Hari yang indah....

Telat bangun bisa-bisa semua rencana jadi terbengkalai tapi sykurnya tidak meskipun dalam beberapa jam bersama pangeranku mimik mukanya sama sekali tidak enak untuk ditatap
Part 1
Bertemu dengan seseorang yang sebenarnya aku sudah temui kemarin (14 Oktober 2010-red) namun pertemuanku kali ini untuk memastikan saja makanya aku ingin suamiku ikut serta, tidak ada cerita panjang di sini..ingin berterima kasih saja karena sudah memuji dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diriku (fisicly-red) juga karena sudah memberikan tawaran, namun Alhmdulillah ini bukan jalanku, ini bukan piihan buat aku, ini bukan impianku, jadi aku dan suamiku hanya bisa berterima kasih saja.
Bold
Part 2
Burj Khalifa At the Top tour, meski agak telat dan suamiku masih saja manyun, tapi semuanya penuh dengan fun. Setelah membeli tiket masuk untuk 2 orang seharga 100dirhams/person atau sekitar $28 USD atau sekitar IDR 250.000, kami ikut mengantri dengan banyak turis lainnya yang mungkin datang dari berbagai Negara tapi sepertinya ada orang local juga itu bisa terlihat dari pakaian yang digunakannya yakni “Abaya”. Mengantri di tengah orang banyak, aku berusaha mengajak berdamai dengan suamiku dengan berfoto2 di statue Burj Khalifa yang ada di samping antrian, Alhamdulillah “works” kami keluar dari antrian dan berfoto2 di sana, setelah itu kami berlari-lari kecil membuat antrian lain..senang bisa lihat suamiku tersenyum lagi. “just don’t make me wait because you woke up late” katanya. Hehe rupanya beliau kesel karena menunggu aku terlalu lama akibat telat bangun. Berhasil masuk antrian, satu persatu pengunjung di double check seperti sedang mengantri di imigrasi airport..oh God semoga kali ini aku tidak terstuck karena sunblock yang aku bawa dalam tas kecilku hahaha.
Oh rupanya antrian tidak berhenti di situ, satu persatu para pengujung, perorangan, pasangan atau rombongan di foto oleh photographer Burj Khalifa, tentunya dengan semangat aku bergaya dong hehe, setelah selesai kami diberi secari kertas yang berisi nomor photo kami nanti jika mau diambil after tour. Habis foto, sudah agak lega karena tidak perlu mengantri lagi kami juga bebas mengabil gambar sana-sini, sebelum menuju lift kami melewati satu lantai dengan menggunakan escalator, di escalator 2 step di bawahku seorang bule tak henti menatapku “ga perlu dibilang GR ya hehe” mungkin saja tertarik dengan bootku atau T-shirt yang aku gunakan, tak berhenti menatap, dia menyapa, “ are you coming from Thailand?” tanyanya..”oh no, I am Indonesian” jawabku singakt sambil memegang tanga suamiku ;-), “ oh really? you look like thailandese…coz I had Thai girl before” ucapnya lagi, suamiku mengerutkan keningnya, untugnya kami sudah sampai di 1st level dan segeara memisahkan diri dari bule tersebut, kami mebuat antrian lagi untuk masuk lift, bukan karena liftnya satu membuat kami mengantri tapi karena pengujungnya bejibun..

2-3 menit menunggu, akhirnya kami kebagian masuk lift, seorang petugas mengantar kami. Pada awalnya aku sama sekali tidak tahu ke lantai berapakah kita berhenti ini? , ko’ rasanya cepat banget sampainya kayak ke lantai 25 wisma BNI 46 gitu *hehemissmyexoffice.com*,kami sudah berada di lantai 124 Burj Khalifa dari 240 level pengunujung hanya diperbolehkan di lantai 124, menurut info yang aku dengar, untuk ke lantai 240 hanya diperbolehkan untuk hal yang penting dan bayarannya pun jauh lebih mahal. Well, berada di lantai 124 saja aku sudah excited, apalagi pas lihat view ke bawah..wow amazing.. indah sekali! (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)

