Abu Dhabi Tour

Selalu ada cerita menarik kalau jalan-jalan. seperti biasa kalo weekend aku sempatkan untuk menghabiskan waktu di luaran dengan suami entah itu di dalam kota Dubai saja atau menyempatkan untuk keluar dari kota Dubai. Seperti hari ini aku dan suamiku untuk memilih pergi ke Abu Dhabi untuk spend waktu, seharusnya hari Jumat, karena dayoff-nya mid-east adalah Jumat tapi karena kebetulan tourist destination yang kami ingin tuju sedang tutup hari Jumat maka kami pilih bertour ria hari sabtu pagi sebelum suamiku bergegas untuk gig di malam harinya.

Jam 9.30 sebuah jemputan kijang Inova menjemput kami di hotel tempat kami stay selama ini, kami tidak berdua saja, di dalam mobil sudah ada turis dari Spanyol yang satunya tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Mobil ini adalah khusus mobil yang membawa para turis yang ingin menikmati keindahan kota Abu Dhabi, cukup hanya membayar 250dirhams/orang atau sekitar Rp. 600.000,. Perjalanan dari Dubai ke Abu Dhabi sendiri memakan waktu 1 ½ jam dengan melewati Sheikh Zayed Road. Ada 6 titik tourist destination yang kami tuju, yaitu; Abu Dhabi Magnificent Corniche, Heritage Village, Emirate Palace, Sheikh Palace, Sheikh Zayed Mosque dan terakhir stop di Marina Abu Dhabi Mall.
Tourist destination pertama yang kita datangi adalah ini adalah Sheikh Zayed Mosque salah satu mesjid terbesar di Dunia, mesjid yang berkapasitas 40.000 ini terbuka untuk umum dalam arti bisa dikunjungi oleh any religi namun dari pihak pengurus mewajibkan setiap pengunjung wanita menggunakan “abaya” atau pakaian muslimah sebagaimana layaknya untuk memasuki mesjid pada umumnya, sedangkan untuk kaum adam sendiri tidak diwajibkan asalkan rapih dan tidak menggunakan celana pendek ala turis. Menyaksikan para turis yang datang berbagai Negara menggunakan “abaya” membuatku geli sendiri, karena terlihat compang apalagi jika melihat para turis China atau Jepang menggunakan “abaya”, suamiku malah terlihat jadi kayak orang timur tengah sama halnya bule-bule lain yang menggunakan “abaya”. Hehehe
Menyaksikan keindahan mesjid ini sungguh rasanya tak cukup hanya 30 menit (karena kebetulan setiap tempat yang akan kita singgahi hanya punya waktu 30 menit itu perjanjian awal denga pihak travel-red). Tapi toh sudah sangat puas bisa berkunjung di mesjid ini dan menggunakan “abaya” di dalam mesjid.
Tourist destination selanjutnya yang kami kunjungi adalah Emirat Palaca Hotel, ini salah satu incaran para turis untuk dikunjungi, namun sayangnya para turis tidak dibebaskan berada di dalam area hotel hanya bisa mengambil gambar dari luar, agak kecewa awalnya karena dari pihak travel tidak memberi info mengenai hal ini, tapi tak apalah sudah melihat dan masuk pekarangannya saja sudah cukup, bagaimana dengan orang yang tidak bisa melihat dari dekat sama sekali ;-) setelah puas memotret kamipun bergegas meninggalkan Emirat Palace Hotel.

Heritage Village adalah tujuan kami selanjutnya, namun sebelumnya kami ke sana kami melewati Abu Dhabi Palace tapi lagi2 kami tidak bisa berheti apalagi mengambil foto karena memang bukan Tourist Destination atau bukan untuk umum, aku sempat mendengus sejenak apalagi menyaksikan driver melarikan mobil cukup kencang, aku sempat menegurnya; “heyyy we are not in a rush! Can you just driver slowly” kataku dengan nada yang cukup tinggi..baru lah driver turunan india tersebut memelankan laju mobil. Tak selang beberapa lama kami sampai di Heritage Village, tempatnya nggak terlalu luas, Cuma ada satu restoran dan dari restoran tersebut kita bisa menyaksikan olah raga air diantaranya jet ski, beberapa counter penjual souvenir, beberapa contoh rumah peternak unta dan satu ladang peternakan, tak begitu ingin lama di tempat ini lalu aku dan suamiku memutuskan keluar dari area Heritage Village menuju mobil dan rupanya Turis Spanyol yang bersama kami juga sudah menunggu. Kami lanjutkan ke area Abu Dhabi magnificent corniche yang tidak begitu jauh dari Haritage Village, di sana kami bisa menyaksikan laut lepas, Indah!
Jam 1 teng! Saatnya lunch saatnya ke Marina Mall tempat terkahir yang kami kunjungi untuk Abu Dhabi tour kali ini. Seperti biasa Mall ya Mall tempat belanja bagi yang punya uang atau window shopping bagi yang sedang berhitung;-). Sebelum melirik sana sini, kami menuju sebuah restoran aku lupa catat namanya, tapi yang jelas restoran low-mid class tempatnya nice dan makananya sangat enak apalagi risolesnya hmmm nyum..nyumm;-) kami melepas lelah sejenak dengan memesan makanan ringan sambil ngobrol ringan dengan suamiku, dan yang pastinya said “ I love you sayang, thank you sayang” LOL. Setelah menyantap makanan, kami lanjutkan untuk mutar-mutar mall ya sekedar window shopping niatnya, namun di lantai 3 suamiku berhenti di shop Al-Mar’ah, shop ini menjual khusus abaya perempuan, aku keheranan melihat suamiku berhenti pas di depan shop sambil menatapi patung yang sedang menggunakan abaya bercorak biru, indah seh kelihatannya di patung ya belum tentu indah di aku;-) “ nice ya sayang”, kata suamiku..karena aku nggak begitu tertarik dengan abaya ya aku mengangguk2 saja “ you wanna go to see in side?” tanyanya lagi…”for?” tanyaku kembali..”who knows you like and you want to buy” katanya lagi..hu?? kalau saja di Zara atau di Mango berhenti tanpa bertanya pun aku sudah nyosor ke dalam hehe, well aku tak mau ambil pusing aku ikut saja maunya suamiku tercinta..semoga suamiku faham neh abaya lebih mahal dari pada baju kaos yang aku mau beli di Zara. Benar saja pas aku cek harganya 400dirhams atau sekitar Rp. 900.000-an tapi katanya diskon 20% jatuhnya jadi 320dirhams atau sekitar Rp.800.000-an nggak jauh beda selisihnya, tetap saja harga segitu kalau buat abaya mahal mungkin kalau boot langsung ditarik tuh hahaha, tapi tiba2 aku berpikir kenapa nggak coba punya abaya sekali2 gitu..”I’ll try deh sayang” kataku pada suamiku yang masih termasygul2 dengan abaya2 yang dipajang. Well, cuman satu pertanyaannya pas nglihat aku menggunakan abaya tersebut, “do you like it?” malu2 aku menjawab “ya sayang” but sayang do you have money for this price?” tanyaku berbisik “I have money for abaya but not another boot” jawabnya singkat. LOL!! So, another clothe for my baggage! Tak hanya itu..lazensa diskon besar2an rupanya, rasanya tak legapun hati kalau ada pakaian dalam yang didiskon tapi tak membeli meski barang secuil 2 cuil sampai 3 cuil ;-) another paper bag in my hands…pulang saatnya pulang! Kami bergegas keluar dari Marina Mall karena khawatir mereka sudah menunggu dari tadi, ah 2 turis Spanyol itu juga rupanya masih berdiri menunggu.
Dalam perjalanan dari Abu Dhabi ke Dubai akan menempuh waktu yang sama 1 ½ jam, kami melewat 2 calon Island yanga sedang di bangun oleh pemerintah UAE yakni; Al Saadiyat Island and Yas Island, Al- Saadiyat sendiri akan dibangun resindence mungkin seperti Jumeirah Park di Dubai, masih dalam pembangunan dan rencananya 2018 sudah kelar..nah lho kalo 2012 gimana dong hehe, sedangkan untuk Yas Island ini sendiri masih kelanjutan dari Yas Island Circuit, ini juga akan menampilkan atraksi seperti Warner Bros Movie World, taman tema film oleh Warner Bros, Ferrari World, hotel termasuk Yas Marina Hotel, sebuah taman air, dan Yas Mall. Karena belum ada pemandangan yang nyata makanya kami hanya melihat dari mobil saja. Tapi sungguh indah tur hari ini, berharap bisa kembali lagi ke Abu Dhabi pada waktu dan di lain kesempatan  Amin

