dan tidak menutup kemungkinan kita di hold di imigrasi dan tidak diperkenankan masuk USA, makanya ada kalimat begini, kalau tidak salah: “dapat visanya bukan jaminan anda bisa masuk ke negaranya” .  Petugas pertama, kelihatan serem, nggak ada senyumpun. Huff! semoga aku nggak dapat dia, gumamku dalam hati, hehe. Petugas kedua membuka line dan memanggilku menghadap, kelihatannya seh baik. me? Oh My God! Aku pegang tangan suami-ku, “ go sayang, ayuk!” kata suamiku. #Bismillah!

Officer: “how are you?”
Me: “I’m good, thank you!” (sambil menyodorkan passport aku)
Officer: “ I hope so! you must be from Asia?” (padahal sudah pegang passport aku, masih Tanya :D) / Me: ” Yes!, I am from Indonesia!”
Officer: ”Indonesia?” (sambil menilik2 passport aku dan visa USA di dalamnya)
Sambil goyang2 kaki di bawah, rasanya aku mau bilang, “do you know Mr. Jokowi?” hahaha
Officer : “you’ve been to USA before?”
Me: “No! this’s my first time”
Officer: “Are you living in Canada and what do you do?”
Me: “No! I’m not living in Canada, I just came to visit my parent in law with my husband!”
Officer : “Canadian husband!?”
Me : “yes sir!”
Officer:  where’s your husband?”
aku menoleh dan menunjuk ke arah  suamiku sambil senyam senyum masem.
Officer: “do you know how much is the tax you have to pay?”
Me:  “it’s supposed to be six dollars?” ( ini seh aku sudah dapat info duluan hehe)
Officer: “It’s supposed to be!!!!”sambil senyam-senyum nggak jelas, dan berlalu dari hadapan aku.
Me: ” alright! I’ll give you this paper for six month, you can use this paper if you’re going back to USA  before 18 June 2015 without paying six dollars, HERE WE GO and have fun Erni Herlina!
Me: “ THANK YOU SIR!”

DONE! Welcome to USA! :D :D :D

Sampai di New York semua peserta tour girang, apalagi ketika Jean Sebastian (The Tour Guy) bilang: Welcome to NEW YORK guys! Wah pada teriak..aku seh nggak! Biasanya saja tuh..nggak jauh amatlah dengan Jakarta, macetnya, banyak orang :D melihat expresi muka aku yang datar, suamiku tanya: “are you happy to be in New York?” / YES! I’M HAPPY SAYANG, THANK YOU!” malu lah kalo mau ikut teriak2 begitu..anak pulau harus jaga sikap di negeri orang hahaha

3 days 2 nights!

Hari pertama: kami ke Empire State Building, yups seperti kebanyakan tourist2 attraction di Negara lain pasti selalu penuh pengunjung, buka dari jam 8am s/d jam 2am, it’s a lot of stuff we can see, view Manhattan keren banget dari lantai 86, yang biasanya hanya bisa aku saksikan di film2 Hollywood, sekarang aku saksikan sendiri secara live :D.  kunjungan kedua, Ke Time Square, seperti yang sering aku tonton di TV, Time Square di Manhattan memang selalu penuh orang, menurut infomasi dari Tour Guide, pengunjung yang datang ke NEW YORK dalam setiap tahunnya bisa mencapai 50 ribu orang dan kebanyakan mereka berada atau menghabiskan waktu di Time Square, dan memang benar full banget orang dengan segala gaya dan tentu saja mungkin datang dari belahan dunia antah berantah karena aku bisa dengar jenis bahasa macam2 dalam setiap langkah. Kunjungan ketiga Macy’s The Largest Store in the Word, karena memang luas banget, luasnya sekitar 198000 M2, gila banget kalau dikelilingi seluruhnya bisa  seharian atau mungkin 2 hari dengan semua barang2 yang dijual branded punya ;) para pejabat kalau ke NEW YORK pasti belanja2 tasnya di sini :D. aku tidak mengelilingi semua, aku cuma sekitar2 saja karena pedih mata-ku melihat harga yang terpampang  dan aku pasti terharu kalau mereka minta aku beli tapi  budget tak cukup untuk membelinya, jadi aku memilih keluar saja :D :P.  Yang terakhir dinner, Makan the best pizza ever di Pizza Albitino’s!

Jam 19.30, pulang ke hotel: Marriott Park Ridge di New Jersey, lumayan jauh dari Manhataan sebenarnya, alasan ambil paket Marriot Park Ridge ini karena mau save budget, kalau kita ambil paket yang menginap di Marriott Manhattan atau Hilton New York pasti costnya jauh lebih mahal..:D :P but it was fun, hotelnya bagus banget!, kita tak perlu bayar taxi tinggal duduk manis di bus yang luxury, sampai deh! That’s what we called, TOURING!

Staten Island
Hari Kedua: dari hotel langsung ke Staten Island naik Ferry nyebrang ke Manhattan sambil melihat-lihat patung liberty dari jauh karena kami tidak punya kesempatan masuk ke sana, tiket harus dipesan satu bulan sebelumnya L, tapi tak apalah dari jauh juga sudah cukup #menghiburhati. Dari Staten Island ke Financial District; mengunjungi Wall Street, Wall Street Bull, New York Stock Exchange, 9/11 Memorial, dan the Construction of the new World Trade Center. Dari Financial District ke China Town, dan Little Italy, sama sekali tidak ada yang menarik di sana..#maaf! kami ke Trump Tower, (ini kegiatan kami berdua saja)  keren kali tower ini! kami sempat makan siang di Café Trump, berharap Donald Trump turun dan menyapaku :D :D #wadulbangethahaha. Lalu kami ke Rockafeller Center (The biggest Christmas Tree in USA), kami kembali ke Time Suare dan Briyant Park.  YAY! Makan pizza lagi di tempat yang sama..hehe! semua ini dilakukan dengan jalan kaki dan dengan cuaca dingin yang maha dahsyat, sesekali kami mampir di Starbuck untuk minum2 yang hangat sekaligus angetin badan, lalu lanjut lagi, syukurnya setiap sudut kota New York ada Starbuck jadi bisa berhenti anytime kalau muka-ku mulai kaku karena dingin..hehe (New York in Winter better not anymore!) as my first visit to New York, it was really fun and great experience!