Sedang klik sana klik sini, eh si aki di escalator ketemu lagi..hehe “can I take a picture of you?” tanyanya nah lho, Francoisku langsung mendekat dan segera membidik kearahku ;-) anyway lots of fun at the top, seorang bule kecil yang dari tadi rupanya merhatiin aku, mendekatiku dan bilang “nice T-Shirt” karena aku tidak mungkin memberikan T-Shirt yang aku pakai padanya, dia meminta orang tuanya memotret kami berdua, lalu aku minta juga suamiku memotret kami berdua..lucu..lucu LOL (fotonya di FB “hari yang indah bersamanya”)
Setelah puas berkeliling di lantai 124, memotret yang perlu dipotret, kami memutuskan untuk segera turun karena kami masih ada rencana lain segera kami mengambil antrian kembali untuk masuk lift namu kali ini tidak perlu menunggu lama, lift segera terbuka seorang petugas mengantar dan suamiku mulai menutup kupingnya..;-) sekilas saja kami suda berada di bawah, tentu saja pintu masuk dan pintu ke luar berbeda, tak lupa mampir bergaya dulu di depan sebelum bener2 keluar dari area Burj Khalifa, melihat pemandangan2 sana sini, photo2 para pendiri dan pemilik..cekk..cekk..tiba posisi mataku tertuju pada photo seorang perempuan huhhh aku lupa catat namanya dari wajanya sepertinya American black tapi entahlah yang jelas posisi nya Communication Manager, ohhhh seharusnya aku di posisi itu hahaha..once again aku tertakjub2… bisa lihat mimik aku di album FB “hari yang indah bersamanya”) hehehe
Puas melihat dan memandang, kami benar2 memutuskan untuk mengakhiri tour hari ini, sambil jalan bergandengan menuju escalator, seorang petugas menegur “madam, you can see your picture in front of the lobby” katanya sambil tersenyum..ohhh saking exceitednya aku hampir lupa kalo kita sempat difoto sebelumnya..untung saja kertasnya ga hilang..sampai di tempat yang di maksud, aku melihat beberapa pasangan sedang antri dan banyak sekali foto yang dipajang, “how much do you think, we have to pay for the pict, sayang?” Tanya suamiku..”hu? how much??? Do we need to pay for that pict?” tanyaku kaget, belum hilang gaket-ku, tiba2 aku dengan soarang bule berkata, “200 dirhams? Oh I don’t think so!” katanya sambil berlalu mengajak pasangannya. Karena mungkin si petugas sudah mengenali aku lewat T-shirt yang aku gunakan, dia langsung memberikan foto kami yang sudah didesain indah;-) mungkin sekedar ingin me-makesure atau ingin berbasa-basi aku bertanya lagi, “how much?” “200dirhams” kata petugas tersebut..200dirhams sekitar 500riburupiah mungkin?, aku tatap photo itu lagi..kayaknya ga begitu sempurna, maksudya harganya hahaha..tapi suamiku bertanya “you wanna take it, sayang?” hmmm NO! LOL..kami juga berlalu seperti pasangan2 lainnya yang tidak berminat mengambil foto mereka atau mungkin kemahalan sama seperti aku ;-) well, Burj Khalifa At The Top tour is done, saatnya kami keluar kandang dan melanjutkan rencana berikutnya.