Cerita hari ini 20/10/10

Bangun jam 5 sore tidur dari jam 10 pagi sampai-sampai sholat Dhuhur dan Asharpun aku jamak;-) aku tahu ini lebih baik daripada tidak sama sekali, dan tidak bermaksud mengada-ngada karena benar-benar ketiduran.

Well, bukan cerita di atas yang aku mau tulis……
“sayang, after praying we ‘re going go the GYM, ok”. Ucapku pada suami sambil memasang kudung sholat, namun aku lihat suamiku tak bergeming mungkin masih dalam keadaan mengawang-ngwang.
Tak selang berapa lama aku menyelesaikan sholat jamak-ku (Ashar-Dhuhur), hp-ku bergetar tanda sebuah sms. yups sebuah sms dari seorang, sebuah sms ajakan; “makan di burjuman mall yuk Lin”, aku tak langsung membalas karena tida punya planning mau makan apa di luaran sana yang ada di pikiranku pergi ke gym dan makan di restoran hotel dengan suami sebagaimana biasanya.
tapi setelah meminta pendapat sama suami, (ya ampiun makan di luar aja harus minta pendapat hehe) aku sambut ajakan temanku ini, pergi dinner di salah satu restoran Italy di Burjuman Mall. Aku langsung berkemas memberesi diri sehingga tak perlu menunggu jikalau dia tiba-tiba muncul di depan kamar, dan benar saja bel pintu kamar berbunyi, aku pastikan dia sidah di depan kamar.
Aku cancel nge-GYM, aku tidak dinner di hotel dengan suami tapi aku pergi dengan seorang teman untuk dinner di Burjuman mall. Tidak cukup makan waktu lama untuk mencapai Burjuman Mall dari hotel tempat aku tinggal, cukup menyebrang saja sekitar lima sampai sepuluh menit. Sepanjang jalan dari hotel ke Burjuman Mall, kami sudah saling becerita saling terbahak atau mungkin mentertawakan orang-orang local Negara ini yang matanya juling karena melihat kita berdua yang super sexi hahaha
Setelah mutar sana mutar sini sampailah kami ke sebuah restoran Itali yang biasa aku kunjungi dengan suamiku jikalau kami sedang tidak ingin menyantap makanan hotel, aku sangat menyukai salmon peper lemon yang ada di restoran ini sangat lezat dan harganya pun tidak terlalu mahal. Sepertinya temanku pun menyukai tempat ini, kami memesan tempat untuk berdua dan kami memilih untuk memojok karena tentu saja kami ingin makan sambil bercerita ;-) 100% bukan bergossip.
Sambil menunggu orderan, maka mulailah cerita untuk didengar..banyak cerita yang dia ungkap padaku, mulai dari cerita mantan pacarnya, suaminya, selinkuhannya, dan beberapa laki2 yang mencoba menggodanya, sesekali keluraganya. Aku tahu dia tidak sedang mengarang cerita, dia sexi, cantik, sangat ellegant punya penghidupan yang sangat memadai syukurnya sangat bisa diajak humble, tapi jangan pernah coba tahan dia untuk spend money ratusan dollar untuk di bar;-)
Sambil mendengar aku mencoba menelaah setiap ceritanya, sesekali aku dengar suara sms di HPnya. Aku tidak begitu tertarik denga kisah mantan pacarnya sebelum menikah, aku cukup tertarik dengan kisah suaminya yang sabar, baik dan tentu saja banyak uang: “Lina, aku harus hati2 juga lho sama suamiku kalo tertarik dengan perempuan lain, dia memang tidak ganteng tapi kan duitnya banyak” katanya padaku saat itu. Kupingku akan terpasang dengan sempurna jika ia mulai bercerita mengenai selingkuhannya yang sekejap mataku memang ganteng. Meski sebenarnya sudah tidak ada hubungan apa2 tapi aku tahu dia masih excited jikalau dia bercerita mengenai selingkuhannya, terkadang berkaca2 matanya bercerita tapi aku tahu diapun saat ini sangat bahagia dengan suaminya. Makanya ia memutuskan perselingkuhan tersebut karena ingin fokus dengan suaminya tanpa harus memikirkan orang lain.
Temanku ini adalah tipikal yang sangat cuek, santai, masa bodoh, dan sangat hidup! Dia tak pernah mencoba menutupi perselingkuhannya dengan siapapun kecuali dengan suami tentunya. “mba, you have good life, very nice husband, cari apalagi?” Tanyaku saat itu, “tahu!” katanya singkat. Yeah memang kita tidak menyadari kenapa kita berselingkuh? Karena banyak alasan orang berselingkuh, ada karena uang orang berselingkuh, ada karena kepuasan bathiniyah orang berselingkuh, ada karena buat having fun untuk menetralisir rasa jenih dengan suami atau istiri jadinya berselingkuh tapi apapun alasannya, berselinkuh itu adalah salah, buka begitu bukan?
Well, dia memang bercerita apa adanya, tanpa ada beban, karena dia memang bukan tipikal yang harus dibebani. Sambil menyelesaikan sisa makanan kami, cerita demi cerita berlanjut sesekali aku selingi cerita-cerita lucu atau cerita tentang seseorang yang kami anggap lucu ;-).
Dinner malam itu selesai dan kami melanjutkan untuk berkisah, “tapi yeah ada dalam diri selingkuhanku yang aku temukan tapi tidak aku temukan dalam diri suamiku”, ujarya tiba-tiba ketika kami sedang mampir di smoking arean. Nah ini juga mungkin salas satu alas an orang berselingkuh..ada sesuatu yang lebih di diri kali-laki atau perempuan lain yang mana tidak ada dalam diri pasangan kita. Lalu aku berpikir dalam hati akankah suatu saat nanti aku atau suamiku tidak menemukan sesuatu tapi ia atau aku temukan pada orang lain sehingga terjadi perselingkuhan, entahlah!
Anyaway setiap manusia sudah tercipta dengan kisahnya masing-masing, dan setiap orang sudah punya jalannya untuk menikamti kebersamaannya dengan pasangan. Semga kita semua sama-sama menikmati cara kita masing-masing untuk menjalani hidup 

Hari yang indah....