Jam 18. 30, tour kembali dilanjutkan dengan group menuju Grand Central Terminal, Lincoln Center, dan Rockafeller Center tapi aku tertidur di bus, jadi aku tidak sempat ke Grand Central terminal dan Lincoln Center, karena Rockafeller aku sudah mengunjungi berdua dengan suami-ku, jadi tak apalah..cukup sudah!

Hari Ketiga:  ke Dakota Building ini sebenarnya adalah apartemen mewah di mana John Lennon terbunuh di sana, sementara Yoko Ono sampai detik ini masih tinggal di salah satu ruangan mewah  di sana J), ke Central Park, berkeliling di sana, melihat Strawbeery Fields, Memorial of John Lennon, Minton Tile Ceiling, Shakespeare Garden (Shakespeare Garden ini, disediakan bangku2 romantis di sana dan kita boleh menuliskan kalimat2 yang berkesan tapi kita harus bayar 7000 USD pertahun) dan sebenranya banyak lagi pemandangan di sana, dan karena hari minggu jadi banyak orang lokal juga yang sedang berolah raga atau sekedar bermain2 dengan anjing2 lucu mereka, ke  Time Square lagi  karena tidak ada habisnya pemandangan di sana ;)  Ke Macy’s for shopping sedikit :P ke Briyant Park dan makan Pizza lagi :D.

PULANG!  

Jam 12. 30 kami start dari Kota New York, jam 17. 30 mampir makan malam di Hartford Connecticut,  jam 20.13 tiba di Immigration Border USA – CANADA di Stanstead and here again! :D

Officer: “comment ça va?”
Me:  Bien, merci.
Officer: tu es parles français?
Me : Non! Anglais,  s’il vous plait!
Officer tersenyum, para peserta tersenyum, ada juga yang tertawa, suamiku memonyokan mulutnya dengan kalimat : « bodoh-ku » hahahaha
Officer : where do you live in Kanada and what do you do? (duh pertanyaan yang sama lagi neh?)
Me: for now I live in Sherbrooke with my husband but we are not living in Canada, we are living in Jakarta - Indonesia
Officer: where’s your husband? (aduh ditanya sama lagi..takut amat yak aku pergi2 nggak dengan suami hehe)
Karena Francois persis berdiri di samping aku, aku tunjuk langsung
Me : “He’s my husband! »
Officer: he lives with you in Jakarta?”
Me: Yes, “we both are living in Jakarta!” ( emang kalo nggak, situ mau temankan hidup di Jakarta? :D :P)
Officer : “When are you going back to Indonesia? »
Me: aku sebutkan lah tanggal berapanya ;)
Officer : are you planning back to USA before 18 June?
Me: “Could be!”
Officer: “Ok! Here We Go!”

DONE! DONE! DONE! Re-Bienvenue au CANADA!

3 days and 2 nights it’s just more than enough for me to explore NEW YORK CITY the city that never sleep just like Jakarta ;)
Visit New York City it’s not actually a big dream for me it’s just a wish: “I wish one day” then I just made it! THANK YOU GOD! Thank you My Francois, merci mama et papa!

Well, the story it might be boring or not really interesting but I wish you guys enjoy the pictures and the view of New York City!
As I said: “travel as much as you can and share the joy!”
that's my paper for my six dollars :D
Add cMy US VISA, for 5 years! ;)

26 Desember 2010

setelah 3 tahun kembali menginjakan kaki di tanah bugis ...banyak yang berubah, mulai dari airport yang banyak direnovasi.

Perjalan kali,ini benar-benar untuk bekerja jadi untuk berkunjung ke saanak familiy untuk semntara di kebelakangkan :-)

dari bandara Hasanunddin lalu menuju ke salah satu hotel di kawasan Panakukang Mall, bukan hotel bintang lima yang bisa aku tempati dengan suamiku ;-) tapi cukup nyaman untuk ditempati untuk beberapa hari dalam rangka tugas kantor-ku.

Hari pertamaku, adalah bebenah diri dan berkas2 untuk memulai pekerjaanku di sini sementara tim yang sudah direkrut sedang menunggu tugas yang akan mereka lakukan.

Bertemu dengan beberapa mahasiswa dari tiga Universitas sebagai team aku di Makassar adalah hal2 unik dan menyenangkan bersama mereka, bertemu dengan temanku D, teman yang aku kenal lewat forum yang aku kelolah tapi seolah kami ada teman lama yang sangat dekat, kisah demi kisah kami utarakan bersama di tengah kesibukanku menyelesaikan pekerjaanku.

Bertemu dengan seorang pria tetangga kamar hotel, membuatku sedikit linglung hehe, kami sama-sama dari Jakarta yang kebetulan juga sedang melakukan pekerjaan dengan aku, namun saja dia dari perusahaan otomotif ternama di Jakarta, pertemuan di pagi hari di saat kami breakfast di hotel tempat kami menginap, orang jawi yang ngemong..oh God! Pembicaraan mengalir begitu saja ketika dia menawarkan diri untuk duduk di depan aku..oh rupanya dia tetangga kamar, sebenarnya tidak ada hal special untuk diceritakan karena memang tidak ada sesuatu special yang perlu terjadi kecuali ajakannya beberapa kali untuk pergi dinner dan menemaninya pergi ke kota B, namun tentu saja aku tolak..sungguh! Senang melihatnya berbicara dengan logat jawi yang medok dan senyumnya yang sumringah bercerita tentang anaknya yang lucu, pasti dia sangat bahagia dengan keluarganya sama bahagianya aku dengan suamiku.