Part 3
Duduk santai sambil ngobrol hal2 yang bermnafaat dengan suami inilah yang selalu aku tunggu, tidak tergesa2 karena harus segera ke stage, tidak buru2 karena ada itu dan ini..tapi ya namanya suami cari nafkah..harus berbesar hati jika terabaikan;-)
Ngopi-ngopi di Town Delli Café salah satu café yang ada di teras Dubai Mall, aku tiba2 saja suka nongkrong di café ini, selain pemandangan bagus, foodnya enak kebetulan café ini juga hampir sebagian waiter and waitress-nya orang Indonesia, supervisor dan Managernya orang Indonesia, aku sempat ngobrol2 ringan dengan managernya, “ karywannya banyak orang Indo, KKN ya?? ” Tanyaku saat itu sambil bercanda..”ya begitulah mba,” jawabnya sambil senyum2 penuh arti. KKN dalam hal membatu boleh lah ya hehehe
Anyway, cukup lama aku dan suami nongkrong di café tersebut, banyak cerita yang kami galih, banyak hal yang kami diskuskan, meski di tempat tidur juga kami sering diskaskan hal tersebut, tapi happy aja rasanya selalu bisa diskus dengan suami dari hal yang kecil sampai yang benar2 kita harus bicarakan secara serius, misalkan kalau beli rumah, sebaiknya di Pondok Indah atau di Kemang atau kita beli rumah Krisdayanti saja ya? Hahahahaha

Part 4
Nonton Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, sebenarnya ini film filihan terakhir karena film yang kita mau tonton sebenarnya Devil atau Resident Evil "After Life" 3D tapi jadwal yang kita seharusnya datang sudah terlewati yang akhirnya pilihan kita jatuh Legend Of The Guardians: The Owls Of Ga'hoole 3D, was good enough..menonton film ini buat aku, excited..bored..excited..bored lagi tapi setelah 140 menit berlalu akhirnya aku jatuh cinta sama Soren si burung kecil yang lucu itu hihihi

Part 5
Hmmm…shopping-shopping alas istri pemain band hehe tak beranilah masuk LV atau Prada cukup tahu diri eike;-) Manggo ata Zara sudah cukup senang ko’ melihat mimik muka suamiku juga terlihat senang ketikan aku masuk counter Zara dan Manggo berarti uang di dompetnya cukup hanya untuk di dua tempat tersebut LOL
Yeah, tidak banyak yang dibeli, sekali lagi cukup tahu diri sebagai istri pemain band segala sesuatunya harus diperhitungkan, baik budget shoppingnya mau pun baggage pas mau pulang nanti..;-) tapi cukup senang, bukan cukup tapi sungguh senang.
“we home now, sayang?” Tanya suamiku..”yeah I think so…” jawabku sambil senyam-senyum puas karena sudah dua tentengan di tangan;-) “ hmm..don’t you want to come to see the Gold Souk?” Tanya lagi..”why? do you want to buy me some gold or diamond?” tanyaku kembali yang pastinya dengan nada bercanda, sambil memicingkan matanya beliau menarik tangaku menuju escalator ke arah Gold Souk (Souk=Market –red) sesampai di Gold Souk, sebelum mutar sana mutar sini kami sempat berfoto ria di area Gold Souk karena viewnya cukup indah untuk dipotret apalagi kalau ada aku disana LOL, kami juga mampir di toko Arabian parfume beli buat emak dan seeorang teman 
Anyway, aku tak berplanning untuk beli ini mungkin juga suamiku tapi entahlah mungkin malaikat apa yang membisik di kupingya, sampai akhirnya terbelilah sepasan giwang kecil nan manis yang berpermatakan berlian, ya ampun pas aku lihat harganya, wah bisa buat bayar 4 bulan sewa kamar kita yang di Prapanca neh sayang.. maaf mungkin ini berlebihan ceritanya tapi sungguh ini indah sekali, suamiku tidak bertanya atau banyak bicara dia hanya bilang “this’s for your real wedding gift, sayang” ya Tuhan..sudah banyak gift2 yang ia berikan dan cincin tunangan waktu itu juga sudah lebih dari cukup..oh Allah terima kasih untuk suamiku yang baik ini, bukan karena berliannya..betapa ia selalu ingin buat aku bahagia meski aku kadang tak menyadari dan masih saja suka complain dengannya.
Ending yang sungguh indah di weekend ini

Dubai 15th October 2010

0 comments:

Post a Comment