Telat bangun bisa-bisa semua rencana jadi terbengkalai tapi sykurnya tidak meskipun dalam beberapa jam bersama pangeranku mimik mukanya sama sekali tidak enak untuk ditatap
Part 1
Bertemu dengan seseorang yang sebenarnya aku sudah temui kemarin (14 Oktober 2010-red) namun pertemuanku kali ini untuk memastikan saja makanya aku ingin suamiku ikut serta, tidak ada cerita panjang di sini..ingin berterima kasih saja karena sudah memuji dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diriku (fisicly-red) juga karena sudah memberikan tawaran, namun Alhmdulillah ini bukan jalanku, ini bukan piihan buat aku, ini bukan impianku, jadi aku dan suamiku hanya bisa berterima kasih saja.
Bold
Part 2
Burj Khalifa At the Top tour, meski agak telat dan suamiku masih saja manyun, tapi semuanya penuh dengan fun. Setelah membeli tiket masuk untuk 2 orang seharga 100dirhams/person atau sekitar $28 USD atau sekitar IDR 250.000, kami ikut mengantri dengan banyak turis lainnya yang mungkin datang dari berbagai Negara tapi sepertinya ada orang local juga itu bisa terlihat dari pakaian yang digunakannya yakni “Abaya”. Mengantri di tengah orang banyak, aku berusaha mengajak berdamai dengan suamiku dengan berfoto2 di statue Burj Khalifa yang ada di samping antrian, Alhamdulillah “works” kami keluar dari antrian dan berfoto2 di sana, setelah itu kami berlari-lari kecil membuat antrian lain..senang bisa lihat suamiku tersenyum lagi. “just don’t make me wait because you woke up late” katanya. Hehe rupanya beliau kesel karena menunggu aku terlalu lama akibat telat bangun. Berhasil masuk antrian, satu persatu pengunjung di double check seperti sedang mengantri di imigrasi airport..oh God semoga kali ini aku tidak terstuck karena sunblock yang aku bawa dalam tas kecilku hahaha.
Oh rupanya antrian tidak berhenti di situ, satu persatu para pengujung, perorangan, pasangan atau rombongan di foto oleh photographer Burj Khalifa, tentunya dengan semangat aku bergaya dong hehe, setelah selesai kami diberi secari kertas yang berisi nomor photo kami nanti jika mau diambil after tour. Habis foto, sudah agak lega karena tidak perlu mengantri lagi kami juga bebas mengabil gambar sana-sini, sebelum menuju lift kami melewati satu lantai dengan menggunakan escalator, di escalator 2 step di bawahku seorang bule tak henti menatapku “ga perlu dibilang GR ya hehe” mungkin saja tertarik dengan bootku atau T-shirt yang aku gunakan, tak berhenti menatap, dia menyapa, “ are you coming from Thailand?” tanyanya..”oh no, I am Indonesian” jawabku singakt sambil memegang tanga suamiku ;-), “ oh really? you look like thailandese…coz I had Thai girl before” ucapnya lagi, suamiku mengerutkan keningnya, untugnya kami sudah sampai di 1st level dan segeara memisahkan diri dari bule tersebut, kami mebuat antrian lagi untuk masuk lift, bukan karena liftnya satu membuat kami mengantri tapi karena pengujungnya bejibun..

2-3 menit menunggu, akhirnya kami kebagian masuk lift, seorang petugas mengantar kami. Pada awalnya aku sama sekali tidak tahu ke lantai berapakah kita berhenti ini? , ko’ rasanya cepat banget sampainya kayak ke lantai 25 wisma BNI 46 gitu *hehemissmyexoffice.com*,kami sudah berada di lantai 124 Burj Khalifa dari 240 level pengunujung hanya diperbolehkan di lantai 124, menurut info yang aku dengar, untuk ke lantai 240 hanya diperbolehkan untuk hal yang penting dan bayarannya pun jauh lebih mahal. Well, berada di lantai 124 saja aku sudah excited, apalagi pas lihat view ke bawah..wow amazing.. indah sekali! (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)

Sedang klik sana klik sini, eh si aki di escalator ketemu lagi..hehe “can I take a picture of you?” tanyanya nah lho, Francoisku langsung mendekat dan segera membidik kearahku ;-) anyway lots of fun at the top, seorang bule kecil yang dari tadi rupanya merhatiin aku, mendekatiku dan bilang “nice T-Shirt” karena aku tidak mungkin memberikan T-Shirt yang aku pakai padanya, dia meminta orang tuanya memotret kami berdua, lalu aku minta juga suamiku memotret kami berdua..lucu..lucu LOL (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)
Setelah puas berkeliling di lantai 124, memotret yang perlu dipotret, kami memutuskan untuk segera turun karena kami masih ada rencana lain segera kami mengambil antrian kembali untuk masuk lift namu kali ini tidak perlu menunggu lama, lift segera terbuka seorang petugas mengantar dan suamiku mulai menutup kupingnya..;-) sekilas saja kami suda berada di bawah, tentu saja pintu masuk dan pintu ke luar berbeda, tak lupa mampir bergaya dulu di depan sebelum bener2 keluar dari area Burj Khalifa, melihat pemandangan2 sana sini, photo2 para pendiri dan pemilik..cekk..cekk..tiba posisi mataku tertuju pada photo seorang perempuan huhhh aku lupa catat namanya dari wajanya sepertinya American black tapi entahlah yang jelas posisi nya Communication Manager, ohhhh seharusnya aku di posisi itu hahaha..once again aku tertakjub2… bisa lihat mimik aku di album FB “hari yang indah bersamanya”) hehehe
Puas melihat dan memandang, kami benar2 memutuskan untuk mengakhiri tour hari ini, sambil jalan bergandengan menuju escalator, seorang petugas menegur “madam, you can see your picture in front of the lobby” katanya sambil tersenyum..ohhh saking exceitednya aku hampir lupa kalo kita sempat difoto sebelumnya..untung saja kertasnya ga hilang..sampai di tempat yang di maksud, aku melihat beberapa pasangan sedang antri dan banyak sekali foto yang dipajang, “how much do you think, we have to pay for the pict, sayang?” Tanya suamiku..”hu? how much??? Do we need to pay for that pict?” tanyaku kaget, belum hilang gaket-ku, tiba2 aku dengan soarang bule berkata, “200 dirhams? Oh I don’t think so!” katanya sambil berlalu mengajak pasangannya. Karena mungkin si petugas sudah mengenali aku lewat T-shirt yang aku gunakan, dia langsung memberikan foto kami yang sudah didesain indah;-) mungkin sekedar ingin me-makesure atau ingin berbasa-basi aku bertanya lagi, “how much?” “200dirhams” kata petugas tersebut..200dirhams sekitar 500riburupiah mungkin?, aku tatap photo itu lagi..kayaknya ga begitu sempurna, maksudya harganya hahaha..tapi suamiku bertanya “you wanna take it, sayang?” hmmm NO! LOL..kami juga berlalu seperti pasangan2 lainnya yang tidak berminat mengambil foto mereka atau mungkin kemahalan sama seperti aku ;-) well, Burj Khalifa At The Top tour is done, saatnya kami keluar kandang dan melanjutkan rencana berikutnya.