Bertemu dengan tante dan om (keduanya adik kandung ayah-ku-red) aku yang sudah hampir 16 tahun tidak berjumpa, mebuatku terharu dan seperti terkenang kembali masa kecil semasa aku mengeyam SMP di kota P. Om dan tante aku masih saja belum berubah dan selalu menganggapku anak kecil yang perlu dikasih wejangan traditional yang harus dilaksnakan..seperti tidur harus pake sarung hahaha dan makan harus menggunakan talanggan atau baki ;-), ya tentu saja aku mendengar dan mungkin sebagian aku ikuti tapi kalau tidur pakai sarung? Apa ia masih perlu?

Bertemu dengan sepupu-sepupu aku yang begitu nge-wong deso tapi Masya Allah begitu bersahaja..bertemu dengan keponakan-keponakan-ku yang cantik2 dan ganteng2 sungguh hal yang sangat menyenangkan, mereka masih kecil ketika aku ada di sana pada tahun1992 bahkan ada di antara mereka belum lahir, tapi mereka begitu gembira melihat aku..sunggu tidak ada yang berubah kecuali mereka yang beranjak remaja, beranjak dewasa dan menua.


Menikmati kota Makassar sungguh tiada bosannya, meski sedikit agak sulit memahami sebagian masyaraktnya tapi sungguh sangat indah dan nyaman. Team yang begitu penuh semangat, teman ku D yang selalu menemani, Om dan tanteku yang begitu penyayang, sepupu2ku yang begitu hangat, keponakan-ku yang lucu2, rasanya ingin selalu ada di antara mereka.

Huff, ada pertemuan pasti ada perpisahan, sembilan hariku sudah terlewati dengan penuh kerja keras, hampir putus asa tapi tetap indah harus berkahir dan kembali to the real world..kembali ke Jakarte dan melanjutkan penghidupan lain.



Makassar, 3 January 2011




Abu Dhabi Tour

Selalu ada cerita menarik kalau jalan-jalan. seperti biasa kalo weekend aku sempatkan untuk menghabiskan waktu di luaran dengan suami entah itu di dalam kota Dubai saja atau menyempatkan untuk keluar dari kota Dubai. Seperti hari ini aku dan suamiku untuk memilih pergi ke Abu Dhabi untuk spend waktu, seharusnya hari Jumat, karena dayoff-nya mid-east adalah Jumat tapi karena kebetulan tourist destination yang kami ingin tuju sedang tutup hari Jumat maka kami pilih bertour ria hari sabtu pagi sebelum suamiku bergegas untuk gig di malam harinya.

Jam 9.30 sebuah jemputan kijang Inova menjemput kami di hotel tempat kami stay selama ini, kami tidak berdua saja, di dalam mobil sudah ada turis dari Spanyol yang satunya tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Mobil ini adalah khusus mobil yang membawa para turis yang ingin menikmati keindahan kota Abu Dhabi, cukup hanya membayar 250dirhams/orang atau sekitar Rp. 600.000,. Perjalanan dari Dubai ke Abu Dhabi sendiri memakan waktu 1 ½ jam dengan melewati Sheikh Zayed Road. Ada 6 titik tourist destination yang kami tuju, yaitu; Abu Dhabi Magnificent Corniche, Heritage Village, Emirate Palace, Sheikh Palace, Sheikh Zayed Mosque dan terakhir stop di Marina Abu Dhabi Mall.
Tourist destination pertama yang kita datangi adalah ini adalah Sheikh Zayed Mosque salah satu mesjid terbesar di Dunia, mesjid yang berkapasitas 40.000 ini terbuka untuk umum dalam arti bisa dikunjungi oleh any religi namun dari pihak pengurus mewajibkan setiap pengunjung wanita menggunakan “abaya” atau pakaian muslimah sebagaimana layaknya untuk memasuki mesjid pada umumnya, sedangkan untuk kaum adam sendiri tidak diwajibkan asalkan rapih dan tidak menggunakan celana pendek ala turis. Menyaksikan para turis yang datang berbagai Negara menggunakan “abaya” membuatku geli sendiri, karena terlihat compang apalagi jika melihat para turis China atau Jepang menggunakan “abaya”, suamiku malah terlihat jadi kayak orang timur tengah sama halnya bule-bule lain yang menggunakan “abaya”. Hehehe
Menyaksikan keindahan mesjid ini sungguh rasanya tak cukup hanya 30 menit (karena kebetulan setiap tempat yang akan kita singgahi hanya punya waktu 30 menit itu perjanjian awal denga pihak travel-red). Tapi toh sudah sangat puas bisa berkunjung di mesjid ini dan menggunakan “abaya” di dalam mesjid.
Tourist destination selanjutnya yang kami kunjungi adalah Emirat Palaca Hotel, ini salah satu incaran para turis untuk dikunjungi, namun sayangnya para turis tidak dibebaskan berada di dalam area hotel hanya bisa mengambil gambar dari luar, agak kecewa awalnya karena dari pihak travel tidak memberi info mengenai hal ini, tapi tak apalah sudah melihat dan masuk pekarangannya saja sudah cukup, bagaimana dengan orang yang tidak bisa melihat dari dekat sama sekali ;-) setelah puas memotret kamipun bergegas meninggalkan Emirat Palace Hotel.

