It’s more than a month aku di Dubai mengikuti tour suamiku dari Negara satu ke Negara lainnya..dan bulan depan dipastikan akan berpindah lagi ke Negara lain, sebagai follower sejati pasti ngekor ...
Honestly, I am starting to falling in love with my condition…ya mungkin karena suamiku tak henti2nya memberiku support, apa lagi aku punya kegiatan baru yakni menulis dan menulis tanpa perduli apakah itu enak dibaca atau sekedar numpang lewat saja sebagai pelepas dahaga rasa rinduku pada aktifitas yang ingin aku raih kembali.
Selain itu, aku juga sudah menemukan teman-teman Indonesia di sini dan tentunya makanan Indonesia. Beberapa hari lalu aku pergi ke Deli Singapur restaurant Indonesia yang ada di Dubai, pemiliknya adalah orang Singapur keturunan Indonesia, tukang masaknya pun asli jawa. syukurnya tidak terlalu jauh dari tempatku, jadi kemungkinan setelah malam itu aku akan kembali berkunjung ke sana lagi dan menikmati makanan Indonesia sambil menikmati celoteh-celoteh warga Indonesia yang bekerja di Dubai yang setaiap malamnya kongkow di sana…
Seorang teman Indonesia banyak bercerita padaku tentang banyak hal mulai dari kehidupan pribadinya sampai dia mengadu nasib ke Negara Dubai, ya aku pernah bilang beberapa waktu lalu bahwa setiap penduduk Indonesia yang meninggalkan Indonesia dengan harapan sebuah nasib yang baik adalah para penduduk yang merasa kecewa atau putus asa dengan lapangan pekerjaan di Indonesia, dan bukti itu kembali di depan mataku, banyak pekerja dari Indonesia yang sebenarnya hanya digaji beberapa dirham di Negara ini tapi mereka bahagia, sangat bahagia dan aku bisa melihat kebahagian itu dari mata mereka, kalian tahu kenapa? Karena mereka merasa telah berbuat sesuatu untuk bangsanya!
Aku bukan salah satu penduduk Indonesia yang pernah kecewa atau mungkin boleh aku katakan aku belum pernah merasa dikecewakan oleh negaraku, meskipun aku merasa tidak selalu baik2 saja di Negaraku sendiri. Aku ada di sana dan di sini karena mengikuti cintaku…bukan lantaran kecewa, bagaimana mungkin aku merasa kecewa jika setiap saat aku selalu merindukan untuk kembali ke negaraku.
Oh ya, aku belum pernah merasa berbuat sesuatu untuk bangsaku, belum..sampai detik ini! tapi percayalah aku adalah warga yang baik dan aku tidak berusaha menceritakan kejelekan bangsaku kepada warga Negara lain! Aku tetap memuji negeraku meskipun media sana sini atau manusia-manusia lain bercerita bahwa Indonesia adalah Negara penuh korupsi, Negara dengan banyak penduduknya jadi pembantu di luar negeri, Negara yang banyak wanitanya dinikahi secara siri atau dinikahin secara kontrak oleh warga lain (makanya pemerintah mau mengelurakan UUD “jaminan 500 juta buat pria WNA untuk menikahi WNI) atau banyak lagi cerita-cerita lain tentang Indonesia selain karena penduduknya yang super duper ramah…aku tetap diam berusaha menyembunyikan dari mereka atau bahkan berusaha menyembunyikan muka..ah aku tidak perlu merasa malu dengan Indonesiaku, setiap Negara punya ceritanya sendiri, dan aku tidak sedang bercerita tentang Negara lain aku sedang bercerita tentang negara Indonesia. Tapi aku merasa sedih dengan orang-orang yang berusaha bercerita ke warga lain bahwa Indonesianya begini dan begitu, kenapa harus bercerita kepada orang lain? Mereka tidak sedang bertanya ko? Kalaupun mereka tahu Indonesia bobrok..biarlah mereka tahu dengan sendirinya karena sudah cukup banyak media yang bercerita tentang Indonesia, para jurnalisnya pun dibayar untuk membuat berita itu…Aduhhhh..aku jadi sewot nehhh!!!