Part 3
Duduk santai sambil ngobrol hal2 yang bermnafaat dengan suami inilah yang selalu aku tunggu, tidak tergesa2 karena harus segera ke stage, tidak buru2 karena ada itu dan ini..tapi ya namanya suami cari nafkah..harus berbesar hati jika terabaikan;-)
Ngopi-ngopi di Town Delli Café salah satu café yang ada di teras Dubai Mall, aku tiba2 saja suka nongkrong di café ini, selain pemandangan bagus, foodnya enak kebetulan café ini juga hampir sebagian waiter and waitress-nya orang Indonesia, supervisor dan Managernya orang Indonesia, aku sempat ngobrol2 ringan dengan managernya, “ karywannya banyak orang Indo, KKN ya?? ” Tanyaku saat itu sambil bercanda..”ya begitulah mba,” jawabnya sambil senyum2 penuh arti. KKN dalam hal membatu boleh lah ya hehehe
Anyway, cukup lama aku dan suami nongkrong di café tersebut, banyak cerita yang kami galih, banyak hal yang kami diskuskan, meski di tempat tidur juga kami sering diskaskan hal tersebut, tapi happy aja rasanya selalu bisa diskus dengan suami dari hal yang kecil sampai yang benar2 kita harus bicarakan secara serius, misalkan kalau beli rumah, sebaiknya di Pondok Indah atau di Kemang atau kita beli rumah Krisdayanti saja ya? Hahahahaha

Part 4
Nonton Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, sebenarnya ini film filihan terakhir karena film yang kita mau tonton sebenarnya Devil atau Resident Evil "After Life" 3D tapi jadwal yang kita seharusnya datang sudah terlewati yang akhirnya pilihan kita jatuh Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, was good enough..menonton film ini buat aku, excited..bored..excited..bored lagi tapi setelah 140 menit berlalu akhirnya aku jatuh cinta sama Soren si burung kecil yang lucu itu hihihi

Part 5
Hmmm…shopping-shopping alas istri pemain band hehe tak beranilah masuk LV atau Prada cukup tahu diri eike;-) Manggo ata Zara sudah cukup senang ko’ melihat mimik muka suamiku juga terlihat senang ketikan aku masuk counter Zara dan Manggo berarti uang di dompetnya cukup hanya untuk di dua tempat tersebut LOL
Yeah, tidak banyak yang dibeli, sekali lagi cukup tahu diri sebagai istri pemain band segala sesuatunya harus diperhitungkan, baik budget shoppingnya mau pun baggage pas mau pulang nanti..;-) tapi cukup senang, bukan cukup tapi sungguh senang.
“we home now, sayang?” Tanya suamiku..”yeah I think so…” jawabku sambil senyam-senyum puas karena sudah dua tentengan di tangan;-) “ hmm..don’t you want to come to see the Gold Souk?” Tanya lagi..”why? do you want to buy me some gold or diamond?” tanyaku kembali yang pastinya dengan nada bercanda, sambil memicingkan matanya beliau menarik tangaku menuju escalator ke arah Gold Souk (Souk=Market –red) sesampai di Gold Souk, sebelum mutar sana mutar sini kami sempat berfoto ria di area Gold Souk karena viewnya cukup indah untuk dipotret apalagi kalau ada aku disana LOL, kami juga mampir di toko Arabian parfume beli buat emak dan seeorang teman 
Anyway, aku tak berplanning untuk beli ini mungkin juga suamiku tapi entahlah mungkin malaikat apa yang membisik di kupingya, sampai akhirnya terbelilah sepasan giwang kecil nan manis yang berpermatakan berlian, ya ampun pas aku lihat harganya, wah bisa buat bayar 4 bulan sewa kamar kita yang di Prapanca neh sayang.. maaf mungkin ini berlebihan ceritanya tapi sungguh ini indah sekali, suamiku tidak bertanya atau banyak bicara dia hanya bilang “this’s for your real wedding gift, sayang” ya Tuhan..sudah banyak gift2 yang ia berikan dan cincin tunangan waktu itu juga sudah lebih dari cukup..oh Allah terima kasih untuk suamiku yang baik ini, bukan karena berliannya..betapa ia selalu ingin buat aku bahagia meski aku kadang tak menyadari dan masih saja suka complain dengannya.
Ending yang sungguh indah di weekend ini

Dubai 15th October 2010

Wow…untuk mencapai kampung halamanku Pulau Kramian memang cukup melelahkan, setelah 14 jam dari Jakarta menuju Surabaya, melalui kereta api..Argo Anggrek aku memilih alat transportasi ini karena mungkin lebih murah dari tiket garuda hehe selain itu aku ingin menikmati perjalananku saat ini karena aku tidak terlalu buru2 namanya juga pengangguran. Setibanya di Pasar Turi Surabaya aku tak langsung bergegas ke tanjung perak di mana kapal yang akan kutumpangi sedang berlabuh di sana, tapi aku bergegas mencari tempat penitipan barang dan restoran untuk bersantap pagi.

Jam 9.30 tepat aku tiba di tanjung Perak, sepertinya masih sepi dan para awak kapal juga masih membersihkan sisa-sisa sampah yang berserakah di atas kapal akibat ulah penumpang dari Maselembo ke Surabaya. Aku menghampiri loket pembelian tiket dan seorang perempuan setengah baya menghampiriku dan bertanya, “sampean Lina ya?” aku menjawab saja “iya”, rupanya ibu itu adalah ibu yang selalu yang aku telepon jika aku ingin pulang kampung tapi baru kali ini aku melihat bentuk wajahnya.