Heritage Village adalah tujuan kami selanjutnya, namun sebelumnya kami ke sana kami melewati Abu Dhabi Palace tapi lagi2 kami tidak bisa berheti apalagi mengambil foto karena memang bukan Tourist Destination atau bukan untuk umum, aku sempat mendengus sejenak apalagi menyaksikan driver melarikan mobil cukup kencang, aku sempat menegurnya; “heyyy we are not in a rush! Can you just driver slowly” kataku dengan nada yang cukup tinggi..baru lah driver turunan india tersebut memelankan laju mobil. Tak selang beberapa lama kami sampai di Heritage Village, tempatnya nggak terlalu luas, Cuma ada satu restoran dan dari restoran tersebut kita bisa menyaksikan olah raga air diantaranya jet ski, beberapa counter penjual souvenir, beberapa contoh rumah peternak unta dan satu ladang peternakan, tak begitu ingin lama di tempat ini lalu aku dan suamiku memutuskan keluar dari area Heritage Village menuju mobil dan rupanya Turis Spanyol yang bersama kami juga sudah menunggu. Kami lanjutkan ke area Abu Dhabi magnificent corniche yang tidak begitu jauh dari Haritage Village, di sana kami bisa menyaksikan laut lepas, Indah!
Jam 1 teng! Saatnya lunch saatnya ke Marina Mall tempat terkahir yang kami kunjungi untuk Abu Dhabi tour kali ini. Seperti biasa Mall ya Mall tempat belanja bagi yang punya uang atau window shopping bagi yang sedang berhitung;-). Sebelum melirik sana sini, kami menuju sebuah restoran aku lupa catat namanya, tapi yang jelas restoran low-mid class tempatnya nice dan makananya sangat enak apalagi risolesnya hmmm nyum..nyumm;-) kami melepas lelah sejenak dengan memesan makanan ringan sambil ngobrol ringan dengan suamiku, dan yang pastinya said “ I love you sayang, thank you sayang” LOL. Setelah menyantap makanan, kami lanjutkan untuk mutar-mutar mall ya sekedar window shopping niatnya, namun di lantai 3 suamiku berhenti di shop Al-Mar’ah, shop ini menjual khusus abaya perempuan, aku keheranan melihat suamiku berhenti pas di depan shop sambil menatapi patung yang sedang menggunakan abaya bercorak biru, indah seh kelihatannya di patung ya belum tentu indah di aku;-) “ nice ya sayang”, kata suamiku..karena aku nggak begitu tertarik dengan abaya ya aku mengangguk2 saja “ you wanna go to see in side?” tanyanya lagi…”for?” tanyaku kembali..”who knows you like and you want to buy” katanya lagi..hu?? kalau saja di Zara atau di Mango berhenti tanpa bertanya pun aku sudah nyosor ke dalam hehe, well aku tak mau ambil pusing aku ikut saja maunya suamiku tercinta..semoga suamiku faham neh abaya lebih mahal dari pada baju kaos yang aku mau beli di Zara. Benar saja pas aku cek harganya 400dirhams atau sekitar Rp. 900.000-an tapi katanya diskon 20% jatuhnya jadi 320dirhams atau sekitar Rp.800.000-an nggak jauh beda selisihnya, tetap saja harga segitu kalau buat abaya mahal mungkin kalau boot langsung ditarik tuh hahaha, tapi tiba2 aku berpikir kenapa nggak coba punya abaya sekali2 gitu..”I’ll try deh sayang” kataku pada suamiku yang masih termasygul2 dengan abaya2 yang dipajang. Well, cuman satu pertanyaannya pas nglihat aku menggunakan abaya tersebut, “do you like it?” malu2 aku menjawab “ya sayang” but sayang do you have money for this price?” tanyaku berbisik “I have money for abaya but not another boot” jawabnya singkat. LOL!! So, another clothe for my baggage! Tak hanya itu..lazensa diskon besar2an rupanya, rasanya tak legapun hati kalau ada pakaian dalam yang didiskon tapi tak membeli meski barang secuil 2 cuil sampai 3 cuil ;-) another paper bag in my hands…pulang saatnya pulang! Kami bergegas keluar dari Marina Mall karena khawatir mereka sudah menunggu dari tadi, ah 2 turis Spanyol itu juga rupanya masih berdiri menunggu.
Dalam perjalanan dari Abu Dhabi ke Dubai akan menempuh waktu yang sama 1 ½ jam, kami melewat 2 calon Island yanga sedang di bangun oleh pemerintah UAE yakni; Al Saadiyat Island and Yas Island, Al- Saadiyat sendiri akan dibangun resindence mungkin seperti Jumeirah Park di Dubai, masih dalam pembangunan dan rencananya 2018 sudah kelar..nah lho kalo 2012 gimana dong hehe, sedangkan untuk Yas Island ini sendiri masih kelanjutan dari Yas Island Circuit, ini juga akan menampilkan atraksi seperti Warner Bros Movie World, taman tema film oleh Warner Bros, Ferrari World, hotel termasuk Yas Marina Hotel, sebuah taman air, dan Yas Mall. Karena belum ada pemandangan yang nyata makanya kami hanya melihat dari mobil saja. Tapi sungguh indah tur hari ini, berharap bisa kembali lagi ke Abu Dhabi pada waktu dan di lain kesempatan  Amin

Cerita hari ini 20/10/10

Bangun jam 5 sore tidur dari jam 10 pagi sampai-sampai sholat Dhuhur dan Asharpun aku jamak;-) aku tahu ini lebih baik daripada tidak sama sekali, dan tidak bermaksud mengada-ngada karena benar-benar ketiduran.

