Bangun jam 5 sore tidur dari jam 10 pagi sampai-sampai sholat Dhuhur dan Asharpun aku jamak;-) aku tahu ini lebih baik daripada tidak sama sekali, dan tidak bermaksud mengada-ngada karena benar-benar ketiduran.
Well, bukan cerita di atas yang aku mau tulis……
“sayang, after praying we ‘re going go the GYM, ok”. Ucapku pada suami sambil memasang kudung sholat, namun aku lihat suamiku tak bergeming mungkin masih dalam keadaan mengawang-ngwang.
Tak selang berapa lama aku menyelesaikan sholat jamak-ku (Ashar-Dhuhur), hp-ku bergetar tanda sebuah sms. yups sebuah sms dari seorang, sebuah sms ajakan; “makan di burjuman mall yuk Lin”, aku tak langsung membalas karena tida punya planning mau makan apa di luaran sana yang ada di pikiranku pergi ke gym dan makan di restoran hotel dengan suami sebagaimana biasanya.
Tak selang berapa lama aku menyelesaikan sholat jamak-ku (Ashar-Dhuhur), hp-ku bergetar tanda sebuah sms. yups sebuah sms dari seorang, sebuah sms ajakan; “makan di burjuman mall yuk Lin”, aku tak langsung membalas karena tida punya planning mau makan apa di luaran sana yang ada di pikiranku pergi ke gym dan makan di restoran hotel dengan suami sebagaimana biasanya.
tapi setelah meminta pendapat sama suami, (ya ampiun makan di luar aja harus minta pendapat hehe) aku sambut ajakan temanku ini, pergi dinner di salah satu restoran Italy di Burjuman Mall. Aku langsung berkemas memberesi diri sehingga tak perlu menunggu jikalau dia tiba-tiba muncul di depan kamar, dan benar saja bel pintu kamar berbunyi, aku pastikan dia sidah di depan kamar.
Aku cancel nge-GYM, aku tidak dinner di hotel dengan suami tapi aku pergi dengan seorang teman untuk dinner di Burjuman mall. Tidak cukup makan waktu lama untuk mencapai Burjuman Mall dari hotel tempat aku tinggal, cukup menyebrang saja sekitar lima sampai sepuluh menit. Sepanjang jalan dari hotel ke Burjuman Mall, kami sudah saling becerita saling terbahak atau mungkin mentertawakan orang-orang local Negara ini yang matanya juling karena melihat kita berdua yang super sexi hahaha
Setelah mutar sana mutar sini sampailah kami ke sebuah restoran Itali yang biasa aku kunjungi dengan suamiku jikalau kami sedang tidak ingin menyantap makanan hotel, aku sangat menyukai salmon peper lemon yang ada di restoran ini sangat lezat dan harganya pun tidak terlalu mahal. Sepertinya temanku pun menyukai tempat ini, kami memesan tempat untuk berdua dan kami memilih untuk memojok karena tentu saja kami ingin makan sambil bercerita ;-) 100% bukan bergossip.
Sambil menunggu orderan, maka mulailah cerita untuk didengar..banyak cerita yang dia ungkap padaku, mulai dari cerita mantan pacarnya, suaminya, selinkuhannya, dan beberapa laki2 yang mencoba menggodanya, sesekali keluraganya. Aku tahu dia tidak sedang mengarang cerita, dia sexi, cantik, sangat ellegant punya penghidupan yang sangat memadai syukurnya sangat bisa diajak humble, tapi jangan pernah coba tahan dia untuk spend money ratusan dollar untuk di bar;-)
Sambil mendengar aku mencoba menelaah setiap ceritanya, sesekali aku dengar suara sms di HPnya. Aku tidak begitu tertarik denga kisah mantan pacarnya sebelum menikah, aku cukup tertarik dengan kisah suaminya yang sabar, baik dan tentu saja banyak uang: “Lina, aku harus hati2 juga lho sama suamiku kalo tertarik dengan perempuan lain, dia memang tidak ganteng tapi kan duitnya banyak” katanya padaku saat itu. Kupingku akan terpasang dengan sempurna jika ia mulai bercerita mengenai selingkuhannya yang sekejap mataku memang ganteng. Meski sebenarnya sudah tidak ada hubungan apa2 tapi aku tahu dia masih excited jikalau dia bercerita mengenai selingkuhannya, terkadang berkaca2 matanya bercerita tapi aku tahu diapun saat ini sangat bahagia dengan suaminya. Makanya ia memutuskan perselingkuhan tersebut karena ingin fokus dengan suaminya tanpa harus memikirkan orang lain.
Temanku ini adalah tipikal yang sangat cuek, santai, masa bodoh, dan sangat hidup! Dia tak pernah mencoba menutupi perselingkuhannya dengan siapapun kecuali dengan suami tentunya. “mba, you have good life, very nice husband, cari apalagi?” Tanyaku saat itu, “tahu!” katanya singkat. Yeah memang kita tidak menyadari kenapa kita berselingkuh? Karena banyak alasan orang berselingkuh, ada karena uang orang berselingkuh, ada karena kepuasan bathiniyah orang berselingkuh, ada karena buat having fun untuk menetralisir rasa jenih dengan suami atau istiri jadinya berselingkuh tapi apapun alasannya, berselinkuh itu adalah salah, buka begitu bukan?
Well, dia memang bercerita apa adanya, tanpa ada beban, karena dia memang bukan tipikal yang harus dibebani. Sambil menyelesaikan sisa makanan kami, cerita demi cerita berlanjut sesekali aku selingi cerita-cerita lucu atau cerita tentang seseorang yang kami anggap lucu ;-).
Well, dia memang bercerita apa adanya, tanpa ada beban, karena dia memang bukan tipikal yang harus dibebani. Sambil menyelesaikan sisa makanan kami, cerita demi cerita berlanjut sesekali aku selingi cerita-cerita lucu atau cerita tentang seseorang yang kami anggap lucu ;-).
Dinner malam itu selesai dan kami melanjutkan untuk berkisah, “tapi yeah ada dalam diri selingkuhanku yang aku temukan tapi tidak aku temukan dalam diri suamiku”, ujarya tiba-tiba ketika kami sedang mampir di smoking arean. Nah ini juga mungkin salas satu alas an orang berselingkuh..ada sesuatu yang lebih di diri kali-laki atau perempuan lain yang mana tidak ada dalam diri pasangan kita. Lalu aku berpikir dalam hati akankah suatu saat nanti aku atau suamiku tidak menemukan sesuatu tapi ia atau aku temukan pada orang lain sehingga terjadi perselingkuhan, entahlah!
Anyaway setiap manusia sudah tercipta dengan kisahnya masing-masing, dan setiap orang sudah punya jalannya untuk menikamti kebersamaannya dengan pasangan. Semga kita semua sama-sama menikmati cara kita masing-masing untuk menjalani hidup
0 comments:
Post a Comment