Alhasil, setelah membeli tiket seharga Rp. 48.000, akhirnya aku berada di atas kapal yang akan membawaku ke Pulau Maselembo, pulau yang dikenal dengan peristiwa tenggelamnya kapal tampo mas II pada tahun 1981. Perjalanan dari Tanjung Perak ke Pulau Maselmbo sekitar 15 sampai 17 jam tergantung pada kecepatan kapal mesin yang membawa kami dan waktu yang kami tempuh saat itu hanya 15 jam, berangkat jam 3pm 20 April dari tanjung perak tiba di Masalembo jam 5am 21 April and that was nice..apalagi ombak sedang surut jadi perjalanan cukup menyenangkan apalagi sepanjang perjalanan dipenuhi dengan obrolan2 manis sesama penumpang yang tentunya penumpang yang santun menyapa padaku hehehe
Jam 5am tepat aku mendarat di dermaga Masalembo, melihat gayaku yang agak berbeda dengan penumpang lainnya..tentu saja sebagian penumpang atau penjemput memandangku dengan pandangan dan mimik yang berbeda2..ya aku melenggak saja karena itu toh ga ada pengaruhnya buat aku. Aku menaiki sebuah becak menuju taxi (perahu kecil yang berukuran 4x4 yang biasa ditumpangi orang2 pulauku yang hendak menyebrang ke pulau2 lainnya atau sekedar menyeberang untuk berbelanja bulanan di pulau Masalembo-red hanya dengan ongkos Rp. 25. 000-30.000) yang sedang berlabuh menunggu para penumpang lainnya, sesampai area “taxi” hanya satu taxi yang hendak berangkat ke pulauku…melihat kedatanganku, sekali lagi para penumpang dan awak kapal memandangku ke arahku, salah satu dari mereka menyapa; “mau kemana mba?” “apa perahu ini ke kramian?” tanyaku…”iya mba…jawab yang lainnya dengan ramah…salah satu dari awak merapatkan perahu ke bibir dermaga sehingga aku bisa melangkahkan kaki-ku dengan sempurna ke atas perahu, di atas perahu tak henti2nya mata penumpang menatapku setengah mulut terbuka seakan ingin menyapa…aku arahkan seluruh pandangan di atas perahu sekedar memastika apa ada salah satu penumpangnya yang aku kenal? Dan benar saja di sudut kapal duduk seorang laki2 yang juga memandang ke arahku dengan mimik berkerut tanda berpikir atau mungking sedang mencoba mengingat2…”oiiiiiii…ka Saf”.. teriak-ku padanya..sontak saja penumpang dan para awak menoleh padaku…”ka saf..ini aku Lina…anaknya Haji Muni”,teriak-ku lagi.. (nama bapak-ku H. Munir tapi penduduk Kramian memanggil beliau H. Muni, red), tergopoh2 dia menghampiriku “ahhhh iko pale Lin …kupikirki artis dari mana” (kamu toh Lin, aku pikir artis dari mana-red) “hahahaha…” aku hanya terbahak kencang sekali…ehhh aku tidak berubah masih suka teriak, masih suka tertawa riang layaknya anak pulau…di tengah perbincanganku dengan Saf, muncul seorang wanita sebaya aku, menyapa…”Lina????” Tanyanya sambil memeluk jaket di tangannya…aku tidak menyapa kembali..aku hanya memandangi wajahnya lamat2..dia Nampak semakin ragu, aku coba perhatikan bekas luka di sudut bibirnya yang kanan..rasanya aku kenal anak ini..”tunggu..tunggu…tolong kasih aku waktu untuk mengingat kamu..jangan pergi..aku kenal..kenal..aku kenal..Rossssssss?????” Masya Allah, Ros… gadis ini teman masa SD-ku dan bekas luka itu adalah kecelakaan yang menimpanya ketika dia dan kakaknya naik sepeda dari rumahnya di gunung menuju sekolah kami di dekat pantai..bapaknya adalah petani singkong dan aku suka datang ke rumanya untuk beli atau sekedar menukar singkong dengan beras..oh masa kecilku tiba2 berputar2 di kepalaku, perpisahan terjadi ketika kami tamat SD aku melanjutkan ketingkat lanjut sedangkan dia melanjutkan usaha keluarga yakni bertani singkong dan setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi sampai akhirnya detik ini kami dipertemukan kembali. Mungkin keadaan, cuaca atau karena akibat kerja keras wajahnya Nampak tua dari yang sebenarnya.. “ya ampun Lin..kamu ko beda banget sekarang, dulu kan kamu hitam sekali, gendut” celotehnya sambil terus memegangi tangaku sekali2 mencubitnya seakan2 ga percaya bahwa yang ada di depan matanya adalah teman masa SDnya yang hitam gendut…dan tukang jual gula2 hehehe

Jam 10 teng! Taxi yang kami tumpangi beranjak dari dermaga pulau masalembo menuju pulau Kramian yang akan ditempuh 5-6 jam…tentu saja dengan ombak yang sedang pasang…maka terjadilah perahu oleng ke kiri dan ke kanan yang cukup kencang..meski begitu tidak satupun dari para penumpang yang menunjukan rasa khawatir, dan meskipun aku mabuk berat dan muntah2 aku tetap ingin menyaksikan gelombang yang mencapai 4-5 meter tersebut, tapi sebagian dari penumpang juga ada yang tertidur pulas, oh pulauku..jauh sekalinya rasanya untuk mencapaimu! Tepat jam 3 sore kami tiba di dermaga pulau Kramian, ya ampiun banyak sekali manusia di sana..aku mengarahkan pandanganku ke sekeliling mencari penjemput, mungkin kakak-ku atau om-ku…”Linaaaaa…!” seseorang meneriaki-ku..ahh ternyata teman masa kecil yang langsung mengenaliku, karena kami memang sering bertemu ketika aku pulang kampung..”heyyyy….” sapaku kembali…”mana suami-mu?” teriaknya kencang..aku hanya tersenyum…di ujung sana, rupanya kakak dan om ku sudah menunggu sambil melambaikan tangannya ke arahku…ahhhaaa, ternyata tidak hanya berdua dari beberapa keluargaku ikut menjemput, walah ada apa ini? Ko banyak banget yang jemput? Hmmmm rupanya mereka piker aku datang bersama suamiku yang berkebangsaan Kanada itu hehe, tapi sayang aku pulang sendiri tidak dengan suamiku tercinta!
Hmmm perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai pulauku, tidak cukup kalo hanya seminggu…tapi ya aku ucap syukur karena akhirnya aku sampai juga ke rumahku meski ibu dam salah satu kakak-ku sedang pergi ke Asam-Asam salah satu pulau di Kalimantan Selatan, untuk beberapa hari. senang bisa berada di rumah tua milik orang tuaku, beberapa sauadara dan tetangga berdatangan untuk sekedar bersalaman denganku yang katanya dari kota besar dan bersuamikan bule ;-)

Hmmm senangnya bisa merealisasikan keinginan, yakni desert safari . Sebenarnya desert safari sudah aku utarakan kepada suami tercinta seminggu setelah aku berada di Dubai, karena menurut beberapa teman yang pernah berkunjung ke Mid-East bilang; “jika ada kesempatan untuk ke Negara Mid-East, sempat untuk melakukan desert safari”.