Well, bukan cerita di atas yang aku mau tulis……
“sayang, after praying we ‘re going go the GYM, ok”. Ucapku pada suami sambil memasang kudung sholat, namun aku lihat suamiku tak bergeming mungkin masih dalam keadaan mengawang-ngwang.
Tak selang berapa lama aku menyelesaikan sholat jamak-ku (Ashar-Dhuhur), hp-ku bergetar tanda sebuah sms. yups sebuah sms dari seorang, sebuah sms ajakan; “makan di burjuman mall yuk Lin”, aku tak langsung membalas karena tida punya planning mau makan apa di luaran sana yang ada di pikiranku pergi ke gym dan makan di restoran hotel dengan suami sebagaimana biasanya.
tapi setelah meminta pendapat sama suami, (ya ampiun makan di luar aja harus minta pendapat hehe) aku sambut ajakan temanku ini, pergi dinner di salah satu restoran Italy di Burjuman Mall. Aku langsung berkemas memberesi diri sehingga tak perlu menunggu jikalau dia tiba-tiba muncul di depan kamar, dan benar saja bel pintu kamar berbunyi, aku pastikan dia sidah di depan kamar.
Aku cancel nge-GYM, aku tidak dinner di hotel dengan suami tapi aku pergi dengan seorang teman untuk dinner di Burjuman mall. Tidak cukup makan waktu lama untuk mencapai Burjuman Mall dari hotel tempat aku tinggal, cukup menyebrang saja sekitar lima sampai sepuluh menit. Sepanjang jalan dari hotel ke Burjuman Mall, kami sudah saling becerita saling terbahak atau mungkin mentertawakan orang-orang local Negara ini yang matanya juling karena melihat kita berdua yang super sexi hahaha
Setelah mutar sana mutar sini sampailah kami ke sebuah restoran Itali yang biasa aku kunjungi dengan suamiku jikalau kami sedang tidak ingin menyantap makanan hotel, aku sangat menyukai salmon peper lemon yang ada di restoran ini sangat lezat dan harganya pun tidak terlalu mahal. Sepertinya temanku pun menyukai tempat ini, kami memesan tempat untuk berdua dan kami memilih untuk memojok karena tentu saja kami ingin makan sambil bercerita ;-) 100% bukan bergossip.
Sambil menunggu orderan, maka mulailah cerita untuk didengar..banyak cerita yang dia ungkap padaku, mulai dari cerita mantan pacarnya, suaminya, selinkuhannya, dan beberapa laki2 yang mencoba menggodanya, sesekali keluraganya. Aku tahu dia tidak sedang mengarang cerita, dia sexi, cantik, sangat ellegant punya penghidupan yang sangat memadai syukurnya sangat bisa diajak humble, tapi jangan pernah coba tahan dia untuk spend money ratusan dollar untuk di bar;-)
Sambil mendengar aku mencoba menelaah setiap ceritanya, sesekali aku dengar suara sms di HPnya. Aku tidak begitu tertarik denga kisah mantan pacarnya sebelum menikah, aku cukup tertarik dengan kisah suaminya yang sabar, baik dan tentu saja banyak uang: “Lina, aku harus hati2 juga lho sama suamiku kalo tertarik dengan perempuan lain, dia memang tidak ganteng tapi kan duitnya banyak” katanya padaku saat itu. Kupingku akan terpasang dengan sempurna jika ia mulai bercerita mengenai selingkuhannya yang sekejap mataku memang ganteng. Meski sebenarnya sudah tidak ada hubungan apa2 tapi aku tahu dia masih excited jikalau dia bercerita mengenai selingkuhannya, terkadang berkaca2 matanya bercerita tapi aku tahu diapun saat ini sangat bahagia dengan suaminya. Makanya ia memutuskan perselingkuhan tersebut karena ingin fokus dengan suaminya tanpa harus memikirkan orang lain.
Temanku ini adalah tipikal yang sangat cuek, santai, masa bodoh, dan sangat hidup! Dia tak pernah mencoba menutupi perselingkuhannya dengan siapapun kecuali dengan suami tentunya. “mba, you have good life, very nice husband, cari apalagi?” Tanyaku saat itu, “tahu!” katanya singkat. Yeah memang kita tidak menyadari kenapa kita berselingkuh? Karena banyak alasan orang berselingkuh, ada karena uang orang berselingkuh, ada karena kepuasan bathiniyah orang berselingkuh, ada karena buat having fun untuk menetralisir rasa jenih dengan suami atau istiri jadinya berselingkuh tapi apapun alasannya, berselinkuh itu adalah salah, buka begitu bukan?
Well, dia memang bercerita apa adanya, tanpa ada beban, karena dia memang bukan tipikal yang harus dibebani. Sambil menyelesaikan sisa makanan kami, cerita demi cerita berlanjut sesekali aku selingi cerita-cerita lucu atau cerita tentang seseorang yang kami anggap lucu ;-).
Dinner malam itu selesai dan kami melanjutkan untuk berkisah, “tapi yeah ada dalam diri selingkuhanku yang aku temukan tapi tidak aku temukan dalam diri suamiku”, ujarya tiba-tiba ketika kami sedang mampir di smoking arean. Nah ini juga mungkin salas satu alas an orang berselingkuh..ada sesuatu yang lebih di diri kali-laki atau perempuan lain yang mana tidak ada dalam diri pasangan kita. Lalu aku berpikir dalam hati akankah suatu saat nanti aku atau suamiku tidak menemukan sesuatu tapi ia atau aku temukan pada orang lain sehingga terjadi perselingkuhan, entahlah!
Anyaway setiap manusia sudah tercipta dengan kisahnya masing-masing, dan setiap orang sudah punya jalannya untuk menikamti kebersamaannya dengan pasangan. Semga kita semua sama-sama menikmati cara kita masing-masing untuk menjalani hidup 

Hari yang indah....