Honestly, I am starting to falling in love with my condition…ya mungkin karena suamiku tak henti2nya memberiku support, apa lagi aku punya kegiatan baru yakni menulis dan menulis tanpa perduli apakah itu enak dibaca atau sekedar numpang lewat saja sebagai pelepas dahaga rasa rinduku pada aktifitas yang ingin aku raih kembali.
Selain itu, aku juga sudah menemukan teman-teman Indonesia di sini dan tentunya makanan Indonesia. Beberapa hari lalu aku pergi ke Deli Singapur restaurant Indonesia yang ada di Dubai, pemiliknya adalah orang Singapur keturunan Indonesia, tukang masaknya pun asli jawa. syukurnya tidak terlalu jauh dari tempatku, jadi kemungkinan setelah malam itu aku akan kembali berkunjung ke sana lagi dan menikmati makanan Indonesia sambil menikmati celoteh-celoteh warga Indonesia yang bekerja di Dubai yang setaiap malamnya kongkow di sana…
Seorang teman Indonesia banyak bercerita padaku tentang banyak hal mulai dari kehidupan pribadinya sampai dia mengadu nasib ke Negara Dubai, ya aku pernah bilang beberapa waktu lalu bahwa setiap penduduk Indonesia yang meninggalkan Indonesia dengan harapan sebuah nasib yang baik adalah para penduduk yang merasa kecewa atau putus asa dengan lapangan pekerjaan di Indonesia, dan bukti itu kembali di depan mataku, banyak pekerja dari Indonesia yang sebenarnya hanya digaji beberapa dirham di Negara ini tapi mereka bahagia, sangat bahagia dan aku bisa melihat kebahagian itu dari mata mereka, kalian tahu kenapa? Karena mereka merasa telah berbuat sesuatu untuk bangsanya!
Aku bukan salah satu penduduk Indonesia yang pernah kecewa atau mungkin boleh aku katakan aku belum pernah merasa dikecewakan oleh negaraku, meskipun aku merasa tidak selalu baik2 saja di Negaraku sendiri. Aku ada di sana dan di sini karena mengikuti cintaku…bukan lantaran kecewa, bagaimana mungkin aku merasa kecewa jika setiap saat aku selalu merindukan untuk kembali ke negaraku.
Oh ya, aku belum pernah merasa berbuat sesuatu untuk bangsaku, belum..sampai detik ini! tapi percayalah aku adalah warga yang baik dan aku tidak berusaha menceritakan kejelekan bangsaku kepada warga Negara lain! Aku tetap memuji negeraku meskipun media sana sini atau manusia-manusia lain bercerita bahwa Indonesia adalah Negara penuh korupsi, Negara dengan banyak penduduknya jadi pembantu di luar negeri, Negara yang banyak wanitanya dinikahi secara siri atau dinikahin secara kontrak oleh warga lain (makanya pemerintah mau mengelurakan UUD “jaminan 500 juta buat pria WNA untuk menikahi WNI) atau banyak lagi cerita-cerita lain tentang Indonesia selain karena penduduknya yang super duper ramah…aku tetap diam berusaha menyembunyikan dari mereka atau bahkan berusaha menyembunyikan muka..ah aku tidak perlu merasa malu dengan Indonesiaku, setiap Negara punya ceritanya sendiri, dan aku tidak sedang bercerita tentang Negara lain aku sedang bercerita tentang negara Indonesia. Tapi aku merasa sedih dengan orang-orang yang berusaha bercerita ke warga lain bahwa Indonesianya begini dan begitu, kenapa harus bercerita kepada orang lain? Mereka tidak sedang bertanya ko? Kalaupun mereka tahu Indonesia bobrok..biarlah mereka tahu dengan sendirinya karena sudah cukup banyak media yang bercerita tentang Indonesia, para jurnalisnya pun dibayar untuk membuat berita itu…Aduhhhh..aku jadi sewot nehhh!!!
0 comments:
Post a Comment