Jum’at hari ke 26 di bulan Maret, setelah 2 hari sebelumnya aku melakukan reservasi ke Dubai Safari Tours (DST), karena aku yang kebetulan dipercaya in charge untuk ngurusin desert safari kali ini, jadi harus cukup terorganisir jangan sampai ada yang kelewat, dan sesuai dengan kesepakatan dari pihak DST akan menjemput kami di hotel pada jam 3.30pm, tapi karena harus menjemput 3 penumpang lainnya di daerah Sharjah, maka jadilah kami dijemput jam 4pm dengan konfirmasi sebelumnya.
Melihat mobil yang menjemput kami, tidak seseuai di website ( Toyota landcruiser, spcial made for dune bashing-sedangkan mobil-mobil yang menjemput kami hanya mobil merk Toyota model Inova, ga mungkin kan di pake buat dune bashing, bisa mencret itu mobil hehehe) aku sempat bertanya dengan driver yang menjemput kami, “ is it the car that we gonna use desert safari?” “no madam..we’ll change with another truck” jawabnya sambilnya menyuruh kami membagi diri, karena satu car hanya cukup 6 person sedangkan kami ada Sembilan, maka tiga Norwegian itu mebagi dirinya ke mobil lain yang sudah berpenumpang 3 Australians. Sambil memasuki mobil aku masih bertanya2 “truck? Ko truck sehh..?? karena aku masih penasaran aku bertanya lagi dari jok paling belakang…”what did you mean, “we’ll change with another turck?” “the truck, madam..the truck special for dune bashing…katanya lagi dengan logat Indianya yang sangat kental..dan seperti biasa suamiku menegur..”don’t ask too much sayang..trsut him..we’re going to desert now and we gonna change a special car for desert safari”, yang lainnya ikut meng-iyakan saja. Tapi karena mungkin aku orang yang sangat berhati2 bahkan over hati2 jadi bawaanya curiga mulu..”jangan-jangan” hehehe. suasana humoris di mobil sedikit menghilangkan kekhawatiranku..Bismillah..Insya Allah kita sampai dan semuanya akan baik2 aja 
Menempu perjalanan kurang lebih 30 menit dari hotel ke tempat di mana kita harus ganti “truck” katanya, aku ga tau pastinya nama tempat itu..yang jelas banyak mobil yang sedang diparkir..fiuhhhh mobilny keren-keren dan hampir semua pimiliknya bersorban semua;-) tiba di tempat penggantian “truck” kami ditanya sama driver mau tunggu di mobil atau di luar? ya tetntu saja bule2 termasuk suamiku tentunya dengan senang hati menunggu di luar karena matahari yang bersinar terang adalah saatnya menjemur diri, sementara aku pikir2 sejenak..ngelihat ke luar uhhh panasnya minta ampun..gila gurun gitu lho..jam 4.30 sore sini…matahari masih kenceng banget booo..bisa meleleh neh eike punya perawatan muka hahaha, tapi akhirnya keluar kandang juga..menikmati pemandangan disekliling sambil menahan triknya sinar matahari
Ketika 15 menit kami menunggu tapi si “truck” yang dimaksud belum jua datang, sedangkan yang lainnya sudah nanya-nanya “where’s the car? Where’s the car? Where’s the car” is hot here” sebagai pelaku tukang reservasi hmmm…adatku kambuh lagi dehh..aku coba mendatangi si driver yang sedang kongkow dengan beberapa driver lainnya..karena mungkin suamiku nglihat aku bersungut mengampiri si driver dan khawatir aku ngomong keras maka beliau ngekor di belakang…” jangan2 darah bugisnya keluar lagi neh istriku” hehehe… “when do you think..the cars are coming?” “on the way madam” jawabnya…mukanya lugu matanya redup, jadinya aku ga tega kalo ngomong lebih, tapi aku bilang geneh “if I know that we have to wait and change the car, we gonna go with another tour ” tega ngga ????? si driver berdiri dan minta maaf..suamiku bilang “ sayang, you don’t need to say that..they didn’t know anything..they just drivers, sometimes you can be so bodoh!” tapi beberapa dari mereka yang juga menunggu bilang…”yeahh but they are suppose to organize, so we don’t need to wait and west time like that!” see…..!!!!
Tidak lama kemudian, dua “truck” datang dan drivernya menghampiri kami..lagi2 aku heran ko nama yang di website tidak sesuai dengan mobil yang menjemput kami ya?..selidik punya selidik ternyata satu grup atau satu team jadi ga perlu worrymadam!!”..masuk “truck” pasang seat belt karena kami akan melakukakan dune bashing selama 20 menit.. ( berdasarkan yang aku baca, driver khusus desert safari harus punya license special for dune bashing, jadi ga perlu khawatir) dan bener juga sepanjang perjalanan kami ke camp ( karena camp adanya di tengah2 gurun di mana kita bisa melakukan aktivitas lainnya di sana seperti ride camel, heena painting, Arabian costums, dinner dan menyaksikan pertunjukan belly dance) kami melakukan dune bashing, cukup bikin spot jantung, but that was really fun..really fun! Sayangnya kami tidak bisa mengambil foto sendiri pas dune bashing. Dalam perjalanan ke camp, kami juga sempat berhenti beberapa menit untuk sesi foto-foto, terus mampir di camel farm..sambil berfoto tentunya, kami mampir tidak begitu lama, lalu kami lanjutkan kembali ke arah camp. Kurang lebih 5 menit dari camel farm mobil yang membawa kami sudah sampai di area campwow a lot of people..!
Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai di camp adalah melihat2 pastinya, kalo aku seperti biasa memperhatikan orang yang lalu lalang di depan aku hehehe..hmmm dari mana semua ya ini people ko banyak kaleee…ada orang Indonesia lagi ga ya?…pandanganku tersapu di setiap penjuru camp tapi sepertinya aku tidak menemukan gaya-gaya orang Indonesia..xexexexe. Riding a camel, heena painting , dan shisha kami lakukan secara berantri, meskipu harus antri panjangn suasananya tetap fun, semua pengunjung terlihat gembira bersuka ria..mungkin karena irama lagu-lagu mid-east yang terdengar syahdu membuat para pengunjung merasa bersuka cita seperti itu. Selanjutnya sambil menunggu dinner dan belly dance, suguhan unlimited soft drink juga menemani duduk2 santai kami di sore berganti malam itu, tapi aku tidak mau sekedar berdiam saja di tempat, aku coba keliling camp, melihat-lihat yang perlu dilihat dan mencoba yang perlu di coba..sampai akhirnya aku sampai di shop yang menjual pernak-pernik mid-east plus arabian costum, aku coba dong Arabian costum-nya, tapi pas aku mau ambil foto..eh ga boleh sama si penjual, “for sale” katanya..karena aku selalu ingin mengambil foto di setiap moment jadinya aku belilah satu buah scarf yang harga awalnya 25dirham atau sekitar 68Rp tapi akhirnya aku tawar jadi 15dirham atau sekitar 40Rp..lumayan buat gaya-gayaan ala Giring Nidji hehehe, yeeeeee baru deh si penjual mempersilahkan aku ambil foto dengan busana ala Cleopatra, canggih juga neh siasat marktingnya orang arab, gumamku..hahahaha
Menikmati BBQ dinner dengan suasana lagi-lagi sungguh rasanya nikmat banget, bukan makanannya yang begitu nikmat.. tapi suasananya, tak henti-hentinya aku bilang sama suamiku; “am happy…am happy…am happy”. After dinner...kami disuguhkan belly dance, sungguh indah tarian perutnya, selain penarinya memang cantik..badannya pun sangat gemulai ya ialaaaaah kalo keras ga mungkin jadi penari..jadi penjaga unta aja kaleee hehe..season 1, season 2, dan season 3, dan tiba season di mana si belly dancer mengajak para pengunjung untuk menari bersamanya..ini season special for ladies only..eh si penari ngelihat ke arahku..dan mengajak-ku naik panggung…waduh naik ga..naik..ga?? tapi yang lain sudah bersorak “come on”..“come on lina” yo wis bengeut..benguet dahhhh..yang penting aku bisa megang tubuh indah penari itu wakakakaka…but honestly I don’t even know how to dance…I suppose to ask my friend Lingkan if I know that before hehehe..tapi karena aku orang Indonesia, ya aku mengikuti gaya kebanyakan orang Indonesia saja..”bisa ga bisa yang penting exisssss!!! Hahahaha…see the video!!!
Well, kami menyudahi desert safari kami hari dan malam itu dengan full of fun..really..really fun..so, I would like to special thank to my lovely husband Francois Laperle, Patrice and Aya, Maylissa and Geoffrey, the new friends from Norway (Goeffrey’s friends anyway) Pablo, and two other friends..ups once again I forgot the name…it’s lil bit hard to remember..but really thank you!..you guys are sooo cool…special to my husband..you’re my man! Hehehe

Dubai, 27 March 2010

"gue mau ke toilet dulu, ya"

Setelah hampir 2 bulan aku di Dubai, finally aku mencoba turun dari ranjang di malam hari dan mencoba mengendus-ngendus ke tempat suamiku selama ini mencari nafkah ;-) itupun setelah sedikit bersengit lidah dengan sang suami..karena pakaian yang ingin kugunakan tidak sesuai dengan hasrat hatinya… hehehe

Rock Bottom, nama café plus club plus restaurant tempat suamiku dan ke enam temannya yang lain menjual kebolehan..restaurant (aku selalu menyebutnya restaurant Rock Bottom karena hampir setiap malam kami dinner di sini) tempat ini memang selalu ramai dikunjungi, karena selain club terbaik katanya juga sangat selektif dalam menerima pengunjung, meskipun selektif tetap saja banyak yang berkunjung dan yang dijamin yang datanga adalah pilihan, katanya begitu :-)