Telat bangun bisa-bisa semua rencana jadi terbengkalai tapi sykurnya tidak meskipun dalam beberapa jam bersama pangeranku mimik mukanya sama sekali tidak enak untuk ditatap
Part 1
Bertemu dengan seseorang yang sebenarnya aku sudah temui kemarin (14 Oktober 2010-red) namun pertemuanku kali ini untuk memastikan saja makanya aku ingin suamiku ikut serta, tidak ada cerita panjang di sini..ingin berterima kasih saja karena sudah memuji dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diriku (fisicly-red) juga karena sudah memberikan tawaran, namun Alhmdulillah ini bukan jalanku, ini bukan piihan buat aku, ini bukan impianku, jadi aku dan suamiku hanya bisa berterima kasih saja.
Bold
Part 2
Burj Khalifa At the Top tour, meski agak telat dan suamiku masih saja manyun, tapi semuanya penuh dengan fun. Setelah membeli tiket masuk untuk 2 orang seharga 100dirhams/person atau sekitar $28 USD atau sekitar IDR 250.000, kami ikut mengantri dengan banyak turis lainnya yang mungkin datang dari berbagai Negara tapi sepertinya ada orang local juga itu bisa terlihat dari pakaian yang digunakannya yakni “Abaya”. Mengantri di tengah orang banyak, aku berusaha mengajak berdamai dengan suamiku dengan berfoto2 di statue Burj Khalifa yang ada di samping antrian, Alhamdulillah “works” kami keluar dari antrian dan berfoto2 di sana, setelah itu kami berlari-lari kecil membuat antrian lain..senang bisa lihat suamiku tersenyum lagi. “just don’t make me wait because you woke up late” katanya. Hehe rupanya beliau kesel karena menunggu aku terlalu lama akibat telat bangun. Berhasil masuk antrian, satu persatu pengunjung di double check seperti sedang mengantri di imigrasi airport..oh God semoga kali ini aku tidak terstuck karena sunblock yang aku bawa dalam tas kecilku hahaha.
Oh rupanya antrian tidak berhenti di situ, satu persatu para pengujung, perorangan, pasangan atau rombongan di foto oleh photographer Burj Khalifa, tentunya dengan semangat aku bergaya dong hehe, setelah selesai kami diberi secari kertas yang berisi nomor photo kami nanti jika mau diambil after tour. Habis foto, sudah agak lega karena tidak perlu mengantri lagi kami juga bebas mengabil gambar sana-sini, sebelum menuju lift kami melewati satu lantai dengan menggunakan escalator, di escalator 2 step di bawahku seorang bule tak henti menatapku “ga perlu dibilang GR ya hehe” mungkin saja tertarik dengan bootku atau T-shirt yang aku gunakan, tak berhenti menatap, dia menyapa, “ are you coming from Thailand?” tanyanya..”oh no, I am Indonesian” jawabku singakt sambil memegang tanga suamiku ;-), “ oh really? you look like thailandese…coz I had Thai girl before” ucapnya lagi, suamiku mengerutkan keningnya, untugnya kami sudah sampai di 1st level dan segeara memisahkan diri dari bule tersebut, kami mebuat antrian lagi untuk masuk lift, bukan karena liftnya satu membuat kami mengantri tapi karena pengujungnya bejibun..

2-3 menit menunggu, akhirnya kami kebagian masuk lift, seorang petugas mengantar kami. Pada awalnya aku sama sekali tidak tahu ke lantai berapakah kita berhenti ini? , ko’ rasanya cepat banget sampainya kayak ke lantai 25 wisma BNI 46 gitu *hehemissmyexoffice.com*,kami sudah berada di lantai 124 Burj Khalifa dari 240 level pengunujung hanya diperbolehkan di lantai 124, menurut info yang aku dengar, untuk ke lantai 240 hanya diperbolehkan untuk hal yang penting dan bayarannya pun jauh lebih mahal. Well, berada di lantai 124 saja aku sudah excited, apalagi pas lihat view ke bawah..wow amazing.. indah sekali! (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)

Sedang klik sana klik sini, eh si aki di escalator ketemu lagi..hehe “can I take a picture of you?” tanyanya nah lho, Francoisku langsung mendekat dan segera membidik kearahku ;-) anyway lots of fun at the top, seorang bule kecil yang dari tadi rupanya merhatiin aku, mendekatiku dan bilang “nice T-Shirt” karena aku tidak mungkin memberikan T-Shirt yang aku pakai padanya, dia meminta orang tuanya memotret kami berdua, lalu aku minta juga suamiku memotret kami berdua..lucu..lucu LOL (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)
Setelah puas berkeliling di lantai 124, memotret yang perlu dipotret, kami memutuskan untuk segera turun karena kami masih ada rencana lain segera kami mengambil antrian kembali untuk masuk lift namu kali ini tidak perlu menunggu lama, lift segera terbuka seorang petugas mengantar dan suamiku mulai menutup kupingnya..;-) sekilas saja kami suda berada di bawah, tentu saja pintu masuk dan pintu ke luar berbeda, tak lupa mampir bergaya dulu di depan sebelum bener2 keluar dari area Burj Khalifa, melihat pemandangan2 sana sini, photo2 para pendiri dan pemilik..cekk..cekk..tiba posisi mataku tertuju pada photo seorang perempuan huhhh aku lupa catat namanya dari wajanya sepertinya American black tapi entahlah yang jelas posisi nya Communication Manager, ohhhh seharusnya aku di posisi itu hahaha..once again aku tertakjub2… bisa lihat mimik aku di album FB “hari yang indah bersamanya”) hehehe
Puas melihat dan memandang, kami benar2 memutuskan untuk mengakhiri tour hari ini, sambil jalan bergandengan menuju escalator, seorang petugas menegur “madam, you can see your picture in front of the lobby” katanya sambil tersenyum..ohhh saking exceitednya aku hampir lupa kalo kita sempat difoto sebelumnya..untung saja kertasnya ga hilang..sampai di tempat yang di maksud, aku melihat beberapa pasangan sedang antri dan banyak sekali foto yang dipajang, “how much do you think, we have to pay for the pict, sayang?” Tanya suamiku..”hu? how much??? Do we need to pay for that pict?” tanyaku kaget, belum hilang gaket-ku, tiba2 aku dengan soarang bule berkata, “200 dirhams? Oh I don’t think so!” katanya sambil berlalu mengajak pasangannya. Karena mungkin si petugas sudah mengenali aku lewat T-shirt yang aku gunakan, dia langsung memberikan foto kami yang sudah didesain indah;-) mungkin sekedar ingin me-makesure atau ingin berbasa-basi aku bertanya lagi, “how much?” “200dirhams” kata petugas tersebut..200dirhams sekitar 500riburupiah mungkin?, aku tatap photo itu lagi..kayaknya ga begitu sempurna, maksudya harganya hahaha..tapi suamiku bertanya “you wanna take it, sayang?” hmmm NO! LOL..kami juga berlalu seperti pasangan2 lainnya yang tidak berminat mengambil foto mereka atau mungkin kemahalan sama seperti aku ;-) well, Burj Khalifa At The Top tour is done, saatnya kami keluar kandang dan melanjutkan rencana berikutnya.