Wow..bener juga malam ini ramai banget..karena kebetulan ladies night, club jadinya bejibun dipenuhi para ladies dan tentunya para pria-nya dari yang berkulit hitam sekali, hitam manis, dari yang putih sampai yang pucat pasi ada di sini. Aku sengaja datang pada the second set, karena selain tidak mau berlama2 di club aku juga kan harus sholat Isya dan ngaji dulu hehehe (ini tetap harus diutamakan xexexe), well, sebelum naik ke stage suamiku Francois Laperle (lihat statu-ku, red xexexe) mencoba memperkenalkan aku ke beberapa costumer regularnya..uh cantik-cantik..salah satunya cewek Australia namanya Gadis (tadinya aku ingin menulis nama aslinya tapi kata suami sebaiknya jangan, karena even pun ga ada kaumnya yang membaca dan mengerti tulisan ini tetap saja tidak etis menulis nama asli seseorang tanpa konfirmasi..hmmm saran yang baik) dia seorang model finalis Australia Next Top Model kalo ga salah??, karena menurut suamiku dia pengen ketemu aku, makanya doski sumringah banget pas ketemu aku, “hey…you look so gorgeous..ah finally I see you!” di lain perbincangan: “are you coming from Indonesia? I know Indonesia lil bit and I would like to visit Indonesia one day..Indonesian people are friendly and you too, look so lovely (gorgeous-nya dan lovely-nya ga ngarang ya hehehe dan syukurnya dia hanya mengetahui kalo orang2 Indonesia itu sangat ramah..pantatku sudah agak kebat kebit neh kalo sudah doski nanya Indonesia juga terkenal korupsinya kan? Hahaha).
Selain itu ada Dara (nama samara juga neh) cewek turunan India, mantan model..tapi nasib naas sempat menimpanya, kecelekaan mobil merenggut karirnya di dunia model, ya agak parah memang kalo lihat wajahnya tapi asli badannya keren banget, sisa kecantikannya pun masih terlihat, berbicara sangat elegan tersenyum dan tertawa seperti diatur mungkin materi2 manner yang pernah dia terima masih membekas;-) dan malam ini rupanya dia sedang merayakan keberhasilannya karena setelah 2 tahun terkukung dan berusaha mati2an cari kerja, mungkin kayak aku dulu kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, akhrinya berhasil mendapatkan pekerjaan..aku ga tau pastinya pekerjaan apa? Aku hanya mendengar announcing dari stage kalo sang mantan model itu sedang bersuka cita
Well, mari melanjutkan acara clubbingku yang singkat ini..posisi-ku berada agak jauh dari stage, karena tepat di depan panggung sudah dipenuhi para ladies yang sedang bersuka cita, lagi pula kalo aku ambil posisi paling depan aku ga bisa merhatiin orang-orang dong…aku datang ke Rock Bottom kan hanya untuk jadi pemerhati saja sambil menikamti orange jus yang aku dapat secara cuma2, di sampingku ada dua teman, satu teman suami yang baru dating dari Kanada satunya istri dari teman suamiku..aku ikut dance mengikuti irama lagu tapi sebenarnya aku ga bisa dance, ya karena ga mau terlihat kayak patung aku jadinya ikut2an gerakin kaki, tangan dan kepala hehehe
Sebenarnya aku ga begitu konsen dengan dance aku sendiri, aku malah sibuk geser sana geser sini setiap kali ada orang mau mendekat ke aku..sampai akhirnya aku terhimpit pada empat manusia, tiga cewek satu cowok..satu diantaranya sama bule ganteng, si bule matanya tertuju ke aku..si cewek langsung menyapu wajah si bule dengan tangannya dan langsung mendelik…hmmmm kayak2nya aku hafal banget neh kelakuan dan delikan mata genehhh…terus dia berbisik2 kepada kedua temannya yang cewek, karena mungkin si cowoknya sudah mabuk berat, temanya yang agak padat ngelirik aku..hmmm lirikan itu agak2 familiar di aku neh..yang satunya lagi manis sexy senyam senyum ditahan kayak senyum ngeledek…waduh darah bugisku kayakya sedang diuji lagi neh tapi karena mengingat ini tempat suamiku mencari nafkah..waduh tahan..tahan..tahan..secara bersamaan bule dari belakangku menyapa,. “hey, are you alone?” menyapa kencang sekali di telingaku karena menyapa biasa tidak cukup mampu mengalahkan alunan musik…”noooooo…am coming with my friends..sapaku kembali sambil menunjuk kea rah dua temanku, aku tau suaraku pasti kekecangan karena dia sempat mengorek kupingnya …aku mencoba mendekat salah satu temanku dan membisik “we have to move and be closer to the stage ” tapi dia bilang “ it’s ok here…” ok dehhh, yo wis aku jadinya tetap berdiri sambil gerak2 badan di tempat yang sama, karena aku juga ga mau ujuk2 nyoplang sendiri dekat panggung..walhasil bule itu bergeser sediki lebih menyamping…dan cewek manis dan sexi itu sedang ngedance habis-habis-an lagi2 aku coba menilik2 cara nge-dancenya..ya ampiunnn ko aku familiar banget ya dengan gaya dance gini??? (ala Dewi Persik getooo duehhhh) Waduh ko aku jadi merhatiin orang geneh yakkk….eh namanya juga pemerhati ya kerjanya merhatiin xixixixi
Alunan musik terdengar kencang dan semakin kencang, aku, dan kedua temanku hanya bisa saling berbisik jika kami ingin membicarakan sesuatu. Akhirnya the second set sudah selesai, tentu saja hening sejenak kecuali suara manusia yang terdengar sebelum DJ memutar musiknya.. ”gue mau ke toilet dulu, ya” tiba2 saja aku mendengar ada seseorang yang menggunakan bahasa tercintaku..nah lho siapa ya???? Wakakakakakakaka ternyata gadis-gadis yang mendelik dan tersenyum ngeledek kepadaku itu cewek-cewek Indonesia tohhhhh..wakakakaka rasanya pengen banget bilang “coba ya kelakuan nyinis2in orang itu disimpan aja di Indonesia karena di sini ga berlaku” tapi salah satu temanku sudah menarik tanganku untuk segera menghampiri personil Soul Out Band, lagi pula kalo aku lakukan itu bisa2 kami semua masuk jail, diportasi dan di banned 6 tahun ga bisa masuk wiyalah UAE hahaha..
Apa ya yang sebenarnya ingin aku sampaikan lewat tulisan ini? Mungkin:
1. Harus tetap berbangga karena rupanya Indonesia masih dikenal sebagai Negara yang penduduknya ramah-ramah, gorgeous- gorgeous dan lovely-lovely…;-)
2. Dari sekilas cerita tentang Dara yang aku dengar dari suamiku dan teman2nya..bahwa sedikit ingin mengingatkan kita kalo kecantikan dan badan bagus bukan modal satu2nya, tapi kebesaran jiwa dan semangat hidup adalah salah satu penunjang untuk bisa survive
3. yang punya sifat suka sinis sama orang lain dan suka sok merasa cantik sebaiknya disimpan aja kalo mau pergi ke Negara orang, karena dipastika tidak berlaku..makanya sifat sinis aku simpan baik2 di kulkas pas aku mau berangkat ke Dubai..hehehe