Part 3
Duduk santai sambil ngobrol hal2 yang bermnafaat dengan suami inilah yang selalu aku tunggu, tidak tergesa2 karena harus segera ke stage, tidak buru2 karena ada itu dan ini..tapi ya namanya suami cari nafkah..harus berbesar hati jika terabaikan;-)
Ngopi-ngopi di Town Delli Café salah satu café yang ada di teras Dubai Mall, aku tiba2 saja suka nongkrong di café ini, selain pemandangan bagus, foodnya enak kebetulan café ini juga hampir sebagian waiter and waitress-nya orang Indonesia, supervisor dan Managernya orang Indonesia, aku sempat ngobrol2 ringan dengan managernya, “ karywannya banyak orang Indo, KKN ya?? ” Tanyaku saat itu sambil bercanda..”ya begitulah mba,” jawabnya sambil senyum2 penuh arti. KKN dalam hal membatu boleh lah ya hehehe
Anyway, cukup lama aku dan suami nongkrong di café tersebut, banyak cerita yang kami galih, banyak hal yang kami diskuskan, meski di tempat tidur juga kami sering diskaskan hal tersebut, tapi happy aja rasanya selalu bisa diskus dengan suami dari hal yang kecil sampai yang benar2 kita harus bicarakan secara serius, misalkan kalau beli rumah, sebaiknya di Pondok Indah atau di Kemang atau kita beli rumah Krisdayanti saja ya? Hahahahaha

Part 4
Nonton Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, sebenarnya ini film filihan terakhir karena film yang kita mau tonton sebenarnya Devil atau Resident Evil "After Life" 3D tapi jadwal yang kita seharusnya datang sudah terlewati yang akhirnya pilihan kita jatuh Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, was good enough..menonton film ini buat aku, excited..bored..excited..bored lagi tapi setelah 140 menit berlalu akhirnya aku jatuh cinta sama Soren si burung kecil yang lucu itu hihihi

Part 5
Hmmm…shopping-shopping alas istri pemain band hehe tak beranilah masuk LV atau Prada cukup tahu diri eike;-) Manggo ata Zara sudah cukup senang ko’ melihat mimik muka suamiku juga terlihat senang ketikan aku masuk counter Zara dan Manggo berarti uang di dompetnya cukup hanya untuk di dua tempat tersebut LOL
Yeah, tidak banyak yang dibeli, sekali lagi cukup tahu diri sebagai istri pemain band segala sesuatunya harus diperhitungkan, baik budget shoppingnya mau pun baggage pas mau pulang nanti..;-) tapi cukup senang, bukan cukup tapi sungguh senang.
“we home now, sayang?” Tanya suamiku..”yeah I think so…” jawabku sambil senyam-senyum puas karena sudah dua tentengan di tangan;-) “ hmm..don’t you want to come to see the Gold Souk?” Tanya lagi..”why? do you want to buy me some gold or diamond?” tanyaku kembali yang pastinya dengan nada bercanda, sambil memicingkan matanya beliau menarik tangaku menuju escalator ke arah Gold Souk (Souk=Market –red) sesampai di Gold Souk, sebelum mutar sana mutar sini kami sempat berfoto ria di area Gold Souk karena viewnya cukup indah untuk dipotret apalagi kalau ada aku disana LOL, kami juga mampir di toko Arabian parfume beli buat emak dan seeorang teman 
Anyway, aku tak berplanning untuk beli ini mungkin juga suamiku tapi entahlah mungkin malaikat apa yang membisik di kupingya, sampai akhirnya terbelilah sepasan giwang kecil nan manis yang berpermatakan berlian, ya ampun pas aku lihat harganya, wah bisa buat bayar 4 bulan sewa kamar kita yang di Prapanca neh sayang.. maaf mungkin ini berlebihan ceritanya tapi sungguh ini indah sekali, suamiku tidak bertanya atau banyak bicara dia hanya bilang “this’s for your real wedding gift, sayang” ya Tuhan..sudah banyak gift2 yang ia berikan dan cincin tunangan waktu itu juga sudah lebih dari cukup..oh Allah terima kasih untuk suamiku yang baik ini, bukan karena berliannya..betapa ia selalu ingin buat aku bahagia meski aku kadang tak menyadari dan masih saja suka complain dengannya.
Ending yang sungguh indah di weekend ini

Dubai 15th October 2010

Wow…untuk mencapai kampung halamanku Pulau Kramian memang cukup melelahkan, setelah 14 jam dari Jakarta menuju Surabaya, melalui kereta api..Argo Anggrek aku memilih alat transportasi ini karena mungkin lebih murah dari tiket garuda hehe selain itu aku ingin menikmati perjalananku saat ini karena aku tidak terlalu buru2 namanya juga pengangguran. Setibanya di Pasar Turi Surabaya aku tak langsung bergegas ke tanjung perak di mana kapal yang akan kutumpangi sedang berlabuh di sana, tapi aku bergegas mencari tempat penitipan barang dan restoran untuk bersantap pagi.

Jam 9.30 tepat aku tiba di tanjung Perak, sepertinya masih sepi dan para awak kapal juga masih membersihkan sisa-sisa sampah yang berserakah di atas kapal akibat ulah penumpang dari Maselembo ke Surabaya. Aku menghampiri loket pembelian tiket dan seorang perempuan setengah baya menghampiriku dan bertanya, “sampean Lina ya?” aku menjawab saja “iya”, rupanya ibu itu adalah ibu yang selalu yang aku telepon jika aku ingin pulang kampung tapi baru kali ini aku melihat bentuk wajahnya.

Alhasil, setelah membeli tiket seharga Rp. 48.000, akhirnya aku berada di atas kapal yang akan membawaku ke Pulau Maselembo, pulau yang dikenal dengan peristiwa tenggelamnya kapal tampo mas II pada tahun 1981. Perjalanan dari Tanjung Perak ke Pulau Maselmbo sekitar 15 sampai 17 jam tergantung pada kecepatan kapal mesin yang membawa kami dan waktu yang kami tempuh saat itu hanya 15 jam, berangkat jam 3pm 20 April dari tanjung perak tiba di Masalembo jam 5am 21 April and that was nice..apalagi ombak sedang surut jadi perjalanan cukup menyenangkan apalagi sepanjang perjalanan dipenuhi dengan obrolan2 manis sesama penumpang yang tentunya penumpang yang santun menyapa padaku hehehe
Jam 5am tepat aku mendarat di dermaga Masalembo, melihat gayaku yang agak berbeda dengan penumpang lainnya..tentu saja sebagian penumpang atau penjemput memandangku dengan pandangan dan mimik yang berbeda2..ya aku melenggak saja karena itu toh ga ada pengaruhnya buat aku. Aku menaiki sebuah becak menuju taxi (perahu kecil yang berukuran 4x4 yang biasa ditumpangi orang2 pulauku yang hendak menyebrang ke pulau2 lainnya atau sekedar menyeberang untuk berbelanja bulanan di pulau Masalembo-red hanya dengan ongkos Rp. 25. 000-30.000) yang sedang berlabuh menunggu para penumpang lainnya, sesampai area “taxi” hanya satu taxi yang hendak berangkat ke pulauku…melihat kedatanganku, sekali lagi para penumpang dan awak kapal memandangku ke arahku, salah satu dari mereka menyapa; “mau kemana mba?” “apa perahu ini ke kramian?” tanyaku…”iya mba…jawab yang lainnya dengan ramah…salah satu dari awak merapatkan perahu ke bibir dermaga sehingga aku bisa melangkahkan kaki-ku dengan sempurna ke atas perahu, di atas perahu tak henti2nya mata penumpang menatapku setengah mulut terbuka seakan ingin menyapa…aku arahkan seluruh pandangan di atas perahu sekedar memastika apa ada salah satu penumpangnya yang aku kenal? Dan benar saja di sudut kapal duduk seorang laki2 yang juga memandang ke arahku dengan mimik berkerut tanda berpikir atau mungking sedang mencoba mengingat2…”oiiiiiii…ka Saf”.. teriak-ku padanya..sontak saja penumpang dan para awak menoleh padaku…”ka saf..ini aku Lina…anaknya Haji Muni”,teriak-ku lagi.. (nama bapak-ku H. Munir tapi penduduk Kramian memanggil beliau H. Muni, red), tergopoh2 dia menghampiriku “ahhhh iko pale Lin …kupikirki artis dari mana” (kamu toh Lin, aku pikir artis dari mana-red) “hahahaha…” aku hanya terbahak kencang sekali…ehhh aku tidak berubah masih suka teriak, masih suka tertawa riang layaknya anak pulau…di tengah perbincanganku dengan Saf, muncul seorang wanita sebaya aku, menyapa…”Lina????” Tanyanya sambil memeluk jaket di tangannya…aku tidak menyapa kembali..aku hanya memandangi wajahnya lamat2..dia Nampak semakin ragu, aku coba perhatikan bekas luka di sudut bibirnya yang kanan..rasanya aku kenal anak ini..”tunggu..tunggu…tolong kasih aku waktu untuk mengingat kamu..jangan pergi..aku kenal..kenal..aku kenal..Rossssssss?????” Masya Allah, Ros… gadis ini teman masa SD-ku dan bekas luka itu adalah kecelakaan yang menimpanya ketika dia dan kakaknya naik sepeda dari rumahnya di gunung menuju sekolah kami di dekat pantai..bapaknya adalah petani singkong dan aku suka datang ke rumanya untuk beli atau sekedar menukar singkong dengan beras..oh masa kecilku tiba2 berputar2 di kepalaku, perpisahan terjadi ketika kami tamat SD aku melanjutkan ketingkat lanjut sedangkan dia melanjutkan usaha keluarga yakni bertani singkong dan setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi sampai akhirnya detik ini kami dipertemukan kembali. Mungkin keadaan, cuaca atau karena akibat kerja keras wajahnya Nampak tua dari yang sebenarnya.. “ya ampun Lin..kamu ko beda banget sekarang, dulu kan kamu hitam sekali, gendut” celotehnya sambil terus memegangi tangaku sekali2 mencubitnya seakan2 ga percaya bahwa yang ada di depan matanya adalah teman masa SDnya yang hitam gendut…dan tukang jual gula2 hehehe

Jam 10 teng! Taxi yang kami tumpangi beranjak dari dermaga pulau masalembo menuju pulau Kramian yang akan ditempuh 5-6 jam…tentu saja dengan ombak yang sedang pasang…maka terjadilah perahu oleng ke kiri dan ke kanan yang cukup kencang..meski begitu tidak satupun dari para penumpang yang menunjukan rasa khawatir, dan meskipun aku mabuk berat dan muntah2 aku tetap ingin menyaksikan gelombang yang mencapai 4-5 meter tersebut, tapi sebagian dari penumpang juga ada yang tertidur pulas, oh pulauku..jauh sekalinya rasanya untuk mencapaimu! Tepat jam 3 sore kami tiba di dermaga pulau Kramian, ya ampiun banyak sekali manusia di sana..aku mengarahkan pandanganku ke sekeliling mencari penjemput, mungkin kakak-ku atau om-ku…”Linaaaaa…!” seseorang meneriaki-ku..ahh ternyata teman masa kecil yang langsung mengenaliku, karena kami memang sering bertemu ketika aku pulang kampung..”heyyyy….” sapaku kembali…”mana suami-mu?” teriaknya kencang..aku hanya tersenyum…di ujung sana, rupanya kakak dan om ku sudah menunggu sambil melambaikan tangannya ke arahku…ahhhaaa, ternyata tidak hanya berdua dari beberapa keluargaku ikut menjemput, walah ada apa ini? Ko banyak banget yang jemput? Hmmmm rupanya mereka piker aku datang bersama suamiku yang berkebangsaan Kanada itu hehe, tapi sayang aku pulang sendiri tidak dengan suamiku tercinta!
Hmmm perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai pulauku, tidak cukup kalo hanya seminggu…tapi ya aku ucap syukur karena akhirnya aku sampai juga ke rumahku meski ibu dam salah satu kakak-ku sedang pergi ke Asam-Asam salah satu pulau di Kalimantan Selatan, untuk beberapa hari. senang bisa berada di rumah tua milik orang tuaku, beberapa sauadara dan tetangga berdatangan untuk sekedar bersalaman denganku yang katanya dari kota besar dan bersuamikan bule ;-)