wassalam

It’s more than a month aku di Dubai mengikuti tour suamiku dari Negara satu ke Negara lainnya..dan bulan depan dipastikan akan berpindah lagi ke Negara lain, sebagai follower sejati pasti ngekor ...
Honestly, I am starting to falling in love with my condition…ya mungkin karena suamiku tak henti2nya memberiku support, apa lagi aku punya kegiatan baru yakni menulis dan menulis tanpa perduli apakah itu enak dibaca atau sekedar numpang lewat saja sebagai pelepas dahaga rasa rinduku pada aktifitas yang ingin aku raih kembali.
Selain itu, aku juga sudah menemukan teman-teman Indonesia di sini dan tentunya makanan Indonesia. Beberapa hari lalu aku pergi ke Deli Singapur restaurant Indonesia yang ada di Dubai, pemiliknya adalah orang Singapur keturunan Indonesia, tukang masaknya pun asli jawa. syukurnya tidak terlalu jauh dari tempatku, jadi kemungkinan setelah malam itu aku akan kembali berkunjung ke sana lagi dan menikmati makanan Indonesia sambil menikmati celoteh-celoteh warga Indonesia yang bekerja di Dubai yang setaiap malamnya kongkow di sana…
Seorang teman Indonesia banyak bercerita padaku tentang banyak hal mulai dari kehidupan pribadinya sampai dia mengadu nasib ke Negara Dubai, ya aku pernah bilang beberapa waktu lalu bahwa setiap penduduk Indonesia yang meninggalkan Indonesia dengan harapan sebuah nasib yang baik adalah para penduduk yang merasa kecewa atau putus asa dengan lapangan pekerjaan di Indonesia, dan bukti itu kembali di depan mataku, banyak pekerja dari Indonesia yang sebenarnya hanya digaji beberapa dirham di Negara ini tapi mereka bahagia, sangat bahagia dan aku bisa melihat kebahagian itu dari mata mereka, kalian tahu kenapa? Karena mereka merasa telah berbuat sesuatu untuk bangsanya!
Aku bukan salah satu penduduk Indonesia yang pernah kecewa atau mungkin boleh aku katakan aku belum pernah merasa dikecewakan oleh negaraku, meskipun aku merasa tidak selalu baik2 saja di Negaraku sendiri. Aku ada di sana dan di sini karena mengikuti cintaku…bukan lantaran kecewa, bagaimana mungkin aku merasa kecewa jika setiap saat aku selalu merindukan untuk kembali ke negaraku.
Oh ya, aku belum pernah merasa berbuat sesuatu untuk bangsaku, belum..sampai detik ini! tapi percayalah aku adalah warga yang baik dan aku tidak berusaha menceritakan kejelekan bangsaku kepada warga Negara lain! Aku tetap memuji negeraku meskipun media sana sini atau manusia-manusia lain bercerita bahwa Indonesia adalah Negara penuh korupsi, Negara dengan banyak penduduknya jadi pembantu di luar negeri, Negara yang banyak wanitanya dinikahi secara siri atau dinikahin secara kontrak oleh warga lain (makanya pemerintah mau mengelurakan UUD “jaminan 500 juta buat pria WNA untuk menikahi WNI) atau banyak lagi cerita-cerita lain tentang Indonesia selain karena penduduknya yang super duper ramah…aku tetap diam berusaha menyembunyikan dari mereka atau bahkan berusaha menyembunyikan muka..ah aku tidak perlu merasa malu dengan Indonesiaku, setiap Negara punya ceritanya sendiri, dan aku tidak sedang bercerita tentang Negara lain aku sedang bercerita tentang negara Indonesia. Tapi aku merasa sedih dengan orang-orang yang berusaha bercerita ke warga lain bahwa Indonesianya begini dan begitu, kenapa harus bercerita kepada orang lain? Mereka tidak sedang bertanya ko? Kalaupun mereka tahu Indonesia bobrok..biarlah mereka tahu dengan sendirinya karena sudah cukup banyak media yang bercerita tentang Indonesia, para jurnalisnya pun dibayar untuk membuat berita itu…Aduhhhh..aku jadi sewot nehhh!!!

am I a good wife..really good wife?

Mencintai orang yang mencintai kita tidak selalu mudah, selalu saja ada yang membuat kita berpikir kembali atau bertanya pada diri sendir, apakah saya benar2 mencintai pasangan saya? atau apakah pasangan sayang benar2 mencintai saya dengan sepenuh hati dengan segala apa adanya?
sharing dengan orang lain tentang sebuah hubungan kita dengan pasangan kita tidak selalu menemukan titik terang bahkan kadang menemukan kebuntuan dan bahkan parahnya lagi terkadang pikiran2 bodoh mampir di benak.
aku mencintai suamiku dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan segala ke GR-an aku yakin bahwa diapun mencintaiku dengan segala kelebihan dan kekurangan-ku, namun memang begitu adanya, dia sangat mencintaiku. namun saja dia pernah bilang; "sayang, I love you much and much and it's never change, just my pattient will be limeted" ya, suamiku memang penyabar dan sangat baik, semua orang yang pernah mengenalnya selalu bilang begitu, tapi dia juga manusia biasa yang selalu punya keterbatasan, seperti kesabarannya yang mungkin sudah hampir habis untuk mengatasi-ku. Dia selalu mengagumi sebagai istri yang baik, good heart, beautiful (that's his own opinion, coz I am his wife;-) ) tapi juga aku tidak bisa menolak itu, aku memang istri yang baik, tapi otak iblis di kepalaku kadang muncul sehingga menimbulkan kelakuan2 negatif yang membuat suamiku seperti hendak kehilangan kesabaran.
ketika kami santai, pertanyaan konyol, kadang muncul; "am I good wife?" dan jawabanya sama seperti ketika kami pertama kali bertemu; "you're good girl, you gonna be a good wife and you're good wife and now you're still good wife".

Si Sanguinis sedang terasing

Aku tidak tahu bagaimana memulai tulisan ini, tapi sepertinya ingin memulainya dari jauh-jauh hari sejak aku merasa kesepian, merasa di dunia lain dunia yang sama sekali tidak aku kenal, dunia yang memaksaku terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa…

Berdasarkan buku yang aku baca tepatnya Plus Personality, di mana buku tersebut memaparkan empat karakter yang ada dalam diri manusia, Sanguinis popular, korelis kuat, melankolis sempurna dan plegamatis damai, dari ke empat karakter tersebut, aku adalah sanguinis popular, dari namanya saja tentu si sanguinis selalu ini popular, sanguinis selalu ingin jadi pusat perhatian,sanguinis ingin selalu bahagia, sanguinis selalu ingin bicara dan hura-hura.

Tapi apa jadinya jika si sanguinis berada di lingkungan yang tidak mengenalnya, apa jadinya jika lingkungan tidak menganggapnya, apa jadinya jika si sanguinis tidak lagi popular, apa jadinya jika si sanguinis hanya duduk di pojok sebagai pendengar dan sekekali2 ikut tertawa mendengar pembicaraan, sambil menunggu gilarannya untuk berbicara, tapi kesempatan itu tidak pernah ada karena terpotong oleh pembicara-pembicara yang lain. Oh sanguinis sedang kesepian!

Si sanguinis sedang merindukan dunianya, di mana dia bisa berbicara dan orang-orang yang ada di sekelilingnya mendengar dan terpukau dengan pembicaraannya. Si sanguinis sedang merindukan di mana dia bisa terbawa terbahak2 dengan sepenuh hati, oh sanguinis sepertinya sedang bermurung..

Akan kah si sanguinis popular ini tiba-tiba berubah jadi Korelis, Melankolis, atau Plegmatis???


Budaya tersinggung

apa bener iya..budaya tersinggung itu hanya dimiliki oleh orang-orang indonesia saja?
atau mungkin saja hanya aku yang cepat tersinggung?